Friday, December 9, 2011

CATATAN RINGAN

Cerita ini sudah lama saya tulis. Karena saya memang suka nulis, walau tanpa maksud mau dijadikan apa tulisannya, setiap ada pemikirian saya langsung nulis. Pokoknya tiada hari tanpa menulis. Setiap perjalanan hidup, momen, dan kejadian yang menyentuh pasti saya tulis dengar harapan sederhana, suatu hari PASTI ada yang baca. Satu orang saja nggak perlu di publikasi itu sudah kepuasan bagi saya.

Karena hari ini bicara hari anti korupsi, saya teringat dengan tulisan singkat saya yang berkaitan dengan soal Korupsi. Ini catatan singkat saja tapi semoga menginsiprasi kita semua atau paling tidak menghibur ditengah rasa frustrasi dan muak kita semua pada kondisi negri tercinta gara-gara ulah segelintir oknum yang merugikan sebagian besar rakyat Indonesia.

Ini sebenarnya surat saya, yang saya tulis sebagai permintaan maaf pada seorang ibu pejabat yang pernah minta saya menuliskan biografinya. Jujur saya menolak dengan halus. Semua kan ada tata cara dan sopan santun dan etikanya. Alhamdulilah karena penolakannya halus saya tidak bermasalah. Padahal waktu mau nolak itu, jujur, takutnya setengah mati. Karena sudah banyak dengar bahkan ngalamin sendiri keluarga besar saya dulu di"CEKAL" karena urusan politik dan bikin pejabat tersinggung:) Ya sudahlah ya itu masa lalu. Kalau mau maju ngga boleh terus terusan fokus dan dendam sama apapun yang telah terjadi. Kalau hati kita nggak ikhlas mana bisa kita membuat niat yang tulus, benar kan? Jangan sampai ada sedikitpun niat "balas dendam" mengotori niat baik kita (disadari ataupun tidak disadari)

Sebelum kepanjangan (yah maklumlah namanya juga penulis ya....) ini surat saya. Nama saya ganti agar tidak mengundang intrink2 yang berkepanjangan. Karena toh semua ini sudah lewat, sudah selesai. Last but nor least (tidak semua nih ya..) buat yang merasa jurnalis, sebelum copy paste dan menggal2 tulisan ini (agar sesuai sama sensasi yang akan kalian buat LOL) tolong ijin saya dulu. Hargai tulisan dan opini orang. Karena tanpa menghargai itu, sampai kapanpun kalian tidak akan dihargai sesuai profesi kalian dan berita sensaional yang tidak sesuai kode etik hanya akan sementara sifatnya. Sip? :)


MAAFKAN SAYA BU IIN :)

Ibu Iin yang baik, pertama tama saya mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya untuk kehormatan yang sudah diberikan pada saya sebagai penulis biografi ibu. Namun dengan berat hati (dan tetap berterimakasih) zara harus mengatakan: tidak bisa membantu ibu mewujudkan keinginan ibu. Tapi zara akan dengan senang hati memberi bantuan saat editing nanti jika masih dibutuhkan, seperti mengatur alur cerita, penggunaan bahasa dan sebagainya. Zara juga akan merekomendasikan beberapa nama yang lebih tepat (dan sudah pernah) untuk menulis auto biografi.

Mungkin ibu mengenal Zara sebagai penulis yang sudah 25 tahun lebih pengalamannya. Tapi jika ibu mengikuti tulisan-tulisan Zara, Ibu tentu tau kalau Zara ini penulis fiksi. Karena hanya melalui fiksi Zara bisa menulis untuk mencapai tujuan-tujuan (atau bahasa kerennya: misi Bu, :)) Zara. tujuan Zara selalu untuk menyebar kebaikan dan mengingatkan kita semua untuk mendengarkan suara hati. Suara hati yang adalah bisikan kebenaran dari Nya. Dan melalui fiksi juga Zara bebas menciptakan situasi yang terburuk untuk mengantar pembaca meyakini kalau kita alpa pada suara hati maka akibatnya bisa fatal.

Alangkah indahnya jika biografi Ibu bukan ditulis atas permintaan Ibu sendiri, melainkan oleh orang2 yang mencintai ibu dan meneladani ibu. sekedar ide loh bu. Karena dengan begitu, isi tulisan tentang Ibu bisa menjadi masukan berharga bagi Ibu. pemikiran dan pandangan2 orang orang disekitar Ibu. jelek bagus pendapat mereka, tetap itu merupakan bukti bahwa mereka memperhatikan (care) pada Ibu. Dan menurut Zara, bentuk tulisan seperti ini justru bagus untuk pencitraan ibu, agar beda dengan cara2 pencintraan para pejabat lainnya. Jujur, zara yakin ibu juga sudah tau ini bukan rahasia lagi, bahwa orang orang yang menulis biografi umumnya untuk pencitraan positif bahkan pembelaan diri. Jarang ada yang mau membongkar semua ke akar yang membusuk. Mohon maaf jika Zara salah kata, tapi itulah yang membuat Zara bukan orang yang tepat untuk menulis "pencitraan diri". Bahkan menulis auto biografi sendiripun Zara nggak mau Bu. Karena citra diri kita itu bukan kita sendiri yang membuat statement melainkan pendapat orang tentang kita/perbuatan kita.

Ibu Iin yang baik, Zara harap surat dan keputusan Zara ini tidak menggoyahkan silaturahmi kita. Jika masih ada yang bisa Zara bantu, dengan senang hati. Tapi untuk menuliskan biografi, Zara merasa tidak berani mengemban tugas itu.

Salam hormat

Zara Zettira ZR
21/04.2010







Hotel Room

1 comment:

  1. saya setuju dengan anda bahwa menulis biografi itu jangan hanya untuk pencitraan diri.

    ReplyDelete