Stay in Touch with Me

Monday, June 18, 2012

Loe Gue End!
From email to big screen





Untuk yang belum tahu, Loe Gue End! Adalah kisah nyata yang dialami penulis novel Zara Zettira ZR. Saat ia memutuskan untuk kembali ke tanah air setelah lebih dari 15 tahun bermukim di Canada. Serentetan email dari penggemar (yang jarang dia buka lantaran kesibukan pindahan) menarik perhatiannya. Email berseri yang dikirim oleh seseorang yang mengaku bernama Alana itu akhirnya di tuliskan kembali dalam jalinan cerita dalam Blog www.zarazettirazr.blogspot.com
Melalui media social networking Blog dengan cerita Loe Gue End! Yang dimuat berseri dan berkesinambungan itu menjadi sebuah fenomena dengan angka hit counter yang rata-rata diatas 20 ribu hits perhari. Beberapa perusahaan mulai melirik blog itu dan menawarkan kerjasama memasang iklan namun ditolak dan akhirnya diarahkan untuk mensponsori penerbitan novel Loe Gue End! Atas permintaan pembaca blog maka Zara meneribitkan sendiri novel tersebut dibawah bendera penerbitan baru VINZA INC. Penjualan novel secara direct selling (tidak melalui took buku) mencapai angka cukup mengejutkan sekitar 60 ribu copy. Setelah cetakan terakhir barulah novel tersebut masuk ke jajaran took buku hingga sekarang.




Dari novel yang dalam kurun waktu 4 bulan itu mencapai angka penjualan diatas 60 ribu copy maka mulai banyak produser melirik untuk membeli film right Loe Gue End! Akhirnya Ganesha Production yang mengena di hati sang pemilik copyright dan dimulailah proses pembuatan film layar lebar Loe Gue End! Dengan visi yang cukup berbeda dengan film-film life style anak muda lainnya.
Loe Gue End! Adalah sebuah potret realita pergaulan anak muda dari kalangan atas-atas. Konon orang menggunakan narkoba atau miras untuk melarikan diri dari persoalan hidup atau menekan stress. Namun faktanya tidak sesederhana itu alas an yang membuat anak muda terjerumus menjadi pemakai narkoba. Mereka yang telah dan bisa memiliki segalanya sebenarnya tidak perlu menggunakan narkoba – karena toh mereka hidup tanpa problema. Jadi ada faktor faktor lain yang membuat manusia bersahabat dengan narkoba.
Sisi manusia sering dilupakan dalam penanggulangan masalah narkoba khususnya dikalangan anak muda. Mengapa anak muda yang disorot ? Karena merekalah benteng pertahanan masa depan bangsa ini. Jika sejak muda terjerumus maka sulit bagi mereka untuk menjadi manusia dewasa yang bebas narkoba. Angka keberhasilan REHAB yang didapat dari sumber Yayasan Stigma dan sumber0sumber data lainnya rata-rata menyebutkan 10% saja tingkat keberhasilan rehabilitasi. Sisanya akan kembali menjadi pemakai begitu keluar dari rehabilitasi.
Kesulitan untuk melepaskan diri dari cengkraman narkoba inilah yang berusaha dikupas secara lebih detail dalam Loe Gue End! Dengan kata lain mengatasi masalah narloba bukan sekedar tugas aparat menggerebek dan menangkapi para penyelundup pengedar dan bandarnya saja. Bukan hanya “Barang” nya yang di cari dan disita atau pengedarnya yang dipenjara. Tapi yang lebih penting justru pembinaan manusianya khususnya generasi muda. Jika ada kebutuhan (permintaan) maka ada penyediaan. Itulah hokum ekonomi. Suplai ada karena demand ada. Jadi “demand” alias “kebutuhan” akan narkoba inilah yang harus klebih diberi perhatian. Bagaimana caranya menghimbau generasi muda agar tidak muncul “keinginan” untuk mencoba sama sekali?
Pengalaman adalah guru yang terbaik. Belajar dari pengalaman orang lain seringkali adalah jalan terbaik. Pengalaman dari Alana yang kini diangkat ke layar lebar diharapkan bisa memberikan gambaran audio visual lebih detail dari sekedar tulisan dalam novel. Dan kiranya bisa menjadi sebuah pengalaman yang bisa menjadi pelajaran atau acuan bagi kita semua agar jangan MENCOBA dan jauhilah narkoba karena resikonya sangat besar diluar bayangan atau persepsi kita selama ini. Loe Gue End! Juga menampilkan problema psikologis yang dialami generasi muda pada umumnya melalui karakter 6 sahabat Alana.
Setiap manusia punya latar belakang berbeda dan kehidupan yang berbeda. Namun pada hakekatnya persoalan bathin anak muda bisa diambil kesamaan yang mendasar. Apakah problem mendasar yang sering menjadi trigger (pemicu) kebutuhan akan narkoba dan miras? Semoga jawabannya bisa di temukan di film Loe Gue End!


NOTE : 2 foto yang nyelip diatas adalah 2 CASTS yang ON BOARD yaitu SYS NS (sebagai Papa Alana) dan Tracy (sebagai Santika)





Hotel Room

2 comments:

  1. Kalau Santika yang deskripsiin Alana di buku-nya sih ga secantik ini mbak, kan kata Alana lehernya Santika 'hampir' ga ada... hehehhe....

    ReplyDelete
  2. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    jujur dalam segala hal tidak akan mengubah duniamu menjadi buruk ,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    ReplyDelete