Monday, October 24, 2011

Pemotretan COVER novel LOE GUE END!

Dear All...pembaca setia Loe Gue End!
Hari minggu kemarin Oktober 23 2011, Alhamdulilah akhirnya pemotretan cover novel LOE GUE END! selesai juga. Dengan sedikit "drama" dihari H. What else is new...my life is full of drama... :) mungkin ini memang takdir aku ya, makanya jadi penulis - hidupnya selalu penuh dinamika dan problema - tapi juga penuh hikmah yang patut disyukuri banget.
Hikmahnya, aku banyak dibantu oleh sahabat sahabat. ERWIN AD MORON (ex group musik DR.PM) yang beberapa hari sebelumnya ketemu di lokasi shooting FTV Layar Lebay ANTV. Erwin dengan ikhlas bersedia menjadi model cover. Karena gaya dan penamiplan/karakternya pas banget, aku ga malu malu menanyakan kesediaannya. Alhamdulilah Erwin mau meluangkan waktu seharian motret di weekendnya. Malah dateng on time paling pagi jam 10!!! WOW. profesional banget!
Lalu juga ada TRIYUDHA ICHWAN dari Studio 35mm. Ini sahabat aku sejak dari masih SMP !!! Fotografer profesional yang ngga kalah dan seangkatan dengan darwis Triadi, Firman Ichsan ini sangan down to earth. Beliau juga dibanti SIGIT asistennya bersedia meluangkan weeken untu aku. Thanks bro!
Juga ada CANTIE model dari studio 35mm dan ALANA PRAMANDA. Putri pemusik jazz Dian Pramana Putra. Kenapa Alana? karena selain namanya sama, aku juga menganggap Alana ini inspiring new comer di dunia film selain juga penyanyi.
Aku juga seneng banget kenal sama Alexa yang menyediakan koleksi fashionya ALEICA untuk pemotretan. Baju bajuny desain ALEICA ini cocok banget dengan imaginasi aku tentang dunia "astral". Bahannya transparant, ringan dan desain yang dramatis :)
Terakhir tentu aja suami aku dong...yang mau bangun pagi disaaw weekend yang berharga untuk nyupirin aku (karena supir ku libur kalo weekend). Padahal David (suamiku) itu dosen yang tiap hari bangun jam 5 pagi karena harus berangkat ngajar jam 6 pagi. Weekend satu satunya waktu dia untuk menikmati tidur sampai agak siangan.

Itu semua adalah hikmah nya, Now, the drama... eng ing eng....

Sehari sebelum pemotretan, Make up Artisku mendadak meng cancel karena alasan keluarga. kemudian aku minta batuan Alexa. Tapi paginya Alexa ikut panik karena make up artisnya pun mendadak ngga bisa. Ditengah kepanikan mau berangkat , ngga tau kenapa tiba tiba aku nge BB temenku dari RED HEAD production house, Jane. Sebetulnya, rencananya, sekelar pemotretan cover aku mau meeting sama si Jane ini. Jadi pas Jane nge BB aku sekitar jam 11 an untuk konfirmasi meeting, aku langsung jawab : Duh Jane gue lagi pusing nih make up artis cancel!
Curcol ku membawa berkah. Jane ternyata malah punya solusi dan memberikan Make up Aryis Filmnya JULIA !!! Subhanallah! Puji Tuhan banget! JULIA ini make up artis handal yang udah banyak sekali menangani make up sinetron dan film. Malah diantaranya sinetronku juga MAWAR MELATI! Kebetulankah? atau it was meant to be?

The Drama mulai teratasi. Tapi puncak drama adalah belum ada khabar dari Alana Pramanda. Sejak sehari sebelumnya aku coba BB dan SMS dia, tapi dia ngga balas balas. Hati aku antara kesel dan prihatin. Takut ada apa-apa sama dia. Sampai jam 2 siang belum juga ada khabar dari Alana, maka kita yang udah siap segera ambil "back up plan" . CANTIE akhirnya di dandanin untuk 2 karakter. Karakter manis dan karakter serem.

Yang di foto duluan tentu aja sesuai "first come first serve" yaitu ERWIN. Gampang banget , dan cepet banget. Karena memang karakter Erwin udah 'dapet" banget deh istilahnya. Erwin seneng juga kata Erwin "wah enak ya ngga kaya shooting..." Hehehe. artis artis film dan sinetron memang udah terbiasa dengan waktu "nunggu" yang lama. Bahkann bisa seharian. Jadi pemotretan 3 jam ini ngga ada apa-apa nya lah buat Erwin. Cumma aku aja yang ngga enak karena mengganggu weekend dia.

waktu giliran CANTIE, mendadak ada balasan dari ALANA! Alhamdulilahhhhh katanya BB nya hang "card rejected" sejak kemarin. Alana panik banget hihihi dan segera lompat dari tempat tidur ngebut ke lokasi foto di Pulo Raya itu. Jam 3 an Alana tiba , langsung di make up and the DRAMA IS OVER!!!

Akhirnya semua selesai sekitar jam 6 an. Jane mampir untuk nengokin. Thanks sis! Suamiku 'istirahat' antara jam 1-4 nonton pertandingan RUGBY di pub di kemang sama temen temennya. Kita semua makan Soto Kudus untuk ganjel perut saat pemotretan. Pacarnya Alexa juga menyempatkan diri mampir ehem...romantisnya...pantesan desain desainnya romance banget nih Alexa! :)

Setelah semua selesai, aku dan Jane dan suami mampir ke warungnya mas KATON BAGASKARA di kemang untuk dinner sambil melepas lelah namanya SHELTERSKY posisinya di Kemang Plaza 89. Keren dan cozy tempatnya. masih sepi karena masih sore. Jadi pas banget buat ngerumpi santai belum berisik hehehe. ARI WIBOWO ikut mampir sebentar, karena kebetulan lagi free ngga ada shooting di weekend. Terus aku juga ketemuan sama teman lama NOVA DIEN. Nova mau launch bukunya berjudul Ms. Complaint. Dan ternyata aku sama Nova ini kenal udah lamaaaaaa sejak aku di canada via facebook. Teman teman Nova adalah teman teman aku juga. Dan yang lebih "kebetulan lagi" suaminya, WILLIAM, ternyata teman suamiku!!! dan aku udah lama kenal sama WILL, malahan WILL pernah dinner dirumahku segala!!! Ya ampun...

Sekitar jam 10 an kita siap siap pulang. Tau tau Katon nge BB aku katanya mau nyusul ke SHELTERSKY . Wahhh maaf bro... kita udah di parkiran hihihi soalnya Senin kan harus kerja jadi ngga bisa kemalaman. Padahal tempatnya mulai ramai,. band mulai ngisi panggung but we have to go. On the way home aku dan suami mampiir di warung martabak di Gunawarman membeli martabak telor dan martabak manis keju sebagai cemilan menjelang tidur hihihi. Soalnya masih lanjut nonton bola dirumah.

Last but not least, aku bersyukur sekali dengan teman teman yang aku miliki. Yang semua aku anggap "BERKAH" dari Tuhan. Dan aku selalu yakin kalau setiap pertemuan dan connection itu sudah diatur oleh Nya. Semua sudah ada "waktu" or timingnya. Dan aku berharap semoga aku bisa menjaga "pemberian" Tuhan ini - menjaga persahabatan ini - memberikan yang terbaik disedikitnya waktu yang aku punya.

Terakhir.... aku masih akan dibantu oleh HERMAWAN TANSIL. Pemilik rumah desain eksklusif Le Bo ye dan cage DIA LOE GUE (dialouge) di kemang ini akan mendesain covernya.

So guys and gals...semua pembaca setia Loe Gue End! stay in touch for the update. aku bocorin dikit ya hasil pemotretan kemarin? tapi selebihnya harus di rahasiakan dulu supaya SURPRISE! Setuju...???


Have a great weekdays!!! Selalu bersyukur!!!

Zara












Hotel Room

Tuesday, October 18, 2011

Cara pemesanan LOE GUE END! the Novel

Finally!!!
Sebelumnya mohon maaf untuk 1000 lebih pemesan Pre Order LOE GUE END! yang sudah mengemail sejak AGUSTUS 2011. Karena kesibukan bekerja (sekarang di ANTV) maka realisasi Penerbitan novel LOE GUE END! ini baru terlaksana sekarang.

Harga Buku Rp. 90,000 (sudah termasuk Ongkos Kirim TIKI dejabotabek/ depok jakarta, bekasi, tanggerang) TEBAL BUKU : 350 an halaman (makanya agak mahal yaaaaaaa)

Pembelian min 50 buku disc. 25%
delivery FREE JAKARTA ONLY

- untuk PULAU JAWA tambahan ongkos kirim Rp 10,000 (total menjadi Rp. 100,000)
- untuk LUAR JAWA tambah ongkos kirim Rp. 15,000 (total menjadi Rp. 105,000)

SEMUA ORDER LANGSUNG akan di TANDATANGANI oleh Zara :)

Untuk yang sudah email, nanti akan di email info berikut ini
Untuk yang belum email ikuti step step dibawah ini

1. Transfer ke acc BCA no. 8310014185 atas nama zara zettira
2. CATAT nomer referensi transaksi atau copy paste atau foto bukti transfernya sertakan/attached di email
3. email nomer referensi transfer, nama LENGKAP, alamat LENGKAP, no HP, ke : vinzainc@hotmail.com
4. Judul email/subject : BUKTI TRANSFER loe Gue End!
5. Buku akan dikirim setelah tanggal 21 November (insyallah tidak ada keterlambatan dan hambatan di percetakannya ya....)

Persediaan SANGAT TERBATAS. Semoga bermanfaat...

Salam Hangat dan terimakasih atas kesabaran dan dukungannya selamai ini buat aku...,
Zara Zettira ZR


Hotel Room

Sunday, September 11, 2011

KISAH inspiratif Pembaca LOE,GUE,END! September Pick!

diterima via email : zararamadi@hotmail.com

Hai mbak, apa kabar?
Kenalin aku Zamzam. Aku masih kelas 3 SMA. Sebelumnya aku udah kirim e-mail ke mbak, order and komentarin kisah mbak Alana. Kisahnya inspiratif banget :)


Sebenarnya udah dari kemarin2 pengen ngirim pesan ini ke mbak. Tapi karna waktu yg terbatas, sempatnya cuman pengen nge-cek kelanjutan cerita mbak Alana.


Aku tau kisah mbak Alana dari teman aku. Awalnya cuek aja gitu. Ga perhatiin temanku ngomong apa. Tapi lama-lama kemudian, pas online di Facebook waktu Ramadhan kemarin. Fans page mbak Zara muncul. Udah deh, aku like aja. Terus masuk ke situ ada kisah Alana yg ke-post.


Awal nge-baca seru aja gitu. Aku suka mencoba ngegambarin maksud cerita mbak Alana. Kemudian ga tau di bab berapa itu, mbak Alana nge-bahas tentang Astral Traveler. Aku kaget. Aku ga tau ada istilah kayak itu. Tapi aku percaya yang mbak Alana bilang tentang Astral Traveler itu memang ada.


Di sekitar aku sendiri ada orang yang seperti itu mbak. Guru, kakek, dan sahabat aku. Aku sendiri bisa dibilang seperti itu juga. Tapi kadang aku kecipratan kemampuan mereka juga. Hehe.


Nah, waktu baca kisah mbak Alana. Aku total banget. Ga sedikitpun aku lewatin. Seharian itu sambil puasa, aku membaca terus. Mumpung libur juga. Jadinya aku penasaraaan banget sama mbak Alana itu perawakannya kayak gimana yah? Malamnya. Walaupun bacaan aku belum selesai, karna ngantuk banget aku jadinya ketiduran.


Aku ga tau ini disebut apa mbak. Awalnya aku pikir ini mimpi.Ga tau kenapa aku lagi di sebuah fitting room. Aku lagi duduk di sebuah sofa. Di depan aku, ada seorang perempuan yang lagi cobain baju pengantin dibantu sama seorang perempuan lagi. Dia ngeliatin aku. Heran kali ya kenapa aku ada di ruangan itu juga. Aku aja heran. hehe. Terus ga lama kemudian dia berjalan ke arah aku dan duduk di sebelah kiri aku. Tangan kanannya berada di belakang aku. Sedangkan tangan kirinya lg memegang rokok. Ternyata dia merokok. Habis itu dia bilang gini (tapi mukanya balik ke kiri. Soalnya dia lg ngerokok) "kenapa? aneh ya orang kayak aku menikah?" karna aku kaget, aku bilang aja, "aa ga kok. Ga pa pa" sambil nunduk. Setelah itu aku kebangun buat sahur, jadinya lupa sama kejadian itu. Sama sekali lupa. Aku juga ga ingat mbak mukanya seperti apa waktu itu. Yang aku ingat itu rambutnya. Dibawah bahu tp ga panjang2 amat.


Besoknya, berlanjut lagi dah itu 'gambaran' di tidur aku. Tapi kali ini cuman suara terus gerakan visual gitu yg kayak dilorong waktu. Waktu itu aku memang malas banget bangun sahur. Jadinya, aku niatin buat ga bangun. Tapi suara itu maksa aku buat bangun sahur. Akunya bilang, "ii aku ga mau. Tetap puasa kok aku. Ngantuk bgt tau!" terus suara itu ga mau kalah, dia malah ngasih aku gambaran ruang tamu aku yang terang bgt. Dia bilang gini, "klo kamu ga mau bangun. Kamu bakal kayak gini->". Ceritanya itu udah siang. Dan aku yang kelaparan bgt gara2 ga bangun sahur, pdhl lg puasa. Jadinya aku bilang, "ia ia. aku bangun nih.." terus ga lama kemudian aku memang beneran bangun. Terus ngeliat keluarga aku yang juga masih tidur, ruang tamu yang masih gelap gulita. Liat jam juga baru mau pukul 2. Tiba2 aja aku langsung bilang "Alana!" padahal aku aja ga yakin itu mbak Alana. Tapi mulut aku tiba2 bilang begitu mbak. Habis itu aku langsung sholat Tahajjud.


Setelah kejadian itu udah gda lagi. Dan berapa hari kemudian, aku jadi lupain kejadian itu.


Karna mata aku yang bermasalah, terpaksa bacaan aku ttg kisah mbak Alana jd kepending. Padahal penasaran pengen tau kelanjutan kisahnya. Tiba2 aku jd ingat tentang kejadian waktu tidur kemarin. Penasaraaann. Jadinya aku mutusin buat tanya ke Guru aku. Tapi waktu aku coba hubungin dia ga bisa dihubungin. Pengen nanya ke mbak juga kok berat ya. Adaaa aja halangannya. Kalo udah siap2 pengen cerita, jadinya malah tulis yang lain. Itu tuh mbak e-mail2 aku yg sebelumnya. Jd akhirnya aku cerita ke teman aku.


teman aku : masa sih Za?
aku : gtw deh Mith, pusing. Kenapaaa jg bisa gitu ya kemarin.
teman aku : krn kepikiran terus kali, jdinya kebawa di mimpi. eh tp tp gimana orangnya?

aku : tp itu belum tentu mimpi Mith. Ga tauu, ga yakin jg akunya. 'dibayangan' itu, ceritanya mbak Alana ngerokok. perasaan mbak Alana ga pernah bilang dia merokok deh. klo minum sm drugs ia. lagian disitu mbak nya seperti mau nikah. emang ia gitu?

teman aku : hmm, iya sih. ya udah klo gitu tanyain langsung aja ke mbak Zara atw ke guru km itu.


Teman aku antara mau percaya dan tidak sama cerita aku. Aku jadinya disuruh cerita ke guru atau ke mbak Zara. Tp ya itu.. ga bisa akunya.


Setelah mata aku udah baikan. Aku lanjutin lg deh bacanya. Di bab berapa ya itu.. Lupa. Pokoknya setelah mbak Alana mati suri. kan mbak Alananya hidup kembali kan mbak, terus mbak Alana bilang setelah kejadian itu dia ga lagi minum and drugs tp ngerokok. Disitu aku seperti kesetrum deh mbak. Di bayangan itu kan mbak Alana lg ngerokok. deg.


setelah berapa hari dilanda penasaran (lebay). Aku akhirnya bisa datangin guru aku, aku cerita deh semua2nya. Dan tanggapan guru aku, katanya aku memang ketemu sm dia. Tapi yang datangin mbak Alana itu aku. Jd emang benar, mungkin krn terlalu kepikiran sm kisah mbak Alana akhirnya jd gitu. Tp habis itu aku masih penasaran sm yg fitting baju pengantin itu. Apa benar ya..


Aku jd mikir, ah lanjutin lg deh bacanya, tar habis itu baru bertanya ke mbak Zara. Tapi sayang, bab 28 belum ada. Penasaran lg deh..


Berapa hari kemarin setelah Idul Fitri aku cek lg blog mbak. Sapa tau sudah ke posting lanjutannya. Terakhir itu tanggal 5 September. Tapi ternyata belum ada -,-


Hari ini (10 September) waktu habis sholat magrib, ga tau kenapa jd tiba2 ingat mbak. Jadinya aku online, trus ngebuka blog mbak, dan ternyata lanjutannya udah ke posting. Horeeeeee...


Langsung dibaca dong :)
pertanyaan aku kejawab deh. cek per cek ternyata mbak Alana emang sudah nikah.


Heran deh mbak.. kok aku gitu ya? mbak percaya ga sih sm cerita aku? klo ga percaya, aku sebenarnya jg ga percaya mbak. tp suer deh mbak. aku cerita ke mbak bukannya mau cari sensasi atau apa. tapi ga tahan aja gitu pendam cerita itu lama2. sesak rasanya. aku cerita ya aku harap bisa lega jadinya.. kalo aku beneran ketemu sm mbak Alana, alhamdulillah yah :D

Zam Zam

NOTE : zam zam kalau mau emailnya ditampilkan kasih tau aku ya, siapa tau banyak dapat masukan "langsung" dari pembaca2 Loe Gue End!


Hotel Room

KISAH Inspiratif dari PEMBACA SETIA Loe,Gue,End!

Mulai minggu ke tiga September, insyallah aku akan meluangkan waktu membaca dan memilih semua cerita dan komentar2 yang di email oleh Pembaca Setia Loe,Gue,End! Dalam upaya mengembangkan bakat dan kecintaan membaca/menulis dikalangan blogger. Semoga bermanfaat dan semoga wakttu dan upaya yang aku lakukan ini berguna ya....

Stay tuned. Bagi yang belum mengirimkan komentar/kisah menarik yg terinsiprasi dari Loe,gue,End! masih ditunggu emailnya di zararamadi@hotmail.com setiap bulan akan dipilih beberapa tulisan terbaik dan hadiahnya Novel Loe,Gue,End! yang saat ini masih dalam proses editing pra cetak. Sabar ya... akunya juga statusnya nunggu skedul penerbit nih soalnya :)

Semua email yang masuk akan dibaca. Yang ceritanya akan dditampilkan akan dihubungi. Semua email untuk PO (pre order) novelnya juga sudah di data dan akan dihubungi begitu ada skedul terbit dari Penerbitnya.

Slamat menikmati Loe,Gue,End! parti 1-30 and never ending.....:):):)

Zara Zettira ZR




Hotel Room

Saturday, September 10, 2011

Loe,Gue,End! (31)

LOE GUE END 31

Nama gue ALANA. Sebenarnya cerita gue masih sangat panjang. Gimana ngga panjang? Namanya juga cerita perjalanan hidup manusia yang udah puluhan tahun lebih. Kalo lo hitung sehari ada 24 jam, sejam ada 60 menit dan semenit ada 60 detik …berarti sehari itu ada berapa detik? Terus lo kaliin detik perhari itu dengan tahun hidup lo. Berapa detik udah yang elo laluin? Knapa itungan gue detik? Karna yang namanya perbuahan itu menurut gue terjadinya dalam itungan detik. Nurut gue juga tiap kali kita narik nafas itu termasuk perubahan yang musti disyukurin. Soalnya, coba aja kalo lo mendadak ga bisa narik nafas lagi? Mati kan berarti lo? Jangan keburu nganggap gue berlebihan, kejadiannya udah banyak. Gue udah banyak liat orang ber transformasi di depan mat ague. Transmormasi dari “mahluk hidup yang bernafas” menjadi “benda mati” alias mayat yang udah ngga perlu oksigen lagi. Kalo lo ngikutin cerita gue dari awal, lo pasti ngerti maksud gue. Gue udah sering ngeliat orang mati di depan gue! Dan hitungan perpindahan dari hidup ke mati itu kali lebih cepet dari detik!
Sebenernya gue juga masih mau cerita sama elo elo semua dan terutama sama si mba Zet Zet yang ternyata gak sesombong yang gue pikir selama ini.Tapi kayaknya gue harus berhenti disini. Karena cerita gue udah ngundang banyak reaksi pro dan kontra. Wait! Bukannya gue takut ngadepin kritikan dari yang pada kontra, tapi gue males aja ngeret ngeret beberapa nama manusia yang terlibat dalam idup gue dan dalam cerita ini. Ngga tega gue. Terkesan gue ini manfaatin mereka. Walopun udah gue ceritain yang sebenernya, asal muasalnya cerita ini jadi hits ditangan mba Zet Zet, tetep aja mereka merasa ter gengges dengan curhatan gue.
Bukannya gue takut sama mereka. Mereka temen temen gue dan kita tetep bertemen sampai detik ini. Justru karena gue menghargai perasaan dan privacy teman teman gue itu gue putusin untuk berhenti ngoceh. Tapi supaya adil, kayaknya gue tetep harus nerusin sedikit, biar yang ngikutin dari awal ngga ngirim suicide bomber kerumah gue gara gara keki ceritanya ngegantung. Gue dengar udah 200 ribu lebih yang read cerita ini online. Hebat banget gue! Padahal gue ngga pernah ngimpi bisa dianggep penulis. “dianggep” karena gue sebenernya ga nulis semua ini. Gue Cuma curhat sama si mba Zet Zet yang katanya psikolog dan novelis kondang. Daripada lo bosen mendingan gue terusin aja dikit lagi…
Habis nyoba merkosa gue, Radit menghilang. Dia ngga berani ngakuin perbuatannya sama siapapun. Tapi dia juga ngga bisa bohong, apalagi ama dirinya sendiri. Kebohongannya yang terakhir Cuma pas polisi datang ke rumah gue. Kemudian gue diciduk gara gar ague mau nyerang Radit. Terus gue jatuh pingsan.
Kali itu gue pingsan beneran. Tadinya gue pikir gue bakal ditarik lagi ama Santika ke dunia lain itu. Gue sempet ngeliat yang agak agak ajaib juga sih. Tapi gue rasa itu hanya mimpi doing. Gue bisa ngebedain mana mimpi mana dunia lain itu. Susah ngejelasinnya sama lo lo semua disini. Kalo yang ngga pernah mampir or nyampe kesana ya pasti susah. Walopun gue udah berusaha ngejabarin sejelas mungkin dengan kata kata. Ibaratnya, kalo lo ga pernah ke Alaska ya susahlah lo bayangin, dinginan mana Alaska sama Puncak Pas. Buat orang Indonesia, Puncak Pas aja udah dingin musti berjaketan, apalagi Alaska…ngga kebayang. Malah suka ada orang heran, kok bisa ada kehidupan di Alaska yang dinginnya ngga manusiawi itu?
Anyway anyhow, gue ngimpi ketemu sama Adrianna. Tapi ketemunya di circle K. Ngaco banget deh. Doi juga ngga kaya biasanya. Dalam mimpi gue, Adrianna lagi shooting film. Banyak crew. Dan gue Cuma nontonin doing. Ngga berkesan banget. Jadi ngga penting. Anggep aja itu emang kembangnya tidur doang. Atau bisa jadi juga gue ngimpi kaya gitu karena gue kangen sama Adrianna? I don’t care deh ya.
Habis pingsan itu gue akhirnya bangun lagi. Bangunnya ngga enak banget soalnya langsung ngedenger teriakan seorang perempuan. Suaranya khas banget melengking meraung raung. Nyampur tuh antara tangisan ama tereakan amukan.
“Lepasin!! Lerpassiinnn saya!! Saya mau masuk!! Saya mau cekik anak itu pake tangan saya sendiri!!!”
Whoaaaaa??? Siapa yang mau dicekek?
Mata gue langsung kebuka. Suaranya kedengerannya serius banget nih. Pas gue buka mata ternyata gue ada dirumah sakit. Ngga tau kenapa, gue ngga kaget. Begitu sadar gue kaya langsung inget flash back apa yang terjadi sebelon gue pingsan. Gemana bisa lupa, itu kan kejadian amat traumatis bagi semua orang. Bayangin , gue hamper diperkosa! Ya jelas lah gue ingat. Walau kepotong jeda pingsan, langsung gue ingat kejadian itu pas kesadaran gue balik.
“Tenang bu..tenang…”
“Dia ngebunuh anak saya! Nyawa musti dibayar nyawa!! Mana keadilan? Mana keadilan???” tuh suara ada logat jawa nya yang lumayan kental juga. Kayaknya gue kenal yang punya suara itu deh. Soalnya suaranya khas banget. Sering ngga sih elo ketemu orang dan yang paling lo ingat dari orang itu adalah suaranya? Nah ni perempuan kayaknya tipe orang kayak gitu. Gue ingat suaranyam tapi lupa nama dan tampangnya. Apa jangan jangan doi penyiar radio ya? Makanya gue hanya ingat suaranya?
Sbenernya gue bukan orang yang penakut. Sama setan aja gue ngga takut apalagi sama preman. Tapi ngedenger suara si perempuan iniu bulu kuduk gue jadi bediri. Bukan karena tereakannya yang histerikal tapi karena aura suaranya…atau apalah istilahnya…di kuping gue tuh suara kayaknya penuh kseungguhan. Alias serius bukan sekedar emosi atau sok drama queen. Banyak kan cewe cewe histeris kalo lagi ngamuk? Itu sih biasa bagi gue. Yang ini beda. Getaran suaranya bener bener bikin gue merinding.
Pelan pelan gue berusaha duduk. Pas gue mulai ngatur ngatur bantal buat sandaran, pintu kebuka.
BRAAAKKK.
“Bu!”
“tahan dia tahan!!!”
Suara suara campur aduk. Suara tu perempuan udah ngga kedengeran lagi. Yang ada sekarang bukan suaranya lagi tapi..orangnya!
“Tante Intan?” gue kaget ngeliat doi. Tante Intan, mamahnya Radit yang gue kenal bentuknya beda banget. Doi tuh socialite. Penampilan ibu pejabat aja kalah sama doi. Gimana ga kalah, kalao dipikir pikir, justru tante Intan yang ngempanin pejabat pejabat itu. Bisnis suaminya luar biasa. Bergerak dibidang IT. Tapi jangan loe pikir ini IT cemen yang kerjaannya bikin bikin program atau bikin portal social media. Bisnis IT suaminya tante Intan ini udah kelas kakap. Bahkan konon FBI aja ngefans dan make jada perusahaan ini. Gue denger juga badan intelejen Negara kita ini bergantung banget sama kecanggihan teknologi perusahaan mereka. Ga heran kalo kemana mana tante dan keluarganya selalu naik pesawat jet pribadi. Gaulan tante juga luas banget. Mulai dari anggota keluarga ningrat keratin, pejabat, duta besar sampe artis artis seleb. Semua berebutan mau jadi temen keluarganya tante Intan. Maklum…. Buat gengsi dan juga bisnis oke banget kan? Malahan sit ante yang suka bergaya gaya kayak selebritis. Kalo misalnya ada yang minta no hp ato pin nya, sit ante suka pura pura pikun “aduh, berapa ya? Saya lupa, gaptek. Add pin nya asisten saya aja deh ya” gitu alesannya.
Maka bisa kebayang ga sekarang penampilan seorang socialite kaya gitu? yang duitnya udah bukan ga punya nomer seri lagi. Rumahnya penuh sama koleksi pelukis kelas dunia kaya Rembrant, Picasso, Jihan, Popo, Antonio Blanco yang harganya bisa milyaran. Tante sampe perlu satu kamar khusus buat koleksi baju, tas dan sepatunya. Yang namanya Hermes buat tante Intan udah kaya tas plastic aja kali. Ngga ada nilainya. Bagi tante, dia membeli sesuatu pasti karena bener bener suka. Soalnya apa juga bisa dia beli kalau dia mau. Sifatnya jadi rada rada eksenrik juga sih. Satu hal yang gue rada salut sama ni orang, adalah upaya doi ngebangun panti rehab. Gue pernah dikirim kesana juga. Yah minmal masi ada amalnya deh. Biarpun mungkin ada alasan alasan politik dibalik panti rehab itu, itu bukan urusan gue lah. Yang penting kan ga cuman hambur hambur uang bikin party doang, masi ada sedikit sisi amalnya.
Wajah sit ante yang jadi langganan majalah Tatlet dan Registery itu selalu rapih dan well done. Ga pernah gue liat tante mukanya polos tanpa makeup. Make upnya ngga norak sih, alami gitu. pasti dia pake make up artis top yang bisa bikin dia keliatan anggun ngga medok. Ramb utnya doang yang masih khas “Tatler society”. Disasak tinggiiii banget dan diblow masuk dibawah. Potongan rambutnya seleher,. Badannya mungil menjurus kurus. Jangan jangan aneroxic. Gue denger sih dulu doi mantan model dijamannya. Ngga ngeto ngetop or legendaris banget sih, tapi masih bisa gue liat sisa-sisa ke anggunan doi sih. Kalo lo mau gambaran lebih konkriot, sit ante Intan mirip Jackie Onassis, istrinya almarhum mantan presiden Amerika John F Kennedy!
Tapi ngeliat doi sekarang gue jadi shock! Dari penampilan kaya Jackie O skarang berubah jadi Oh my God! Monster Inc!
Rambut sit ante berantakan , kaya ijuk kesetrum! Dan makeupnya amburadul. Bahkan mukanya rada cemang cemong ga karuan. Ada warna lipstick, ada mascara bleberab ada alis luntur. Kacau deh! Kaya orgil yang suka gue liat mangkal di pojokan jalan atau halte bis! Tapi gue masih ngenalin doi dari suaranya.
“Kamu!!!”
Tangan tante Intan mengarah ke leher gue. Untung aja ada satpam berhasil narik doi, jadi tangannya ga jadi nyekek gue! Gile, beneran nih mau ngebunuh gue? Dia pikir dia itu kuat apa? Umur udah segitu, badanm udah ringkih begitu kaya bulimic. Yang bener? Terus terang gue lebih takut denger suaranya daripada dicekik sama dia. Suaranya lebih nyeremin! Dan matanya! Hiii merinding lagi deh gue.
“Kamu pembunuh!!! Pembunuh!!!”
Abis itu tante diamankan. Gue hanya dengar cerita sekilas dari bokap. Kata bokap, habis gue pingsan itu si Radit panic. Ngga tau kenapa, doi tiba tiba jadi parno sendiri. Yang tadinya sok sokan manggil polisi dan pengacara sama ngancem ngancem mau nuntut gue, mendadak berbalik 180 derajat. Radit bukan Cuma ga jadi nuntut, doi juga menghilang dan sembunyi entah dimana. Sampai tante Intan sempet panic nyariin Radit malam malam kerumah gue. Tau tau ada khabar Radit kecelakaan. Mobilnya nabrak pohon beringin gede banget di bilangan menteng. Dibalik pohon itu ada tiang billboard pula. Pastinya doi nabrak dengan kecepatan tinggi sampe mobilonya ringsek ga berbentuk lagi.
Radit masih hidup waktu ditemuin orang dan ditolongin. Tapi mati dalam perjalanan ke rumah sakit umum. Kata supir angkot yang ngebawa Radit itu, ucapan terakhir Radit sebelum mati adalah “maafin aku Alana…”
Gara gara ucapan terakhir Radit disampaikan ke tante Intan , tante Intan jadi penasaran dan bertanyalah doi sama bokap. Bokap ya ngejawab apa adanya. Bahkan bokap ngga bisa nahan emosi. Tiba tiba tante Intan jadi histeris. Aneh juga ya? Anaknya yang mau merkosa gue, kok malah gue yang dituduh ngebunuh anaknya? Menurut tante Intan, pasti gara gar ague mukul kepala Radit itulah radit jadi kecelakaan. Logika ni perempuan satu weirdo juga kan? Udah bagus bokap ngga nuntut radit ke pengadilan! Masih jug ague didsalahin.
Gitu deh ceritanya. Tapi ngga penting banget kali ya ngebahas si Tante Intan. Gue juga ngga minat ngebahas kenapa doi nyalahin gue. Itu urusan psikologis doi sendiri lah yaw. Yang penting gue selamat dan pas gue pingsan, ngga kaya biasanya, gue ngga ketarik ke “alam lain” itu.
Suster suster pada meriksain keadaan gue.
“mba Alana ngga apa-apa kan?’
“Im fine” kata gue cuek. Malah rishi gue dipegang pegang, diperiksa periksa kaya gini. Orang badan gue ngga ada yang baret. Rempong ni suster. Biar kayanya ada kerjaan aja kali. Ato bisa jadi juga kali karena mereka lespiano? Hi… yang satu sih emang ada tampang sebagai lesbian. Buru buru aja gue tarik kaki gue yang dipegang peghang doi.
“apaan sih sus!” teriak gue jengkel.
“saya Cuma mau mastiin kalo mba ngga kenapa napa”
“gengges!”
Dari awal, kan gue udah bilang kalau gue akan nyudahin aja cerita hidup gue ini. Hidup gue sih masih berlanjut lah yaw. Tapi cukup sampe disini aja gue share ke elo elo semua. Karena kayaknya emang segitu aja bagian terpenting dan paling bersejarah buat gue. Momen paling gila sekaligus paling mengharukan sama temen temen yang udah kaya sudara gue. Momen dimana gue nemuin siapa gue sebenernya, nemuin perempuan yang ngelahirin gue dan sudara kembar yang punya kebiasaan ajaib itu. Momen saat gue sempet merasakan yang namanya “mati” atau “mati suri” atau apapun yang diisitilahin orang. Pastinya banyak yang ga bisa nerima. Apalagi kalo lo udah bawa bawa agama deh. Tapi gue Cuma mau bilang : gue udah ngalamin sendiri. Dan sejak ngalamin itu jug ague sempet memperdalam pengetahuan gue soal dunia Astral. Demi belajar itu jug ague ngurangin hoby mabok gue. Soalnya kalo gue mabora kan gue ga bisa bedain mana dunia nyata, dunia lain dan dunia halusinasi. Jadi sejelek apapun kejadian itu ada hikmahnya,
Bokap gue juga seneng. Bukan karena temen temen gue satu satu pada mati dang a nularin kebiasaan buruk mereka sama gue, tapi karena kata bokap gue keliatan lebih kalem. Dan gue jarang banget keluar keluar party lagi. Ya mau party sama siapa juga? Yosi udah pindah keluar negeri. Mendadak kecantol cowok bule dari Amerika yang dia kenal dari dating website,. Gile! Gue salut sama keberanian yosi ngikutin suara hatinya. Tu cowok belum pernah ketemu muka tapi doi nekad nyamperin ke Amerika.
Satu satunya temen De Ngocols yang masih kesisa tadinya Cuma Radit. Ternyata bajingan banci! Sekarang dia ikut mati juga. Tinggal gue sendirian. Berdua sama bokap. Ngehitung hari sama-sama. Kali karena rada kesepian itu gue mulai nekunin bidang lain. Hobby yang selama ini gue tinggalin, yaitu makan! Gue doyan banget makan sebenernya. Nyobain berbagai macam makanan. Karena hoby makan akhirnya gue kepengen bikin restoran. Restoran yang nyediain makanan makanan favorit gue yang gue pilih sendiri. Bokap ngedukung banget. Gue dpinjamin modal dengan catatan tetep harus balikin kalo udah untung nanti. Basa basi banget sih. Kalaupun gue bangkrut gue yakin bokap ga akan nuntut gue kepengadilan buat bayar utang.
Tapi itulah bokap gue. Dan bokap juga tau kalo gue orangnya ga pernah setengah setengah. Waktu gue doyan vodka aja gue ngga nanggung nanggung kan? Gue orangnga full speed, full force, dedicated. Kalo kena hal hal negative yaaa jadinya emang gawat sih. Tapi buat hal yang positif sifat kaya gue itu bagus banget kan?
Gue full atensi banget sama restoran gue.mulai dari desain interiornya, milih chef (yang gue bajak dari resto resto favorit gue) sampe soal logo restoran dan namanya, semua gue pikirin dengan serius sampe berbulan bulan. Ga terasa 9 bulan kemudian baru siap tuh restoran yang gue namain “Diabolique”. Gue ambil dari nama film kesukaan gue yang udah di remake berulang ulang dan tetep aja bagus. 9 bulan cin! Udah kaya orang ngelahirin aja. Ya itung itung restoran ini adalah baby gue.
Di hari opening gue undang wartawan dan relasi relasi bokap. Gue ngga ngundang siapapun yang gue kenal, karena gue merasa uda ngga kenal siapa siapa lagi setelah my geng lenyap satu persatu. Pas lagi nyiapin pres release di meja bar sambil meneguk minuman favorit gue yang baru, lychee martini, seseorang datang. Gue denger langkahnya mendekat tapi gue ngga nengok, lagi asik meriksa spell check press release yang bakal gue bagiin ke media.
“Mba ada kiriman bunga”
“Ya taroh aja sana ditempat yang masih kosong” jawab gue tanpa nengok. Yang ngirim bunga soalnya banyak banget. Relasi papa aja ngirimin bunga segede gede jambrong sampe Menuhin jalanan depan restoran ini. Ada kali 50 meter trotoar ketutupan sama bunga bunga ucapan selamat buat “Diabolique”.
Bunga ditaroh di bar. Kayanya emang ga ada lagi tempat kosong. Tiba tiba, pas gue bergerak dikit, ga sengaja gue nyenggol tuh pot kembang.
GUBRAK!
Jatuh deh tuh bunga. Hari gini masih ada yang ngirim rangkaian bunga pake pot tanah liat? Buset. Baru tau gue. Bunga bunga lain yang gue terima sih lumayan canggih. Potnya minimal dari kaca atau metal. Keren gitu. Ini sih masi pake pot tanah liat?
Diantara pecahan pot dan serakan tanah yang ngotorin lantai kayu restoran gue itu ada sepucuk amplop warnanya merah. Gue pungut amplop itu. Dan iseng gue keluarin kartunya sambil mulut gue teriak.
“eh tolong bersihin nih!”
Didalam amplop iatu ada selembar kartu putih. Di dalamnya ada tulisan begini:
“ Ngga akan aku biarin siapapun menyakiti kamu Alana. Aku akan selalu menjagamu. Teman teman kamu yang selama ini memberikan pengaruh buruk sama kamu, sudah pada ngga ada lagi. Terakhir Radit. Mereka semua ngga akan bisa ganggu kamu lagi….aku bangga melihat kesuksesan hidup kamu sekarang…. Belahan jiwamu, Santi”

SEKIAN


Hotel Room

Friday, September 9, 2011

Loe,Gue,End! (30)

BAB 30

Nama gue Alana dan gue ingat bokap selalu bilang “never to trust anybody”. Kata bokap, prinsip itu didapetin dari buku tentang hukum. Pengacara pengacara megang teguh prinsip itu. Ngga boleh percaya sama siapapun. Never judge the book from its cover. Apalagi percaya sama orang Cuma gara gara penampilannya. Buat gue, cara ngomong dan perbuatan orang termasuk dalam penampilan. Soalnya semua itu bisa direkayasa. Gue ga heran kalo banyak yang kbelinger sama kata kata penampilan dan sikap seseorang. Itu wajar. Buktinya kalo nonotn film ato sinetron kan gampang banget kita kebawa perasaan. Padahal uda jelas jelas kita tau kalo yang kita tonton itu cuman film alias acting. Tapi tetep kita percaya, ikut nangis ikut sebel ikut emosi. Aneh kan? Uda tau diboongin masi bisa kebawa perasaan.
Apalagi kalo ngadepin pemain watak yang real. Yang bukan di film apa di sinetron. Pastinyalah kita lebih gampang lagi percaya. Kasian, kagum malahan bisa sampe tergila gila. Gue punya tante. Tante jauh sih sebenernya. Doi umurnya udah 50 an lebih. Anak anaknya aja udah pada gede gede dan kawin. Udah jadi nenek tuh tante! Kebayang ga sih kalo perempuan seusia kaya gitu masih bisa jatuh cinta lagi? Jatuh cintanya ngga nanggung nanggung, sama mahluk aneh pula! Desainer fashion yang bi sexual! Tuh desainer termasuk seleb juga katanya suka bawain acara di tivi tivi, ngemce dan ngehost. Mending juga potongannya keren kaya Brad Pitt, ini sih gendut bebong kaya bayi sehat. Mukanya tembem. Kesan pertama ngeliat mahluk ini pasti : gay! Gay abis! Tapi doi ngakunya pernah pacaran sama cewek yang sekarang jadi diva di Indonesia.
Ga jelas. Tapi ga penting deh ngebahas si ikan paus dua kelamin itu. Yang lebih aneh lagi sebenernya sit ante ini. Bukannya duduk manis nikmatin hari tuanya yang bergelimang harta, main ama anak cucu, ini malah pacaran sama ikan paus ac dc itu. Gara garanya secara seleb dan Mc pulaaaa si ikan paus ni emang jago banget ilmu “nempelin” orannya. Perez abissss jupe aja kalah pereznya kaleeee
Dengan gampang sitante ngasih segalanya buat si ikan paus. Ga jelas juga apa yg doi dapet dari si ikan paus itu sih. Apa sex? Kehangatan? Companionship? Apa sekedar ngisi kesepian diri sit ante doang ato ada bumbu bumbu kenikmatan sex? Gue ga tau dan gue ga mau nuduh. Tapi yang udah pasti emang si ikan paus pasti emang udah nargetin sit ante sebagai korban. Dan sit ante kemakan ama tipu daya mulut manis peluk cipika cipiki si ikan paus. Hasilnya? Wow…super deal 2 M kalah mbeerrrr. Rumah gede di kebayoran baru . Furniture nya gaya Victorian . Saking bagusnya sampe di jadiin feauture sama majalah arsitektur. Bisnis butik nya, fashion show fashion shownya semua dimodalin. Ibunya si ikan paus juga kecipratan, di bikini bisnis catering sama si tante ini. Bahkan yang lebih paraaahhhh lagi, si ikan paus juga dibiayain operasi bedah macem macem. Dari sedot lemak sampe rekonstruksi muka, mata, gigi dirapihin. Kenapa ga sekalian aja kelaminnya di pastiin ya supaya ga dual voltage ac dc lagi? Biar jadi laki beneran em?
Ya gitulah, contoh nyata yang gue liat sendiri. Jadi gue mau ga mau percaya ama prinsip bokap to trus nobody! Didepan temen dibelakang belon tentu doi bener temen loe. Gue juga pernah ngalamin sendiri, di khianatin ama sohib gue jaman sekolah dulu. So sekarang gue berusaha buat ga percaya ama siapapun. Kecuali, genges gue D Ngocols. Karen ague yakin mereka ga bakal kjianatin gue. Kartu mereka juga ada ditangan gue soalnya! Kalo mereka berani macem macem, siap siap aja kalo gue macem macemin! Diantara kita uda ga ada rahasia. Ga ada alat yang bisa dijadin senjata buat ngancem atau saling ngejatuhin. Udah pada tau kelemahan masing masing soalnya.
Gue ngga nyangka kalau kepercayaan gue sama D Ngocols bakal dikhianatin dengan cara begini kejam sama radit! Tadinya malah gue selalu mikir kalo Radit tuh yang paling alim, paling bae diantara kita kita yang laen. Ternyata…serigala berbulu domba bowwww!!! Asli! Serigala jjejadian kaya di film twilight! Dari cara nerkam doi aja udah persis serigala! Atau anjing kurap kali harusnya gue sebut doi! Kebagusan kalo serigala!
“Anjing loe! “ gue meronta ronta. Badan Radit udah diatas badan gue. Biarpun badan doi ga gede gede banget ga segede badan ikan paus cemc ceman tante , tapi tetep aja secara badan gue papan gilesan gini cin!
Radit udah ga bisa ngomong. Napas aja udah susah. Dan doi juga emaang udah ga perlu ngomong, tujuannya udah jelas! Doi mau merkosa gue. Doi mau nyium gue. Jijay! Sampe ludahnya netes netes ke muka gue! Gue ludahin balik doi.
“Cuih!”
Bukannya sadar malahan makin emosi doi jadinya. Doi ngejambak rambut gue pake tangan kirinya. Tangan kanannya megangin kedua tangan gue, posisi tangan kue diatas kepala gue sekarang. Dicekal ama Radit. Rambut gue dijambak kenceng kenceng supaya gue ga bisa goyang goyangin kepala gue lagi.
Loe boleh kuasain kepala ama tangan gue, tapi gue masih punya kaki!
DHUG!
Gue tendang doi pake dengkul gue, pas kena selangkangannya! Radit menjerit.
“aawwww”
Gue ludahin lagi mukanya. Terus gue masih sempet tendang lagi selangkangannya pake dengkul. Dua kali. Makan deh tuh! Tendangan pertama gue sebenernya ngasal , luck aja yang bikin dengkul gue pas ngenain “kelemahan” cowok itu. Tendangan kedua emang gue arahin – karena gue baru inget kalo senjata utama ngelawan cowok emang tendang torpedonya! Sorry gue ga tau gimana bahasa lain buat ngejelasin situasi ini. Ini aja udah gue usahain sesopan mungkin ngga nyebut buah zakar dengan bahasa gaul.
Raditt gegulingan ditempat tidur. Gue langsung ngejauh, bediri dan saking emosinya gue jambakan doi dari belakang.
“kampret! Anjing loe ya!” gue maki doi.
“aduuuhhh” doi masi ga bisa ngapa ngapain. Cuman bisa nikmatin kesakitan yang maha dashayat itu aja.
“setan kelamin loe ya!”
Gue bener bener galau! Marah, sedih, terhina nyampur semua rasanya. Belon pernah gue ngalamin kaya gini. Belon pernah juga emosi gue rasanya kaya gini. Mixed up banget. Biasanya emosi mampir satu satu. Ada waktunya gue sedih ada waktunya gue marah. Sekarang nyampur semua tuh emosi acakaduk. Saking gue ga tau harus gimana ngeluapin emosi yang kaya tsunami ketemu badak Katrina di dada gue itu, gue ambil lukisan yang majang di tembok gue. Lukisan itu oleh oleh bokap dari Inggris, kaya percelen. Dilukis diatas keramik. Ukurannya ga gede cuman sekitaran 45 x 45 cm aja tapi beratnya lumejen , namanya juga keramik.
Ga pake mikir lagi gue banting tuh lukisan ke kepala Radit. Sialnya, pas gue mukul, doi bebalik! Makssud gue ngicer kepalanya yang kena malah mukanya!
Wuiihhh… film film horor hongkong kalah sama adegan dikamar gue hari ini! Muka Radit udah ngga keliatan lagi warna kulitnya ! Cuman didominasi sama warna merah ! darah ngucur ga jelas dari mana, yang jelas nutupin semua mukanya dan juga seprei kamar tidur gue.
“aaahhh aaahh aahhh” radit teriak teriak kesakitan. Tangannya nutupin mukanya.
Sesaat gue bengong. Ga nyangka bakal sesadis ini endingnya. Merinding jug ague ngeliat darah segitu banyak. Ini bukan film cin, nyata! Baru sekarang gue tau kalau darah itu ada bau yang khas! Kaya bau amis amis ikan gitu deh. Sampe gue tahan napas dan tutup hidung gue. Perut gue mulai mual mual. Kaya mau muntah. Pemandangan di depan mat ague bener bener disturbing. Bikin gue akhirnya ngabur kekamar mandi dan muntah! Menjijikan banget. Warna darah nya juga ga merata . ada sebagian yang merah terang terus ada yang kaya gumpalan gumpalan warnanya merah tua. Hiii….
Gue tinggalin Radit di kamar . Gue telepon bantuan. Siapa lagi kalau bukan bokap.
“Radit kenapa?”
“Mukanya bedarah . Pokoknya musti ditolongin deh pap”
“Mukanya bedarah gimana?”
“Pokoknya minta kirimin suster apa dokter deh pap.” Gue ga tau gimana ngejelasinnya.
“kamu ngga apa-apa?”
“Ngga. Cepetan ya pap. Ntar dia keburu mati keabisan darah!”
Gue mulai panic juga ngebayangin kemunginan itu! Kalo radit mati gimana? Kalo Cuma mati doang sih ga penting tapi kalo matinya dikamar gue? Ngga lucu sangat! Gue ogah urusan sama polisi . Manalagi nama bokap bakal keseret seret! Gue denger orang tuh bisa mati kehabisan darah. Kalo ngeliat darah yang ngucur di muka dan kepala radit kayaknya dalam waktu sejama kalo ga di berhentiin tuh darah, doi bakal kehabisan stok darah dan the end deh.
Abis nelepon, gue balik lagi ke kamar. Sebenernya males banget tapi mo gimana lagi dong. Gue kan kudu tau keadaan doi. Doi ternyata udah duduk di pinggiran tempat tidur gue. Sprei gue dan sarung bantal gue dipake ngelap darah dan ngeganjel luka di jidat sebelah kanan atas deket kuping doi. Kayaknya sih sumber kucuran darah itu dari situ tuh makanya doi teken pake sarung bantal.
“sakit jiwa loe!” bentak doi.
“Gue? Psiko? Loe tuh yang binatang!”
“Loe mau bunuh gue?”
“kalo bisa, why not! Mau gue beri lagi? Mau gue habisin idup loe? Tinggal ngomong aja kok!” gue nantangin. Jujur. Asli. Gue rasanya emang pengen bener ngabisin doi!
“hati hati loe sama gue! Loe pikir gue siapa?”
“gue pikir loe sohib gue. Tapi gue salah! Loe cuman sampah busuk bau dan najis!”
Radit cuman senyum sinis.
“Orang kaya loe emang musti dikasi pelajaran pait kali ya?”
“ga perlu dari elo! Pait udah gue rasain sendiri! Ga perlu loe repot ngasih gue pelajaran. Emang loe guru?”
“Gue bisa ancurin idup loe tau!”
“idup gue emang udah ancur”
“Gue buat lebih ancur lagi! Kalo perlu idup bokap loe jug ague ancurin!”
“jangan bawa bawa bokap gue!” Gue langsung mendelik. Loe boleh hina gue, gue kebal! Loe boleh salahin gue karena emang gue salah udah nendang buah zakar dan nimpuk muka loe sape bedarah darah, tapi bokap gue ga ada urusannya ama elo! Kata gue dalam hati. Gue samperin doi. Pasang badan gue. Doi udah lemes jugalah palingan ga bakal kuat ngelawan gue.
“Loe liat aja nanti.” Radit nyengir sinis.
Sumpah. Gue kaget juga ngeliat radit. Seakan akan gue ga kenal orang yang ada didepan gue ini. Doi bukan lagi radit sohib gue the members of D Ngocols. Gaya bicaranya, dan tatapan matanya ngga sama lagi. Gue juga ga tau darimana doi punya keberanian buat nomplok gue dan mau merkosa gue! Selama ini emang doi ada hati sama gue. Tapi gue cuekin juga doi ngga pernah protes. Ga pernah juga doi ngebahas soal perasaan terpendamnya itu. Dan doi tetep baek sama gue. Tetep nunjukin rasa sukanya tanpa berani agresif ngungkit ngungkit ato maksa gue buat ngebales perasaannya.
Tapi sekarang mendadak doi nyerang gue! Bukan maksa gue ngebales cintanya lagi, tapi maksa gue nyerahin diri gue ke dia! Kampret! Emang bener banget kalo kita tuh ga boleh percaya sama siapapun! Seandainya gue diperkosa sama penjahat, kayanya gue lebih bisa nerima deh, daripada diperkosa sama sohib sendiri! Hati gue kayaknya lebih sakit karena merasa dikhianatin ama orang yang selama ini gue percaya dan gue anggap kaya sudara sendiri! Hati gue sakitnya bukan soal mau diperkosa, tapi karena ngerasa dibegoin dan ketipu! Gue merasa goblok banget dan gue ga suka perasaan ini! Coba kalo loe jadi gue, gimana perasaan loe?
Yang bikin gue lebih heran lagi adalah gaya tenang si Radit. Bukannya mustinya doi panic? Udah gagal merkosa, bedarah darah pula. Bukannya seharusnya dia ngibrit ketakutan dan tengsin beeat? Kenapa jadi doi yang ngancem ngancem mau ngancurin idup gue segala? Udah doi yang salah boro boro malu or takut, malah tenang aja betah di kamar gue.
“Pergi loe! Gue eneg liat muka loe! Ngotor ngotorin kamar gue aja loe. Sampah!” gue usir doi.
“Kata pengacara gue, gue ga boleh ninggalin TKP”
“what?”
Lagi lagi si Radot cuman mesem. Sinis mesemnya. Kayanya doi ngerasa pinter dan nganggep gue bego.
“pengacara gue mobilnya BMW seri 7 supercharged. Tenang. Ga bakalan lama. Bentar lagi doi sampe”
“Ini runah gue! Apa hak loe ngundang2 orang kerumah gue?”
“Apa hak loe mukul muka gue?”
“Bener bener anjing kurap loe ya!” gue makin shock aja. Emosi gue naek lagi. Gue pungut tuh lukisan , mau gue hantemin ke kepalanya sekali lagi. Emang harusnya kali gue habisin aja doi sekalian! Biar mingkem ni anak! Biar bacotnya ga kedengeran lagi bikin eneg gue aja!
Radit bukannya takut atau ngeles. Malah nantangin gue. Dia ngedongak.
“Silahkan! Tapi kalo gue jadi elo, gue mikir seribu kali. Satu pukulan lagi bisa nambahin 4 tahun masa tahanan elo!”
“Apa? Loe mau nyari perkara?”
“Ini udah perkara ga perlu gue cari cari lagi. Loe sendiri yang bikin ni perkara kan?”
“Loe yang mulai! Loe mau perkosa gue!”
“y aloe jelasin aja nanti ama pengacara loe!”
“Gue ga perlu pengacara! Gue ga salah! Orang yang make pengacara tu artinya salah, takut! Supaya ada yang ngebelain nyari celah celah hukum buat nutupin kesalahannya!”
“terserah. Itu teori loe teori gue beda!”
“teori apaan? Teori kacrut!”
Gue ngga takut . Gue teriak teriak emosi karena gue kaget aja ngeliat doi merasa bener. Kalo gue aduin ke tante Intan, nyokapnya, pasti habis doi! Dan kalo gue gedein ni masalah, bakalan rusak tuh nama keluarga doi. Bahkan sampe tujuh turunan ! bakal di jauhin deh keluarga doi sama temen temennya. Kan masyarakat emang gitu. Kejam.
Apalagi dikalangan socialite, yang namanya pertemanan itu ngga lebih dari basa basi. Gue bisa ngomong gini karena gue ngalamin sendiri. Pertemanan cuman jadi networking buat nyari koneksi nge goal ini bisnis bisnis. Kalo ga ada kepentingan bisnis ngga bakal mereka bikin acara kumpul kumpul or party party. Dibalik semua itu sebenernya mereka saingan.
Semua dijadiin ukuran, pada ga mau kalah. Kalau Om Joko bisa ngirim anaknya sekolah perhotelan ke swiss, Om Amir juga ga mau kalah, anaknya yang ga hobby masak juga bakal dipaksa sekolah ke akademi perhotelan dan chef di swiss. Sekedar ngejar gengsi bokap nya doang. Terus kalo anaknya om Joko apartemennya penthouse, anak Om Amir juga bakal dikasi penthouse kalo perlu lebih heboh pake kolam renang plus dana bikin party tiap weekend biar anaknya lebih popular daripada anak om Joko.
Di depan sih Om joko ama om Amir temenan baik. Dibelakang mereka make anak anak bahkan istri istri buat saingan. Kasian juga ngeliat istrinya om amir sih. Seumur hidup kerjanya cuman ngikutin kemauan suami. Itu badan sama muka udah direparasi puluhan kali supaya bisa nyanyingin bininya om Joko. Bininya om Joko indo cin, ngga diapa apain juga emang udah drop dead georgous! Bininya om Amir, asli temanggung, muka jawa manis manis jambu gitu. Mau dipoles ratusan kali juga tetep Jawa ga bakal berubah jadi Barbie. Sampe akhirnya, saking bininya udah ga bakal menang saingan, om Amir nyari pacar baru. Akhirnya sekarang Om Amir ama Om joko saingan buat ngedapetin gebetan yang lebih oke. Sasaran mereka artis artis sih. Makin top si artis kayanya makin bangga mereka. Biarpun tuh artis ga kece kece amat yang penting seleb.
Yang laki aja saingannya kaya gitu apalagi wanita wanita socialite. Persaingan mereka udah ga sehat lagi. Menjurus ke saling berusaha ngejatuhin. Pernah ada tante INGE namanya. Doi buka salon spa di daerah kebayoran baru. Sohibnya tante tante juga, tapi masih lebih muda namanya MEMEY. Tante Inge yang ngerasa lebih tua dan kalah kece nunjukin kelebihannya dengan buka salon. Tante Memey ga mau kalah. Suami doi emang hartanya kalah jauh sama suaminya tante Inge. Tante memey make strategi lain. Doi belagak jadi langganan tetep salon Tante Inge. Doi juga ngebangga banggain dan promosiin banget salonnya sit ante Inge itu. Seolah olah doi kagum ama sahabatnya deh pokoknya. Tiba tiba nih, doi ngirim orang ke salon itu dan orang itu ngajuin complain sampe ke meja pengadilan. Salon dan spa sit ante dituduh udah ngerusak kulit doi. Suntikan silicon nya dituduh palsu dan illegal sampe idung si client itu bengkak bernanah dan harus dipoerasi. Langsung tutup deh tuh salon yang baru juga jalan enam bulanan. Usut punya usut, ga lama kemudian tante Memey buka salon. Semua ex staff tante Inge di bajak dijadiin karyawannya. Si perempuan yang berlagak jadi client dan korban salon tante Inge itu juga ternyata salah satu beautician si salon tante memey. Canggih kan?
Realitanya, kehidupan socialite di Jakarta ini lebih seru daripada reality reality show yang ada di tivi tivi itu. Mereka yang katanya high class society amrik aja ga ada apa apanya dibandingin intrik intrik yang terjadi di tanah Indonesia ini deh. Gue suka ketawa aja kalo nonton reality show. Yah… sgeitu aja dianggep seru. Loe pada belon tau sih yang real itu sebenernya jauuuhhh lebih seru daripada reality show! Jauhhh lebih menarik dan menegangkan!
Makanya gue yakin kalau sampe perkara radit mau merkosa gue ini kesebar dikalangan temen temen bokap dan tante Intan, bakalan abis tuh keluarga doi! Bakal banyak yang tepuk tangan nyukurin Tante Intan. Selama ini sit ante kan pengen banget jaga image sebagai orang yang sosial ibu yang baik yang anaknya ga macem macem. Ternyata…. Anaknya serigala berbulu ayam bowww!!!
Radit ga maen maen, pengacaranya ga lama emang dateng sama polisi. Polisi pada merekasin kamar gue. Udah kaya film CSI aja adegan di kamar gue. Pengacaranya ngobrol bisik bisik berdua. Posisinya masih dikamar gue! Kurang ajar banget kan? Rumah rumah gue, seenaknya aja rapat di kamar orang!
“Mba Alana?” pengacaranya negur gue.
Gue ga jawab cuman gue pelototin aja tuh manusia.
“Boleh saya bicara dengan orang tua mba?”
“orang tua gue ga ada hubungannya!”
“Ntar gue kasi tau alamat kantornya papahnya!” radit nyeletuk. “percuma ngomong sama dia mas, orang sarap!”
“Apa loe bilang?” mau gue samperin lagi si Radit. Tapi polisi ngalangin gue.
“tenang mba tenang…” mereka nahan gue.
“Minggir loe! Ini rumah gue! Keluar sana!!!” teriak gue.
“kamar mbak ini sudah jadi TKP. Kami harus meriksa sampai tuntas. “ kata si polisi yang badannya ceking itu. Mukanya bener bener nyebelin. Muka pungli! Loe tau kan maksud gue? Loe pernah gak sih ditilang ama polisi? Nah, pas loe ditilang itu kan udah keliatan tuh ekspresi muka polentas yang dengan gaya sok ngecek stnk , sim sambil mikirin kira kira berapa ya isi domper loe? Muke korup!
“mau gue bayar berapa supaya loe semua keluar?” tanya gue.
“wah maksud mbak apa nih?”
“ga usah pura pura deh mas. Udah rahasia umum! Sejuta bagi tiga ya?”
“Mbak melecehkan kami. Itu bisa kena pasal !” doi bergaya tersinggung.
“Oh bagus kan kalo gue kena pasal? Artinya gue musti nyogok lebih gede lagi supaya lolos dari hukuman?”
“Wah mbak hati hati kalau bicara. Tidak semua polisi itu seperti yang mbak pikirkan”
“emang loe bisa baca pikiran gue?”
“Mbak..”
“loe baca aja di Koran Koran deh, ga usah baca pikiran gue. Banyak tuh berita penyuapan dan korupsi yang dilakuin departemen loe di polda! Kalo masih kurang juga, gue bisa kok certain kasus kasus nyata nya! “ kata gue lagi.
“Wah mbak kok jadi begini bicaranya? Kami hanya melaksanakan tugas mbak. “
“Di amanin aja pak. Orang gila dia! Daripada dia ngegerocik tugas bapak!” radit nyeletuk.
“diem loe kampret!”
Gue ga tahan lagi. Gue dorong tuh polisi yang ngalangin gue. Gue angkat laptop gue dan gue samperin si Radit. Mau gue hantem kepalanya si Radit pake laptop! Biar kesetrum sekalian kalo perlu. Ngeliat gejala kekerasan, polisi yang lagi sibuk meriksa TKP langsung serempak mengamankan gue. Tangan gue dicekal, laptop gue diambil. Gue ya jelaslah meronta ronta sambil teriak teriak. Bukan teriak “lepasin” kaya di sinetron lho, tapi gue teriakin semua yang ada dikebon binatang. Mulai dari anjing tikus sapi babi monyet sampe kampret.
“tenang mba tenang!”
“monyet loe!” gue ludahin muka si polisi. Ngeliat temennya diludahin yang lain langsung kompak. Gue bener bener di cekal sampai sakit rasanya tangan gue. Pergelangan tangan gue dipegangin sama dua polisi pas di urat nadi. Saking kencengnya gue sampe berasa peredaran darah gue mampet dan nadi gue kayak mau meledak karena cekalan mereka itu. Polisi bow… biar kerempeng kan terlatih buat ngadepin preman preman berbadan body builder! Biar katanya gaji kecil makan susah tenaga tetep kuda bow!
“Aduh” gue akhirnya ga tahan lagi. Akit banget nadi gue.
“Mbak bisa tenang ngga?”
Mata gue tiba tiba ga bisa ngeliat apa-apa lagi . Padahal masih terbuka. Semua blur dan akhirnya jadi putih kaya selembar kain. Gue berusaha banget bertahan supaya ngga pingsan. Gue mau tetek eksis. Mau tetep usaha ngeludahin, nendang dan mukul si Radit sebisanya! Tapi ga bisa. Makin gue berusaha makin jauh aja kayaknya gue dari momen yang lagi terjadi ini.
“Mba? Mba Alana? Mba?”

BAB 31 KLIK DISINI

Hotel Room

Catatan ALANA - Revised!

Buat semua pembaca Loe, Gue, End! berikut adalah cuplikan laporan pandangan mata saat pertemuan aku sama Alana. Buat yang belum ngikutin dari awal, aku ulas dikit ya. Loe Gue End! adalah tulisanku yang aku tulis berdasarkan email fans bernama Alana. Emailnya sudah sejak tahun lalu tapi baru menarik perhatian aku tahun ini tepatnya sekitar Juni.Email-email Alana amat banyak dan subject/judulnya unik, di urutin pake nomer 1,2,3 dan seterusnya. Makanya menarik perhatian aku.
Setelah aku baca, aku makin tertarik lagi untuk membaca email selanjutnya. Sampai akhirnya selesai dan aku balas dengan pertanyaan: apakah boleh aku me re write email email yang Alana kirim untuk aku itu. Bentuk emailnya mirip catatan harian atau cur hat colongan sih. Maka jadilah Loe,Gue, End! yang formatnya juga seperti "diary" .
Menurut pernyataan Alana, cerita ini adalah kisah nyata kehidupannya (walahualam ya) dan karenanya semua nama bahkan lokasi kejadian harus DIGANTI. Jadi semua nama dan lokasi yang ada dalam tulisanku itu sudah diganti/disamarkan agar tidak menyinggung pihak pihak tertentu.
kira kita begitu singkat latar belakang Loe Gue End! yang ternyata menjadi fenomena baru di dunia maya/bloggers - alhamdulilah. berarti insting aku sbagai penulis ngga salah. Cetita ini emang menarik dan layak di publikasikan.

Setelah memasuki bab 27, alana yang tadinya cuek sama aku , mendadak mengemail lagi. tadinya Alana marah karena merasa email2nya dicuekin setahun lebih. dalam emailnya, intinya, Alana minta aku berhenti menulis. Dia malu sendiri setelah membaca lagi kisah hidupnya (yang aku re write). Seolah olah tulisanku membuat dia bercermin dan baru sadar kalau hidupnya ancur banget. Tapi Alana masih bersedia mempublikasikan kisah hidupnya asal dengan tujuan kebaikan.

Singkat cerita, Kamis malam tanggal 8 September (thanks tanggalnya diralat sama pembaca setia di twitter :), aku janjian ketemu Alana di restoran Aphrodite di bilangan Kuningan. Tempat yang dipilih Alana dan kebetulan dekat dengan kantorku di Epicentrum. Alana ditemani papahnya, seorang dokter bedah plastik yang ternyata teman aku jaman SMA. Walau saat SMA aku dan papa nya Alana tidak berteman akrab, sekedar teman satu sekolah saja. Alana ingin agar cerita hidupnya bukan sekedar meng ekspos soal drug and kehidupan liar anak anak golongan the have. Tapi justru ingin supaya hidupnya menjadi gambaran bahwa jadi anak orang "berada" itu ngga seindah yang dipikirkan. Banyak susahnya juga. Bahkan problemanya kadang lebih rumit dibanding kehidupan masyarakat awam pada umumnya. Soal drugs juga agar dijadikan contoh bahwa kenikmatan sesaat membawa bencana. Drugs tidak menyelesaikan masalah sama sekali.

Alana juga ingin tetap menjadi anonymus hanya memberi restu untuk penerbitan novel Loe Gue End! serta berharap sebagian keuntungan akan disumbangkan. Karena saat ini Alana sudah merasa "terlahir kembali" dan tidak mau menyinggung perasaan orang orang yang disayanginya, maka biarlah hanya kisah masa lalunya saja yang diketahui orang banyak tetapi pribadinya tidak perlu dikenal.

Cerita Loe Gue End! akan berakhir dengan surat Alana (di edisi cetak)dan dihiasi email2 asli alana (di edisi cetak) untuk membedakannya dengan edisi internet/blog zara ini.

Sebagai gambaran sosok Alana mungkin aku bisa melukiskan dengan kata-kata. Orangnya tinggi semampai . Tidak kurus tapi tidak gemuk. Potongan badan Alana kaya tomboy, khas model deh. Rambutnya ngga kelihatan karena Alana mengenakan kerudung (jilbab) - Subhanallah. Malam itu Alana pakai kerudung putih dan baju Muslim putih dengan bawahan celana jeans. Sepatu sandal putih juga. Wajah Alana tidak disapu make up sama sekali hanya bedak tipis saja. Kuku tangannya juga tidak dilapisi cat kuku. Polos. Gitu kesan pertama. Pun tidak memakai perhiasan apapun kecuali giwang mutiara putih. antara Alana dan ayahnya hampir tidak ada kemiripan sama sekali. Papa Alana tidak kelihatan seperti dokter. Santai pakai polo shirt merah garis garis dan celana jeans. Potongan badannya sedang sedang menjurus gemuk (maaf ya... tapi fakta :) ) Pakai kaca mata rada gelap rambutnya sudah beruban dan tidak dicat agak ikal ikal rambutnya papanya Alana. beliau adalah teman satu SMS aku dulu.
Alana sudah menikah dan sedang berusaha mendapatkan keturunan (ikut terapi supaya cepat hamil) Suaminya adalah pengusaha yang bergerak di industri alat alat berat dan kini berdomisili di luar Jakarta. Santika tetap di Bali dan Santika itu juga nama asli menurut Alana. Alana yakin Santika tidak akan membaca Loe Gue End! karena Santi telah mendedikasikan hidupnya untuk berpisah dari dunia luar dan tinggal di asrama menjadi semacam bhiksu wanita yang sesehari bersemedi, bertapa, beribadah dan terputus sama sekali dari dunia luar. Bahkan di asrama tidak ada listrik apalagi internet.


Demikian cuplikan pertemuan aku dengan Alana. Insyallah sesuatu yang diawali dengan niat baik akan berakhir dengan baik pula. Amin.

Salam hangat dari Epicentrum Kuningan
Zara Zettira ZR

Hotel Room

Loe,Gue,End! (29)

BAB 29


Kalo loe loe anggap dunia astral itu ga ada, terserah. Jangankan dunia astral, yang ngga percaya sama alien aja masih banyak kok. Padahal udah kebukti secara science, di planet lain tu ada tanda tanda kehidupan. Artinya ada mahluk laen di planet diluar dunia kita ini. Kalo loe mau iudp di dunia kecil loe sendiri, up to you. Tinggal masalah waktu aja kok, bentar lagi juga (bahkan sekarang juga udah si sebenernya) dunia astral itu bisa dibuktiin ama science. Kalo loe ngerasa diri loe spiritual, religious dan semua itu bikin loe ngga mau percaya ada dunia orang mati atawa lapisan kehidupan lain, ya gapapa juga. Anggep aja ini dongeng kaya Harry potter, sip? Kalo loe anggep cerita gue ini khalayan kaya Harry Potter, gue seneng seneng aja. Artinya gue ini jenius dan loe samain ama JK Rowlings! Gile. Zara Zettira aja ga bakal bisa ngayal kaya gue!
Tanpa gue minta dan ngarep, tau tau gue dijemput sama Santika. Rasanya kaya kesetrum. Gila… main narik aja!
“gila loe ya?” kata gue begitu ngeliat Santika di depan gue. Alam yang gue masukin serba putih. Dingin. Ada angina juga sepoi sepoi.
“aku seneng kamu baik baik aja”
“Selama gue ngga loe tinggalin lagi kaya tempo hari, gue bakalan bae bae aja!” kata gue judes masi keinget pas gue ditinggalin di tengah angina putting beliung sampe nyasar ga tau gimana caranya balik ke dunia gue! Sampe gue divonis mati dan ampir dikubur! Kebangetan!
“ngapain loe narik gue kemari?”
“aku ngga narik. Pikiran kamu sendiri yang narik kita”
“Gue lagi BB an sama radit! Bukan lagi mikir! “
“tapi kamu pasti mikirin aku secara ngga kamu sadari”
Akhirnya gue sadar. Emang gue lagi mikirin santika, gara gara ngeliat foto aneh itu. Mumpung orangnya ada di depan gue, gue Tanya aja ya?
“kok muka loe bisa ada di foto sih?”
“Bali?”
“Loe tau?” gue heran. “loe bisa baca pikiran gue?”
Santika ngegeleng.
“aku tau karena aku inget. Pas kamu di Bali, aku emang pengen banget ketemu kamu. Tapi mamah ngelarang. Akhirnya aku Cuma bisa ngebayangin, seolah olah aku ada ditengah tengah kamu. Nikmatin malam tahun baru sama kamu dan temen temen kamu”
Tuh kan. Loe tau kan kenapa gue males urusan sama si Santika? Karena omongan doi yang suka ngebingungin. Aneh aneh. Bikin males tapi juga bikin gue jadi pengen nanya nanya. Padahal gue males ngomong ama doi.
“Kok Cuma ngebayangin, muka loe bisa kerekam kamera?”
“ngga ngerti juga” tumben doi ga punya penjelasan apa-apa. Gue kirain doi serba tau. Serba lebi tau dari gue soal yang gaib gaib gini. Ternyata terbatas juga pengetahuan doi.
“Tumben loe ga bisa ngejelasin”
“Aku juga masih belajar.”
“belajar apaan?”
“belajarin kehidupan”
“hidup tuh buat dijalanin bukan dipelajarin! Kalo pas idup loe belajar kapan loe idupnya?”
“maksud aku, kehidupan lain. Kehidupan diluar kehidupan yang kita jalanin”
“cape deh”
Gue udah pengen cabut. Tapi, seperti sebelumnya, gue ga tau gimana caranya keluar.
“balikin gue dong!” akhirnya biar rada gengsi gue lontarin juga kata kata itu. Tapi gay ague bukan minta tolong, melainkan merintahin doi.
“Aku pikir kamu udah bisa?” Santika keliatan bingung “waktu itu udah divonis mati aja kamu masi bisa balik?”
“Gue lupa caranya! Dan gue ngga mau inget inget semua itu! Gue gam au percaya tahayul. Oke?”
“Oke”
Santika lalu megang tangan gue. Tangan kanannya megang tangan kiri gue.
“Tarik nafas dan tahan…”
Gue ikutin.
Santika merem. Gue juga ikut merem tanpa nunggu disuruh.
“Pikirin kamar kamu. Atau tempat terakhir kamu sebelum kemari”
Gue mikirin kamar gue? Apanya yang mustri gue pikirin?
“Maksud aku, bayangin kamar kamu” Santika ngeralat. Kaya bisa baca pikiran gue aja ni orang. Kadang gue merinding juga sih. Gue tetep yakin Santika rada rada dukun. Kan dia sendiri yang bilang kalo dia lagi belajarin dunia lain. Itu kan sama aja dukun. Belajarin mahluk gaib, dari dunia gaib yang orang normal ga bisa liat or ga bisa masuk. Gue gam au nanya nanya, ntar doi keg e eran. Apalagi kalo doi ngira gue tertarik. No way! Gue sama sekali ngga tertarik.
Biar katanya gue ini berbakat secara alami bisa masuk dunia lain, bisa ngejalanin out of body experience, gue ngga mau ngedalemin bakat itu. Ngapain juga jalan jalan ke dunia laen? Belajarin kehidupan laen? Hidup yang satu ini aja, yang gue jalanin sekarang ini, udah ribet. Ngapain nambah nambahin masalah? Kaya orang kurang kerjaan aja.
Mungkin si Santika itu emang ga suka ama hidupnya di dunia nyata ini. Lebih nikmat kalo masuk ke dunia lain. Ya itu urusan dia sih. Biarpun gue tau dan udah masuk ke dunianya si Santika itu, bukan berarti gue harus ikut ikutan mempelajarin kaya doi kan? Gue tetep gue, dia tetep dia. Biarpun ada bukan berarti gue harus percaya. Ya cukup gue tau aja dunia itu ada. Gue ngga mau punya kehidupan ganda. Gue udah pernah nyoba ‘dunia lain’ sebagai pelarian dunia nyata gue – dengan drugs dan hura hura. Dan gue udah buktiin kalau semua itu maya aja. Maksudnya sementara banget. Cuman kedok doing yang ngga lama. Yang ngga akan nyelesain masalah yang mau gue hindarin. Malahan bikin masalah gue makin berat dan problem gue makin banyak.
Sejelek jeleknya efek drugs itu sama Fifi, Lina dan Timo, sebenernya menurut gue sih mereka termasuk beruntung. Karena drugs itu udah ngasi efek permanen yaitu kematian. Mereka bertiga udah ngga ribet lagi ngadepin problem di dunia sekarang. Ya kali bagi sebagian orang pemikiran gue itu kayaknya kejem dan sadis banget. Kok sahabat metong gara gara drugs gue anggap berkah? Kematian gue syukuri. Ya daripada lumpuh seumur idup gara gara drugs? Cacat? Ya mendingan meninggal dengan tenang kan.
Biarpun gue anggap Timo fifi dan Lina beruntung, gue ngga mau juga sih mati karena drugs. Buat gue, hikmah dari kematian tragis mereka itu adalah : kebukanya mata gue. Pelajaran mahal yang gue dapat dari kematian temen temen yang gue sayangin kaya sudara sendiri. Kalau gue cuek dan ngga mengambil hikmahnya, gue yakin mereka bertiga bakal nangis bahkan marah. Karena pengorbanan mereka ngga ada gunanya. Gue yakin mereka bertiga ngga mau gue ngalamin nasib yang sama.
Kayaknya dari segala peristiwa, dari yang pahit, serem sampai yang tragis, gue tetep bisa ngeliat hikmahnya. Pasti ada dua sisi. Sisi apes atau buruk dan sisi terang dan bermanfaatnya. Tragedy seseorang bisa jadi manfaat bagi orang yang lain.
“Sampai ketemu lagi…. Kak”
Suara Santika kedengeran samar samar. Gue buka mat ague, tapi yang ada didepan gue bukan si cebol genoy itu lagi.
“Radit?”
Gue liat muka Radit rada tegang. Kaya marah. Gue udah dikamar, di posisi duduk sandaran tembok diatas tempat tidur gue. Gue balik dengan sukses!
“Kapan dateng?” Tanya gue.
“Nih…” radit ngelempar print out bookingan tiket ke Bali. Gayanya jutek abis kaya orang lagi bĂȘte.
“napa loe? Kalo ga ikhlas ga perlu loe bayarin tiket gue” gue tersinggung ngeliat gayanya. Emang gue minta minta? Doi sendiri yang inisiatif ngebookingin tiket. Lagian gue juga uda ngga perlu ke Bali sebenernya. Kan gue udah ketemu ama Santika dan doi udah ngejawab misteri munculnya muka doi di foto gue itu.
“gue kecewa aja. Kata loe, loe ga pernah bohong?”
“maksud L?”
“Kata loe, loe ga munafik. Ngomong apa adanya. Taunya…? “
“loe ngomong apa sih?” gue males banget sebenernya ngebahas.
“Gue udah nebak, loe pasti lagi high pas bb an am ague. Ternyata,…bener kan?”
“Siapa yang high?”
“Buktinya, gue dating loe lagi terkapar. Udah 30 menit gue disini tau!” kata radit.
“Gue bukan high cumi! Gue lagi…”
Radit natap gue seakan menunggu kalimat gue selesai. Tatapannya kaya orang ngecengin gitu loh. Seolah olah doi mau bilang “mau nyari alesan apa loe Lana?”
Padahal gue berhenti bukan karena lagi nyari alesan atau mau ngarang ngarang alesan. Gue males ngucapin kata kata itu. Gue yakin radit ngga akan percaya deh. Jangan jangan doi malah makin yakin kalo gue lagi berhalusinasi under drugs.
“ayo…terusin dong kalimat loe” Radit nantangin.
“ah..udah deh percuma. “ gue bener bener males.
“kehabisan alesan?”
“Terserah loe deh. No bca loe berapa?” gue nyalain laptop gue.
“nom,or bca gue?”
“yoi. Gue ganti duit tiket loe”
“kenapa?”
“gue ga jadi berangkat”
“Lho? Kok? Lana…gue ga marah sama elo. Loe jangan ngambeg dong”
“loe marah am ague juga ga ngaruh kaleee. Gue emang ga jadi brangkat aja.” Jawab gue cuek.
“Loe pasti mikir gue marah. Gue ga marah. Gue Cuma kecewa aja karna gue pik,ir loe bener bener jujur am ague. Urusan loe masih make sih ga masalah. Ga bikin gue marah Lan” sekarang radit malah yang kebingungan sendiri.
Ge er banget ni manusia satu. Doi pikir, kalo doi pasang muka ngambeg bakal ngaruh kali ke gue? Sorry. Gue tau radit udah lama punya perasaan special ke gue. Tapi harusnya radit juga udah tau kalau gue ga punya perasaan special ke doi dong. Kan udah lama banget gue ngga ngerespon. Malahan gue ngejauh karena ga mau doi salah sangka or terkesan ngasih harapan.
“Lan…”
Gue nengok “berapa nomor bca loe?”
“itu ga penting!” suara Radit mendadak emosi. “gue mau nanya sesuatu”
“penting ga yang mau loe tanyain?”
“penting banget buat gue”
“buat gue? “
“Itu gue ga tau. Tapi gue perlu jawaban loe”
“kalau gue bisa jawab ya bakal gue jawab.”
“Loe sebenernya….”
Gue nebak nih , pasti doi mau bilang : loe sebenernya gimana sih sama gue? Suka ga sama gue? Tapi tebakan gue salah cin!
“….loe sebenernya…lesbian ya?”
“kampret!!!” gue teriak . Abis itu gue ngakak sendiri jadinya. “waaakakakakakaka lesbian? Gue? Ga salah? “
“abis, loe ga pernah punya cowok. Naksir cowok juga ga pernah. Perhatian gue, sinyal sinyal yang gue beri kaya angina lalu aja buat elo. Ngga ada reaksi samsek. “ radit ngasih serangkaian alasan.
“terus karena semua itu lo putusin kalo gue lesbi? Dangkal banget sih loe. Gue piker loe pinter taunya otak loe segitu aja ya?” gue masih mules nahan ketawa.
Radit rada tersinggung. Ya gemana ga tersinggung dikatain dangkal alias bego.
“sorry beb.” Akhirnya gue rada tenang “bukan gue ngatain loe bego, tapi kok loe bisa bikin kesimpulan secepet itu kalo gue lesbian?”
Kayaknya, kalo Cuma karena gue ngga pernah punya cowok atau naksir cowok, ga cukup deh buat jadi alesan bahwa gue ini seorang lesbian. Potongan gue aja masih cewek tulen ngga tomboy. Gue juga suka liat ryan Reynolds, judd law dan suka keringet dingin kalo liat Mike Lewis berpose sexy mamerin otot perutnya yang 6 packs itu. Tapi kan gue ngga perlu laporan sama radit? Semua itu cukup buat gue nikmatin sendiri aja.
“loe tau ga dit kenapa gue males pacaran?”
“kenapa?”
“yak arena cowok model kaya elo gitu!”
“hah?”
“ga perlu gue jelasin, loe pikirin aja sendiri. Gue ga suka di judge. Di nilai nilai. Gue ga suka ditebak tebak. Kalo loe suka gue ya sukain gue apa adanya. Biar temen atau pacar, rasa suka itu ya suka aja. Jangan karena harapan loe ga kesampaian terus loe nebak nebak yang negative tentang gue. Loe terima aja naib loe, bahwa gue ngga tertarik sama elo! Titik. Selesai. End! Tapi loe malah nyari nyari pembelaan. Kenapa? Supaya loe ngga merasa minder ditolak? “ kata gue lumayan panjang. Padahal awalnya gue bilang gue gam au ngejelasin, ga taunya malah nyerocos panjang kaya nyokap nyeramahin anaknya aja.
Radit ngga ngejawab. Dia Cuma nunduk menghela nafas dikit.
“I see”
“Sorry. Gue blak blakan.”
“I know”
“Sorry gue bukan lesbi dan gue ngga tertarik sama elo”
“sama cowok lain? Apa ada cowok yang loe suka?”
“ya ada lah”
“Siapa? Timo ya?” Radit masih penasaran.
“apa bedanya? Mau si Timo kek, mau si Ryan reynold kek,siapa kek. Yang jelas I say no to you. Ribet amat”
“gue ga boleh tau?”
“ga penting. Mendingan loe focus nyari cewek lain aja. Gue denger nyokap udah heboh pengen loe cepet kawin tuh. Jangan sampe loe dikira gay gara gara kelamaan nungguin gue. Sip?”
“enteng banget sih loe kalo ngomong”
“idup udah berat, jadi ngomong yang enteng enteng aja. Bubyeeee” gue ngasih dadah. Maksud gue, pergi deh loe jangan ngabisin waktu gue ngebahas soal yang ga penting.
Tapi Radit bukannya pergi. Gue bener bener kaget waktu doi malah nyamperin gue. Gue masih duduk di tempat tidur. Laptop di pangkuan gue. Tau tau Radit udah mendekat, bayangan badannya nutupin monitor laptop gue. Pas gue dongak, mukanya udah diatas ubun ubun gue.
“apaan sih loe?”
Muka radit memerah. Keringetan pula padahal AC dikamar gue kenceng banget. Nafasnya mendadak jadi tersengal sengal kaya orang habis lari marathon. Gue jadi merinding ngerasain aura Radit yang berubah total ini.
“dit? Apaan sih?”
Radit ngga ngejawab, ngga bereaksi sama sekali. Dia udah focus banget sama tujuan yang ada dikepalanya.
“Radiitttt!!!!!!” gue berteriak waktu dia nerkam gue kaya serigala jadi jadian!


BAB 30 KLIK DISINI



Hotel Room

Tuesday, September 6, 2011

Loe,Gue,End! Update buat pembaca setia yang menunggu nunggu :)

September 5, 2011

Dear semuanya... pertama tama, masih dalam suasana Iedul Fitri, Zara sekeluarga mengucapkan minal aidin mohon dimaafkan. Terutama mohon maaf karena belum meneruskan cerita Loe Gue End! .
menurut janji dan rencana serta materi email dari Alana yang masih ada, awal September Zara sudah memposting lanjutan chapter Loe,Gue,End!
Tapi karena ada perkembangan (positif) jadi tertunda. Karena bagaimanapun kisah ini diangkat dari email seorang fansku yang bernama Alana. Penulisan bab bab Loe Guie End! juga atas persetujuan tertulis dari yang bersangkutan. Namun agaknya Alana kini merasa ingin sedikit terlibat dalam penulisannya, maka Alana meminta waktu untuk bertemu dan mendiskusikan lanjutannya. Saat ini status aku masih menunggu waktu Alana untuk ketemu. Jadi maaf dan sabar ya....

Kedua, insyallah Novel Loe,Gue,End! akan diterbitkan oleh sebuah group publishing baru. Ada edisi umum dan ada edisi terbatasnya seperti biasa. Limited edition novelku akan di tanda tangani oleh aku dan Alana (yeay!!!!) walaupun Alana tetap mau stay "anonimus" karena menyangkut kepentingan beberapa pihak terkait. Insyallah Mid October sudah ada edisi cetaknya.

Ketiga, buat semua yang telah mengirimkan email PRE ORDER , please jangan kuatir. Sabar ya... kalau sudah ada skedul pasti akan dihubungi dengan cara cara pemesanan dll. Semua email PRE ORDER dan KOMENTAR yang masuk ke zararamadi@hotmail.com akan disimpan, dibaca, di data dan dibalas. Tapi butuh waktu karena untuk membalas aku juga butuh info kepastian juga kan hehe.

Keempat, dengan senang hati silahkan membagi blog link Loe Gue End! ini kemanapun :) Ga perlu ijin aku toh ini memang sudah dipost di internet untuk publik.

Kelima, di dalam novelnya insyallah akan ditampilkan sebagian email email ASLI ALANA. Untuk membedakan versi online dengan versi cetak. Juga chapter penutupannya serta pesan kesan dari Alana.

terakhir, aku masih membuka kesempatan untuk para graphic designer yang kreatif dan mau jadi sukarelawan menyumbang ide ide untuk Cover Novel Loe Gue End!. Nanti desain desain yang masuk akan aku sampaikan pada penerbitnya. Siapa tau ada kecocokan. Mudah mudahan lewat dunia maya dan networking aku bisa menjembatani generasi muda dan dunia industri (buku/cetak) ya...

Wass

Zara






Hotel Room

Tuesday, August 23, 2011

Email terakhir dari Alana

Asli ya, aku copy paste seijin Alana.

Dear mba Zara yang baik
pertama tama gue minta maaf karena sebelonnya gue marah marah sama mbak. Kedua gue salut karena mbak gak sun gkan nulis kemarahan dan sumpah serapah gue tentang diri mbak sendiri. Kudos for you! Ketiga, gue ngaku gue salah paham menilai mbak. Keempat, papa beneran kenal sama mbak dan papa kirim salam buat mbak bahkan janjinya mau ikut kalo gue ketemu mbak one day.
Sekarang gue ngga di Jakarta. Sejak email terakhir yang belon sempet mbak tulis dan posting itu, gue pindah ke luar Jakarta. Nanti gue kasih tau lokasi gue kalo mbak udah ngasih pin BB mbak.
Gue ikutin semua postingan mbak dan jujur pas ngeb aca tulisan mbak gue jadi nangis sendiri. Padahal waktu ngalamin semua itu gue santai aja. biasa aja. Tapi pas ngebaca malu banget gue sama idup gue mbak. Dan malu juga udah ngemail curhatan gue ke mbak.
Asli gue lega pas nulis dan ngemail ke mbak makanya gue bombardir email mbak sama curhatan2 gue. Mbak mendingan buka konsultasi psikology aja kan katany mbak psikolog bukan? Bener gak sih?
padahal gue gak kenal sama mbak tapi gak tau kenapa gue kok malah curhatnya sama mbak. Kali karna gue merasa aman dan nyaman curhat sama orang yang ngga ken al sama gue ya? menurut teori psikologi gimana mbak?
Supaya mbak lega, gue akhirnya ngemail mbak lagi. Sebelum mbak lanjutin cerita gue, tolong dipending dulu. Karena gue ga mau cerita itu cuman jadi borok kebusukan idup doang mbak. Gue baca komentar2 di blognya katanya ceritanya insipratif. Jadi mendingan gue bicarain aja sama mbak mengenai endingnya supaya borok kheidupan gue bukan cuman jadi cerita sampah tapi bisa jadi insiprasi supaya anak2 lain ga ngalamin yg gue alamin.
Gue sekarang udah berubah banyak dan believe it or not gue ber kudung sekarang mbak. Tapi nama gue tetep Alana dan gue tetep Alana. Alana nama asli gue mbak kalo mbak pikir gue ngarang2 doang . Makasih mbak uda nyamarin semua nama nama lain. Kenapa nama gue ga disamarin juga sih mba? kali mba pikir itu nama boongan ya?
Anyway anyhow, abis lebaran gue ada rencana ke Jakarta. Kasi pin bb mbak ya nanti kita kontakan dan ketemu. Gue dukung kalo mau di bukuin tapi gue tetep mau anonimus aja mbak. Gue gak minta apa-apa cuman kalo bisa sebagian penjualan bukunya nanti disumbangin ke pesantrennya almarhum nyokap gue aja. Nyokap kan donatur disana dulunya. Dan kalo boleh juga gue m inta anak2 disana semua dikasih bukunya juga.
Kayaknya gitu aja dulu deh mba selanjutnya kita bbm an aja. Makasih banyak udah ngeringanin beban perasaan gue dan udah bikin busuknya idup gue jadi inspirasi buat banyak orang. Sekali lagi maaf kalo gue kasar sama mbak. Loe, Gue never Ending mbak. Ralat ya... gue pingin bertemen sama mbak sebenernya tapi gara2 dicuekin gue jadi keki sendiri sampe ngemail Loe Gue End! ke mbak.
Lana.



Hotel Room

LOE,GUE,END! closing

Untuk semua yang setia membaca dan menunggu nunggu lanjutannya, aku mohon maaf karena belum bisa meneruskan. Tetapi ada khabar yang menyejukkan. Alana yang menginspirasi kisah ini melalui email2 nya setahuan yang lalu pada saya, akhirnya menghubungi saya lagi.

Saat ini saya sedang berusaha mengatur waktu untuk bertemu dengan Alana. Kisah Loe,Gue, End! sebetulnya kisah Alana (atau yang mengaku bernama Alana kan bisa saja ya pakai nama palsu di email) yang di kirim dalam bentuk email seperti diary pada saya.

Alana mengaku mengikuti cerita yang saya tulis berdasar emailnya dan atas seijinnya. Ia merasa terharu dan alhamdulilah email terakhirnya tidak lagi menyiratkan "kemarahan hati" seorang Alana. Bahasanyapun sudah jauh beda dengan email2 sebelumnya. Seakan dia sudah menemukan ketenangan dalam diri/hidupnya.

Insyallah sehabis idul fitri saya akan berjumpa dengan Alana yang saat ini (katanya) menetap di luar Jakarta. Semua masi misterius tapi insyallah juga Alana mau tampil membuka diri pada saya dan kita semua yg sudah menikmati kisah hidupnya.

Alana ingin kisah ini di bukukan dan sebagian keuntungan hendak ia sumbangkan pada pesantren/panti asuhan di Bali yang dulu di sokong oleh almarhum ibunya.

Untuk closing bab terakhir, saya harus menunggu sampai ada pembicaraan dengan Alana walau sebenarnya masih ada 2 email lagi yang tersisa dan bisa saya rewrite, tapi Alana minta saya menunda untuk membicarakan closing dari kisah hidupnya ini agar tidak menyinggung pihak pihak tertentu.

Selamat menjalankan ibadah puasa untuk saudara2 Muslimku...

Wass
Zara



Hotel Room

Saturday, August 6, 2011

Loe,Gue,End! (28)

BAB 28
Nama gue Alana dan air mata gue kayaknya udah kering. Pita suara gue juga udah ledes lecet berdarah karna gue pake teriak teriak seharian. Sampe sampe tim suster semua jadi ribet ngurusin gue, bukannya ngurusin Lina ama Timo lagi. Saking histerisnya gue sampe di suntikin obat penenang, obat tiudr, obat apaan lagi gue ga tau deh. Tapi karna badan gue kali udah imun sama yang namanya drugs, konon sampe disuntik berkali kali melebihi dosis manusia normal, tetep ga ngaruh. Akhirnya sukses setelah gue dikasi “dosis over”. Artinya gue finally tepat karena Over dosis! Tapi karena yang ngasih dosis over itu orang orang medic, istilah over dosis jadi ngga berlaku.
Pernah gak elo keilangan sahabat loe sekaligus dalam satu hari? Gue ngga mau nulisin detailnya karena gue kebayang baying terus jadinya. Gue mau lupain semua itu. Tapi apa bisa?
Si bencong ngga ketolong. Biarpun gue udah ngamuk ngamuk sama dokter dan nuduh dokter matre gam au nolong dengan segera, gue harus nerima akhirnya bahwa idup mati itu emang bukan ditangan siapa-siapa . Bukan ditangan dokter juga. Ga bisa gue nyalahin siapa-siapa, biarpun gue tetep minta Bokap buat ngusut kematian si Lina. Kali kali aja malpraktek.
Kan kasus malpraktek bukan barang baru di Indonesia. Cuman banyak aja yang di tutup tutupin. Keluarga yang jadi korban juga udah males ngeributin dan ngusut ngusut. Soalnya uda sibuk sama pemakaman yang meninggal. Gue denger artis penyanyi cowok legendarius Indonesia juga katanya korban malpraktek. Keluarganya ngebandingin pemeriksaan dan pengobatan di Jakarta sama si Singapur. Rumah sakit Singapur nyalahin treatment rumah sakit Jakarta. Tapi mau main salah salahan juga emang ada gunannya? Toh orangnya udah meninggal. Emang kalo ketauan sapa yang salah terus tuh orang bisa idup lagi? Kan nggak juga.
Gue heran kenapa gue jadi punya pemikiran kaya gitu. Seingat gue, gue orang yang spontan dan meledug ledug. Gue ga suka mikir. Gue lebih suka bertindak. Soalnya pikiran ama omongan nurut gue ga berguna deh. Mikir boleh tapi jangan kelamaan apalagi kepanjangan. Tapi blakangan ni sejak gue mulai nguraingin konsumsi alcohol dan drugs gue, kayaknya gue lebih banyak ngabisin waktu buat mikir. Malah gue kaya nikmatin banget proses mikir itu. Yang ga penting penting juga suka gue pikirin.
Kaya misalnya pas stuck di macet, otak gue langsung jalan. Mikirin cara ngatasin kemacetan. Gila aja secara gue bukan walikota Jakarta. Walikotanya aja kagak mikirin kaleee… soalnya pejabat kan jarang ngerasain macet. Kan kalo mereka liwat, wayfarernya udah bukain jalan dulu. Yang laen di stop , lalulintas mandeg, gara gara si komo lewat. Apalagi kalo pas bulan puasa. Seolah olah cuman mereka doang kali yang pengen buru buru sampe rumah dan buka puasa. Nyetop jalan seenaknya. Sudirman dan Kuningan yang luar biasa macetnya itu udah serasa kaya jalan tol buat pejabat. Makanya ga pernah ada solusi kemacetan yang efektif dari mereka, karena mereka ngga pernah ngerasain macet kok. Em?
Waktu Timo ama Lina dibawa ke rumah sakit juga gue histerikal ngadepin kemacetan. Jendela mobil gue turunin, kepala gue nongol sambil teriak teriak “Minggir!!! Minggir loe semua!!! Minggir!!! Temen gue sekarat!!!!”
Tapi yang ad ague cuman diliatin kaya mahluk dari planet aja. Boro boro mereka pada minggir.
“Minggir! Malah melototin gue lagi!” gue bentak satu pengendara motor yang jelas jelas ngalangin mobil kita. Bukannya nyadar malah ngebentak gue tuh mas mas.
“emang situ sapa? Nyuruh nyuruh seenaknya. Polisi juga bukan!”
“Polisi mana pernah nyuruh minggir? Yang ada juga cuman nyuruh stop trus dimintain tilang!” semprot gue.
“Mbak kok nylot sih?” doi sekarang mulai panas, kaca depan helemnya dibuka. Mukanya sih muka jawa gitu. Muka mas mas. Ngga ada serem seremnya sama sekali. Tapi bacotnya gede juga.
Kita berdua jadi saut sautan, soalnya stuck ditengah kemacetan dan bersebelahan, Kalo doi minggir sedikit aja, mobil kita bakal bisa nyelip dan maju satu dua meter. Tapi ni orang malah nyolotion gue.
Karena jengkel plus panic gue turun. Gue semperin dan gue deketin muka gue ke mukanya. Si Mas mundur. Mulai grogi doi ngeliat kesangaran gue.
“mau minggir gak loe?”
“Apaan sih” udah mati gaya doi. Kehabisan kata kata buat ngejawab.
Gue dorong badannya dikit. “minggir! Budeg? Buka tuh helem biar bisa denger!”
Pas gue udah mulai ngelakuin kontak fisik, para pengendara motor yang laen mulai kompak. Tau tau mereka semua pada ngebuka kaca helemnya dan ikut komentar.
“sabar mbak!”
Malahan ada yang turun dari motor dan sok sok misahin gue dari si mas.
“Mbak ada apa nih…”
“jangan rebut ditengah jalan mbak”
“damai aja deh mbak damai…”
Lho, kenapa semua jadi ke gue? Kenapa yang disuruh sabar, damai dan tenang cuman gue?
“Kalo anak loe sekarat apa loe bisa tenang?” teriak gue.
“emang ada apaan sih mba? Siapa yang sekarat?”
“makanya kalo ga tau apa-apa jangan ikut ikutan! Nih! Liat!” gue buka pintu mobil, dan gue kasi liat si Lina yang berebah udah kaya jenasah aja.
“astafirulah alazim, kenapa dia mbak?”
Mereka pada istigfar. Tapi tetep aja comel pake nanya nanya. Emang gue bakal ngejelasin segala apa? Gue Cuma mau mereka minggir supaya Lina ama Timo bisa segera sampe ke rumah sakit! Rempong banget.
“bukan urusan loe! Yang penting minggir!!!! “ teriak gue super kenceng.
Akhirnya mereka semua pada nurut juga. Setelah gue bikin live show beberapa menit. Gue naik lagi ke mobil dan mobil bisa maju beberapa meter. Ga seberapa sih sebenernya dibandingin usaha gue tadi. Gile…Cuma buat maju beberapa meter aja gue musti sampe segitunya. Lalulintas ibukota ini emang udah gila banget kayaknya! Sama teriakan aja ga mempan… apalagi kalo Cuma denger sirene ambulans? Apa mereka pada denger? Dan kalpun denger, apa mereka semua pada mau minggir?
Pikiran gue jalan terus. Kalopun pengguna jalan pada minggir, apa bener itu jaminan si korban bakal selamet? Kayaknya ngga juga. Emang sih kita bisa aja nyalahin macet yang menyebabkan kjorban telat ditolong. Tapi kalo loe liat di Negara Negara lain kaya Amerika…yang pengguna jalannya patuh… toh tetep aja banyak korban yang mati di ambulans. Mati ditengah jalan. Padahal ga ada macet, tetep aja telat.
Gue ngga mau nerusin . yang jelas akhirnya kita sampe ke rumah sakit. Dan akhirnya… tanpa bisa nyalahin siapa-siapa… pas gue sadar setelah over dose penenang, kedua sohib gue udah pergi. Meninggal. Penyebab kematian mereka sama. Over Dosis. Orang tua Timo kali minta dokter memperhalus, akhirnya di surat dinyatakan penyebab kematian Timo adalah serangan jantung. Sebenernya sih, orang kena serangan jantung kan juga ada sebabnya. Sebab yang sebenernya itu yang gam au di ungkit sama orang tua Timo. Malu kali sama handai tolan, kalo ketauan anak mereka mati gara gara drugs. Kalo mati karena heart attack kan kayanya lebih sopan.
Gue ga ngeliat satupun keluarga si Lina. Tapi bokap gue bilang beliau akan ngurusin semuanya. Kalo ngga ada bokap hari itu gue ngga tau deh.
Ngga tau darimana dapetnya kabar gossip, habis Lina meninggal banyak infotaiment meng ekspos seorang artis sinetron. Namanya ga usah gue sebutin lah. Kasian. Masi muda. Lagian juga karirnya nanggung belon top top banget. Ntar kalo gue sebutin malah makin parah karena cerita gue ini bakal ngebuktiin kalo doi emang bener lesbian. Gue bisa buktiin dengan foto foto mesra mereka berdua yang gue temuin di BB nya si bencong. Sampe di dompet si Lina aja foto foto mesra mereka. Salah satu foto ada yang kucel banget. Muka si artis itu di oret oret. Kali Lina lagi bĂȘte sama doi makanya fotonya di oret oret di bejek bejek sampe kucel. Kaya di film film aja.
Di BB lina juga masi ada sisa percakapan bbm mereka berdua. Lina kayaknya emang lagi frustrasi sama ni artis yang ternyata kanan kiri oke. Alias bi sex.
LINA : Gue piker loe beda ternyata loe sama aja! Pecun!
QQ: Jangan semabarang ya fitnah lebih kejam daripada pembunuhan!
LINA: Omongan gue ada bukti bukan fitnah!
QQ: apa buktinya? Nuduh aja loe!
LINA: Ntar gue upload buktinya ke twitter!
QQ: maksud L?
LINA: Gue upload foto loe di kamar hotel sama si Kancut Ijo itu!
QQ: Gue ngga ngerti
LINA: Ntar kalo udah liat pasti loe ngerti!
QQ: loe ngancem gue?
LINA: Apa untungnua gue ngancem elo? Najis!
QQ: kalo gue najis ga usah hubungin gue lagi! Delete aja bb gue, sip?
LINA: Gue masi kasi loe kesempatan terakhir
QQ: elo yang nejong artinya! Plin plan!
LINA: Gue kasi kesempatan loe buat balikin Honda CRV gue!
QQ: itu puny ague
LINA: Buta huruf loe? STNK nya aja nama gue !
QQ: gue uda ga make Honda crv lagi.
LINA: pake apa loe sekarang? Honda bebek dari si kancut ijo?
Habis itu ngga ada lanjutannya. Pas gue cari si QQ di BB contact juga udah ga ada. Kayaknya si QQ udah ngapus bb pin nya Lina or bisa juga sebaliknya,. Yang ada tinggal sisa BBM conversation mereka doang.
Tapi gue, Yossi ama Radit sih kenal juga sama si QQ itu. Sempet ketemuan beberapa kali. Doi emang jalan ama si bencong. Tapi kita ngga nyangka aja kalo si bencong serius ama QQ. Kali gue aja yang emang kurang perhatian ama si Lina. Karena kita emang ga begitu dekat jarang curhat curhat. Ngga sedekat gue sama timo. Biarpun kita satu geng, dalam geng kita itu juga ada klik klikan. Gue paling deket sama Timo dan Fifi. Lina kayaknya juga ga deket deket banget sama member yang lain. Malahan gue piker keberadaan Lina lebih karena motivasi bisnis doi aja. Makanya gak pernah ada yang ngebahas soal kehidupan asmaranya si bencong.
Doi juga suka gonta ganti pasangan sih. Sukanya ngedeketin artis artis or calon calon seleb yang masih pada bau kencur. Maksudnya anak anak kecil gitu yang masih pada sekolah dan pada belon punya SIM.
Salut jug ague sama wartawan. Ternyata malah wartawan udah pada nyium hubungan Lina dan si QQ itu. Catet : QQ bukan insial. Jadi loe ga usah sok nebak nebak nyama nyamain nama artis yang ada sama singkatan QQ. Kasian lah. Kalo pers ngga perduli sama perasaan orang itu wajar, soalnya pers perlu makan dan kerjaan mereka emang gitu. Kalo kita yang bukan wartawan, kan ga ada untungnya buat kita ngebahas kejelekan orang? Apalagi kejelekan yang udah menjurus kesialan kaya si QQ ini. Nasibnya jelek banget. Udah kanan kiri oke, jadi bi sexual supaya bisa ngelayanin cewek and cowok , karir tetep aja mentok. Sampe sekarang juga ngga ngetop doi. Paling topnya di karaoke, nemenin om om mabok. Ya kalo udah mabok kan gampang aja dikibulin. Si QQ bisa ngaku dirinya diva juga o mom mabok bakal percaya. Tampang doi sih sebenernya oke tapi nothing special. Gampang dilupain.
Lina di kremasi sama keluarganya. Tau kan loe kremasi? Kalo di Bali namanya Ngaben. Gue ga datang. Ke pemakaman Timo jug ague ga datang. Ga kuat gue. Pasti gue histeris. Dan kalo udah histeris gue bakal pingsan. Kalo gue pingsan, gimana gue bisa ngedoain? Malah ntar bikin repot panitia pemakaman kan? Bokap gue hadir, ngewakilin gue. Gue dirumah aja.
Di kamar, gaya gue udah kaya sinetron. Ngedeprok dilantai sambil ngebongkar kardus yang isinya foto foto gue ama anak anak geng D Ngocols. Foto foto itu dibikin sebenernya Cuma karena iseng doang tanpa maksud buat dijadiin memory. Malah ada foto yang gue sendiri ga inget. Kapan en dimana dibuatnya ni foto? Kali pas kita semua lagi high. Hebat juga , lagi high masi inget foto fotoan. Sebagian lagi foto foto ada di BB gue sih. Belakangan ini setelah BB mania melanda, semua semua pake BB. Ga ada lagi yg nenteng nenteng camera kaleeee. Yang paling rajin jadi seksi dokuemntasi tuh si Yossi. Rajin banget doi nge print in foto dan ngebagi bagiin copynya ke kita kita semua.
Ada foto pas kita semua lagi jalan jalan ke Bali. Timo make celana renang pink. Gue ingat, kita semua sempet nuduh Timo gay. Emang doi ga pernah punya pacar. Cewek sih banyak tapi ga pernah ada yang di kencanin lebih dari dua kali. Penggemar Timo juga ga sedikit. Cewek cewek Barbie paling banyak. Tau kan cewek Barbie? Matre maksudnya. Begitu liat mobil timo dan tau siapa bokapnya, mereka pada antri dengan teratur deh. Kayaknya timo juga sadar, makanya ga ada yang dipacarin secara serius.
Radit juga ada di foto itu. Gayanya selalu serius ga pernah pose amburadul kaya gue or Timo. Gue paling seneng ngejulurin lidah gue pas pose. Ga tau kenapa. Banyak banget gaya “pamer lidah” gue di foto foto. Baru gue nyadar sekarang. Radit paling suka fotoan sambil silang tangan di dada. Serius. Mukanya juga kaya orang gaya buat pas foto ktp. Ga senyum. ga ada ekspresi. Yossi paling jarang ada difoto soalnya doi yang sibuk motion kita-kita. Difoto Bali itu Fifi masih ada. Lina ama timo juga masih ada. Terus ada satu muka lagi yang bikin gue kaget.
Glek.
Darimana judulnya si Santika bisa nongol ditengah kita-kita?
Kalo emang doi ada, kok ngga ada yang heran? Acara kita kan selalu for members only. Kalo ada mahluk asing pendatang baru pasti kita semua bakal heboh bertanya Tanya. Gue sendiri emang jarang, bahkan nyaris gak pernah ngeliatin foto foto yang dikirimin Yossi. Paling langsung gue masukin box foto aja. Baru sekarang gue sok melankolis, sok ngenang ngenang memory D Ngocols yang anggotanya udah berkurang 3 orang sekarang. Kayanya harus ganti nama, karena buat gue ngga ada d Ngocols tanpa timo. Lina sih ga terlalu ngaruh. Tapi Timo itu lah yang gue anggap nyatuin kita semua. Minimal bagi gue, D Ngocols is not longet the same tanpa Timo.
Gue masih heran aja ngeliat kepala Santika ikut jejeran di foto. Doi juga ngga pose Cuma senyum aja sambil tangannya di bahu gue kaya ngerangkul gitu. Anjrit….
apa anak anak yang laen juga ga pernah ngeliat ni foto ya? Kok udah lama banget ga pernah ada yang nyadar atau heran dengan kehadiran muka Santika di foto?
Bip…bip..bip..
Lampu blackberry gue kedap kedip. Pesen masuk dari Radit.
RADIT: PING!
Gue paling sebel orang nge ping nge ping kaya gini.
ALANA: Apaaaaa?
RADIT: Dimana?
ALANA: masih belon di alam baka masi di alam fana
RADIT: ngaco!
ALANA: Ada apaan?
RADIT: lagi sibuk?
ALANA: basa basi banget sih loe
RADIT: tadi ga keliatan di Tanah Kusir?
ALANA: gue nyamar jadi paying
RADIT: Loe lagi mabok? Lagi kenceng?
ALANA: No more… gue masi mau stay di alam fana
RADIT: goodlah
Tiba tiba gue inget sesuatu. Gue yakin Radit juga punya dan nyimpen copy foto yang sama.
ALANA: loe masi ada foto pas taun baruan di Bali itu ga?
RADIT: Gilaaaa
ALANA: Gila kenapa?
RADIT: Bisa pas banget. Gue juga mo nanya ke elo
ALANA: maksud L?
RADIT: ada muka aneh di foto itu
Anjrit….
Abis itu gue BB si Yossi. Doi malah uda ga punya copynya! Gemana seeeehhhh yang motret malah ga punya copynya?
Kata Yossi, negatifnya juga ngga ada. Soalnya itu foto digital jadi cuman ada CD nya dan CD itu juga udah nyelip entah kemana pas doi pindahan rumah.
Gue suruh Yossi nyari di garasi. Kata doi box box dari rumah lamanya masih banyak yang numpuk belon dibuka disimpen aja digarasi. Tapi gue gay akin doi bakal serius nyari sih. Pas gue mention soal muka Santika di foto, Yossi cuman bilang : ah masa sih?
Tapi gue punya satu saksi, Radit! Kita berdua sama sama heran. Radit lebih heran lagi, abis gue ceritain siapa Santika. Tadinya gue males cerita sih.
RADIT: sudara kembar loe? Darimana ceritanya?
ALANA: panjang ceritanya
RADIT: bener lo ga lagi kenceng kan?
ALANA: kampret loe!
RADIT:sorry. Hard to believe
ALANA: believe it or not, up to you udah ah
RADIT:eh,…jangan! Gue percaya! Terus…dimana doi sekarang?
Good question! Gue juga ga tau dimana doi sekarang. Gue udah ga hubungan lagi sama doi. Ga jelas kenapa. Kali alam bawah sadar gue mau neken ingatan itu. Kali alam bawah sadar gue masih ngga mau nerima kenyataan soal Adriana , santika dan masa lalu sejarah hidup gue. Bokap juga ga pernah ngebahas. Seolah olah abis Adrianna meninggal, semua cerita ikut selesai. Ngga ada yang tersisa. Biarpun masih ada Santika. Seolah olah Santika itu ga ada dimata bokap.
ALANA: besok ada acara ga?
RADIT: belon
ALANA: temenin gue
RADIT: kemana?
ALANA: ke rumah dukun
RADIT: hah?
ALANA: Mau kenal ga sama muke gile di foto itu?
RADIT: loe mau kenalin gue sama doi? Ngga perlu. Gue percaya kok sama elo
ALANA: gee r loe. Gue yang mau ketemu sama dia
RADIT: Oh minta ditemenin
ALANA: em. Dodol lipet loe
RADIT: oke oke. Kemana?
ALANA: Bali
RADIT: gue book online sekarang, sip?
PING
PING
PING
BB gue bunyi terus. Tapi gue ga bisa ngebales PING an radit. Radit pasti bingung , gue mendadak ga nge reply lagi. Gimana gue bisa ngereply kalo tiba tiba tuh BB lepas dari tangan gue. Dada gue kaya ada yang dorong. Gue tersentak ke belakang. Nafas gue mulai sesak. Kaya ada yang nyedot dari dalam. Kaya di vacuum dada gue.
PING
PING
PING
Pingsan!

PART 29 KLIK DISINI

Hotel Room