Friday, December 16, 2011

Pengakuan Sang Pramugari - part 1

Pengakuan Sang Pramugari
Bab 1.





Sebenarnya waktu kecil saya tidak pernah kepengen jadi pramugari. Sama sekali tidak. Pengennya malah jadi seketaris. Percaya atau nggak, saya juga takut terbang. Jangankan terbang, naik mobil saja waktu kecil suka mabuk darat. Mama selalu menyiapkan obat anti mabuk perjalanan bermerek An**** . Karena kebiasaan saya yang suka mabuk saat perjalanan itulah saya dimanja. Diantara lima sudara saya yang semuanya perempuan, saya satu-satunya yang tidak perah naik kendaraan umum. Kakak dan adik – adik saya yang lain semua naik kendaraan umum untuk pergi dan pulang sekolah. Sementara saya selalu diantar dengan mobil dinas Papa.

Keluarga saya keluarga sedang-sedang saja. Tidak kaya, kecukupan, tidak juga miskin. Tapi kadang-kadang saya merasa pas-pasan. Maksudnya, saya sering dengar Papa dan Mama membicarakan soal tunggakan listrik dan uang sekolah juga sesekali. Maklumlah, namanya juga pegawai negri. Mamah juga tidak kerja, murni ibu rumah tangga. Anakpun banyak, tidak setia mengikuti ke;uarga berencana. Tapi kalau orang tua saya ikut KB, saya tidak bakalan lahir karena saya anak ke tiga sedangkan KB berslogan dua anak cukup.

Kadang kalau sedang dalam suasana pas-pasan saya suka berkhayal. Seandainya orang tua saya ikut KB, kira-kira saya ini akan dilahirkan sebagai anak siapakah? Anak oraang yang lebih berada atau jangan-jangan malah jadi anak keluarga yang lebih miskin? Hi,.. kalau sudah mikir begitu, saya jadi malu sendiri dan berhenti berandai-andai. Pepatah bilang, kita kan harus mensyukuri apa yang kita punya. Kalau keluarga pas-pasan, maka ditangan saya sendirilah masa depan saya. Dan saya bertekad untuk tidak hidup pas-pasan seperti Papa dan Mama.

Jangan dulu mengira saya cewek matre. Mengharap jadi orang berduit kan tidak haram? Namanya juga cita-cita. Semua orang juga selalu mengharapkan kehidupan yang lebih baik bukan? Orang yang sudah kaya raya sekalipun masih terus mengembangkan usahanya. Menambah jumlah hartanya. Bekerja agar kekayaannya berlipat ganda. Apalagi orang yang kecilnya sedikit susah seperti saya. Wajar kalau saya menginginkan kehidupan yang lebih baik dari kehidupan masa kecil saya. Kalau kecil naik mobil dinas Papa yang lumayan butut dan tanpa air conditioner, saya rasa wajar kalau saya berharap punya mobil keluaran terbaru yang mesinnya tokcer jarang mohok dan ac nya dingin supaya rambut saya tidak kempes terus-menerus karena keringat.

Mulai masa SMA, sejak saya mulai pacar-pacaran, tampa saya sadari saya sudah mulai menyeleksi pacar ataupun calon pacar dengan skala ekonomi. Tapi saya sadari hal ini belakangan. Saat melakukannya semua seolah terjadi secara alami. Mungkin karena saya melihat keadaan Mama. Kalau saya akhirnya harus jadi ibu rumah tangga seperti mama, saya ingin suami yang penghasilannya lebih baik daripada papa. Kalau bisa suami saya pengusaha swasta, jangan pegawai negri deh. Bukan saya tidak menghargai Papa, tapi boleh kan saya mengharapkan pekerjaan yang lebih baik untuk pendamping saya? Lagipula, kalau saja ada kesempatan, Papa juga mungkin nggak akan memilih jadi pegawai negri.

Papa sebetulnya pernah buka usaha sampingan. Sambil mempertahankan posisinya yang nggak naik naik itu di sebuah departemen, Papa sempat buka usaha bengkel dengan seorang sahabatnya. Namanya Om Awi. Om Awi ini keturunan tionghoa. Umumnya, keturunan tionghoa memang pandai berdagang. Mungkin karena sudah turun temurun? Demikian juga halnya Om Awi. Konon sih bengkel Om Awi ini sudah banyak bertebaran mulai dari Sabang sampai Merauke. Jaman itu belum jaman franchise, jadi semua bengkel itu adalah milik Om Awi sendiri atau bersama partner lain. Tapi om Awi lah yang mengawasi semua operasional bengkel bengkel itu.

Saya ingat, mama sampai meminjam uang dari Opa untuk memodali usaha Papa ini. Meski berat hati, opa akhirnya memberikan pinjaman. Keluarga pihak mama memang kurang suka sama papa. Pasalnya, beda suku. Mama keturunan tiong hoa dan papa asli pribumi (dulu istilahnya begitu – saya tidak bermaksud membahas perbedaan suku disini – hanya menceritakan situasi di kleuraga saya) Dengan kata lain, saya ini berdarah tinghoa dan Jawa dari pihak Papa.

Singkat cerita, usaha papa dan Om Awi gatot. Gagal total. Modal pinjaman dari opa itu ludes. Hubungann dengan keluarga mama semakin memburuk karena papa tidak mampu bayar hutangnya itu. Meski sudah ngirit-ngirit dan mencoba mencicil demi harga diri, tetap saja seret dan tidak juga kebayar-bayar hutang itu. Saya ingat sebuah kejadian, waktu papa dan mama sudah berhasil mengumpulkan sejumlah uang untuk bayar hutang ke opa, tiba-tiba saja saya sakit keras. Tipus. Harus dirawat dirumah sakit. Uang tabungan buat bayar hutang itu akhirnya ludes lagi karena dipakai membiayai pengobatan saya. Waktu itu umur saya baru 12 tahunan dan saya merasa menyesal dan bersalah sekali.

Sejak kejadian itulah saya baru benar-benar merasa “miskin”. Dulu sih hanya merasa pas-pasan. Tapi kata-kata hinaan dari Opa pada papa, membuat saya merasa “down” Merasa miskin – padalah sih nggak miskin-miskin amat, buktinya buat makan, ongkos sekolah dan lain-lain masih cukup. Hinaan itu membuat saya trauma. Seakan-akan, kalau kita tidak punya uang maka kita akan jadi bahan hinaan orang. Seakan – akan miskin itu adalah sebuah kejahatan dan sesuatu yang memalukan. Mungkin trauma itulah yang membuat saya semakin gigih mempertahankan prinsip saya in. Saya harus jadi orang kaya. Sekaya apa? Entahlah. Yang jelas lebih mampu daripada keluarga saya ini. Supaya saya tidak seenaknya dihina. Supaya saya tidak perlu ngutang pinjam uang dari orang lain.

Kata orang, saya ini lumayan cantik. Diantara 5 bersaudara, jujur, saya sendiri juga merasa kalau saya yang tercantik. Kombinasi darah tionghoa dan Jawa paling sempurna dalam diri saya kebanding kakak-kakak dan adik-adik saya yang lain. Mungkin juga karena saya yang paling centil diantara saudara saudara perempuan saya. Kata mama, saya yang paling feminin. Dari kecil saya suka merawat diri. Kalau mama membersihkan wajah dan pakai krim-krim untuk kulit, saya selalu ikut-ikutan. Bahkan saat kakak saya belum pake make up, saya sudah berani pakai lipstick mama. Pendek kata saya memang suka merias diri. Paling hoby ngaca di depan cermin. Bahasa sekarangnya mungkin : narsis.

Sebagai bukti bahwa saya bukan keg e-eran sendiri, di usia 17 saya berhasil jadi finalis salah satu lomba cover majalah remaha di Jakarta. Walau tidak keluar sebagai pemenang, prestasi itu sudah lumayan. Bayangin, diantara ribuan peserta dari 27 propinsi Indonesia ini, saya termasuk dalam 10 yang tercantik. Terpilih! Rasa percaya diri sayapun meningkat. Dan sejak itu saya yakin kalau kecantikan fisik merupakan asset terhebat saya. Soalnya, angka prestasi sekolah saya biasa0biasa saja. Nggak ada yang menonjol dan bisa dibanggakan. Prestasi olah raga juga nggak ada yang menonjol. Musik apalagi. Saya lebih focus baca majalan, ngeliatin model model dihalaman majalah atau wajah wajah artis di televisi – daripada focus sama pelajaran. Jujur saja, saya juga dari remaja tidak mengharapkan sekolah tinggi-tinggi. Saya tau diri dengan kemampuan otak yang pas –pasan ini, buat apa saya menghabiskan uang orang tua?

Lebih baik uang jatah sekolah saya diberikan sama adik bungsu saya. Dia memang paling menonjol prestasi akademiknya. Ditambah lagi, waktu kakak sulung saya lulus jadi sarjana ekonomi, saya kecewa melihat gajinya juga pas-pasan saja. Nggak jauh beda sama tamatan SMA atau SMEA. Sepertinya yang jadi ukuran gaji itu bukan lagi ijasah atau tingginya pendidikan seseorang, tapi justru lamanya pengalaman kerja seseorang deh . Itu menurut saya ya. Jadi semangat sekolah saya makin kendor saja dibuatnya. Ngapain buang-buang waktu kuliah sampai hampir 6 tahun kalau akhirnya gajinya beda tipis sama anak lulusan SMA. Nggak sebanding dengan biaya kuliah dan waktu yang dihabiskan buat kuliah , menurut saya.

Apalagi otak saya pas-pasan. Minat juga nggak ada sama yang namanya pelajaran. Yang ada stress aja kalau harus ngerjain tugas. Kalau musim ujian apalagi. Saya bisa sampai mules sakit perut bahkan demam karena stress menghadapi ujian. Pokonya saya bukan manusia text book deh. Katanya, tiap orang punya bakat yang berbeda-beda bukan? Dan setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan. Teori orang sukses yang saya pernah baca mengatakan begini : kenali potensi terbesar dalam dirimu dan focus lah pada potensi itu! Lupa say abaca dimana teori itu. Atau mungkin saya nonton di televisi? Atau di film? Entahlah. Pokoknya kata-kata itu nancep banget dibenak saya. Dan asset potensi terbesar yang saya punya adalah :penampilan fisik saya.

Waktu remaja saya termasuk agak chubby. Gendut tidak, tapi langsing juga tidak. Jaman itu saya sempat curi-curi uang belanja mama buat ikutan senam. Senam di sanggar dekat rumah, bukan ikut membership seperti jaman sekarang ini. Uang belanja sebulan mama saja nggak bakalan cukup buat bayar membership gym atau fitness club. Seingat saya waktu itu sekali datang iurannya 15 ribu rupiah. Cukup murah. Tapi walau murah, tetep saja saya harus mencuri uang mama. Mencuri maksudnya begini : missal disuruh beli keperluan dapur ke warung, saya nyatut harga. Mie instan yang harganya seribu perak, saya bilang seribu lima ratus. Jadi bukan nyuri dari dompet mama kayak maling. Mudah-mudahan dosanya nggak sama ya nyatut sama maling. Tapi mama lama-lama juga tahu kok. Karena mama dengar dari yang punya sanggar senam, anaknya, Grace (saya) rajin ikutan senam disanggarnya. Si pemilik sanggar mengajak mama ikutan. Gara-gara itu mama jadi tau dan mengusut darimana saya punya uang untuk bayar iuran sanggar senam?

Hasilnya lumayan kelihatan. Memasuki usia 19 saya sudah langsing. Body saya oke lah nggak kalah sama body artis-artis papan atas. Saya suka mencari foto-foto artis mengenakan pakaian seksi, bahkan (maaf) kalau bisa saya cari foto telanjang mereka! Bukan apa-apa, bukannya saya lesbian menyukai sesame jenis, tapi hanya karena obsesi saya saja. Saya ngga mau kalah. Minimal saya harus punya body sama kayak mereka. Kalau bisa malah lebih sexy dari mereka. Bukankah kecantikan fisik itu asset saya? Potensi yang harus saya fokuskan?

Waktu baru jadi finalis pemilihan cover majalah itu, ada beberapa tawaran datang pada saya. Macam-macam. Mulai dari tawaran ikut modeling agency, jalan di cat walk (badan saya lumayan jangkung) foto iklan bahkan tawaran acting juga ada. Saya pernah main jadi figuran di beberapa film layar lebar. Sinetron juga. Tapi malaslah. Cape. Honornya juga nggak seberapa. Mulanya sih saya coba jabanin. Jadi figuran atau bahasa kerennya “extra” itu hariannya, awalnya, saya Cuma dikasih 50 ribu rupiah. Believe it or not. Kerjanya dari calling pagi jam 8 bisa sampai malam jam 12 disuruh standby. Di shooting (take) paling Cuma 10 menit. Sisanya Cuma duduk duduk, nunggu, bengong, nggak jelas. Buat ongkos sama jajan saja 50 ribu itu nggak cukup.

Tapi, kata agent yang merekrut saya, saya harus sabar. Jangan dulu hitung pendapatannya, tapi kesempatannya yang harus saya ambil. Katanya, banyak artis artis top juga awalnya Cuma figuran. Karena sering muncul, akhirnya mata sutradara atau produse melirik juga pada si figuran ini. Kemudian mulai deh dikasih peran yang lebih baik. Dan sukurnya hal itu terjadi juga pada saya. Saya pikir, ini awal karir saya sebagai artis! Dari figuran mondar-mandir, pangkat saya naik menjadi figuran dengan ‘dialog”. Bayarannya lumayan, 200 ribuan sehari. Jam kerjanya juga sama. Waktu itu saya masih SMA. Karena ngarep jadi artis top, saya jadi sering bolos. Dan ujung-ujungnya ketahuan juga sama mama. Dan disuruh berhenti main film. Bahkan mama menyuruh saya berhenti mimpi jadi artis top.

Jujur, waktu itu saya sakit hati sekali sama mama. Soalnya kata-kata mama itu loh yang terasa menghina sekali. Kata mama gini:

“Kamu ngaca dong Grace! Yang lebih cantik dari kamu aja banyak…. Masa kamu yang nanggung gini ngarep jadi artis? Emangnya produser itu buta? Paling-paling kamu dipacarin, dimanfaatin . Nggak bakal kamu jadi artis! Bakat acting aja kamu nggak punya! “

Sedih juga sih mendengarnya. Apa prestasi saya di lomba cover majalah itu nggak dihitung sama mama? Usaha saya untuk mempercantik diri juga ngga dianggap? Apalagi waktu di bilang nggak punya bakat acting. Wah saya bukan Cuma tersinggung. Saya merasa berbakat! Kesempatannya saja yang belum ada untuk menunjukkan bakat terpendam itu! Saya sering latihan sendiri. Nyany-nyanyi di depan kaca – lips sing- ngikutin lagu dari radio. Dan penampilan saya cukup keren. Minimal saya bisa niru persis suara dan ekspresi penyanyinya mirip sama yang saya lihat di te;evisi. Kakak dan adik saya juga setuju. Cuma mama saja yang komentarnya begitu. Mungkin karena mama kuatir, anak gadisnya (yang tercantik) bakal dilahap sama buaya-buaya darat. Bukankah memang dunia film gossipnya memang seperti itu. Bahkan saya pernah lihat sendiri, temen figuran saya berhenti jadi figuran karena berhasil menarik hati cameramen. Padahal cameramen itu sudah tua dan sudah punya istri (saya lihat cincin kawinnya selalu dipakai)

Tapi jujur nih, apa salah kalau kita melakukan itu? Maksud saya, kalau memang itu cara yang biasa dilakukan menuju popularitas? Kalau kita ngga mau melakukannya, ya mana bisa kita sukses seperti meraka yang rela melakukannya? Bukankah ada pepatah bilang no pain no gain? Ngga ada hasil yang didapat tanpa pengorbanan? Ya maksud saya bukan jual diri atau jual keperawanan, tapi kalau sekedar merayu, menemani makan malam dan bermanis-manis saja nggak salah kan? Toh itu bukan dosa? Asal jangan sampai tergelincir lebih jauh saja. Saya yakin saya bisa jaga diri saya. Tapi mama tidak yakin, akhirnya karir saya yang baru mulai di dunia film itupun mentok. Stop sampai di posisi figuran 250 ribu sehari saja.

Meski sempat terjadi konfrontasi, saya tetap nekad melakukan cita cita saya. Saya menolak kuliah! Titik. Mama dan papa sampai stress menghadapi kekerasan hati saya. Akhirnya, mereka nyerah. Daripada anaknya nganggur, saya diijinkan ikut kursus kecantikan. Ini bukan karena saya bercita-cita jadi kapster atau make up artis . Amit-amit. Saya ikut sekolah kecantikan untuk kepentingan diri sendiri. Supaya saya makin mahir mempercantik diri. Kalau saya bisa dandan sendiri kan saya bisa ngirit. Ngga perlu selalu ngabisin uang ke salon buat rambut dan make up atau perawatan lain? Setelah beberapa bulan kursus, saya dapat kesempatan magang di sebuah salon. Disinilah awal babak baru kehidupan saya dimulai. Di salon milik Bu Nancy. Seorang wanita cantik setengah baya keturunan Manado.

Bu Nancy ini dulunya seorang PRAMUGARI. Dia beruntung, ketemu jodohnya saat menjalankan tugas. Suaminya dulunya adalah mantan penumpangnya. Karena sering terbang di rute yang sama, lama-lama dari mata turun ke hati. Suami bu Nancy adalah pemilik perusahan export impor yang rutin melakukan penerbangan rute Jakarta – Shanghai. Rute yang rutin pula dilakukan Bu Nancy saat dinasnya dulu. Dasar sudah jodoh, akhirnya hubungan jadi serius dan Bu Nancy berhenti jadi pramugari. Buat apalagi kerja kalau suami bisa mencukup segalanya? Bahkan lebih dari cukup! Penghasilan Bu Nancy sebagai nyonya, malah lebih besar daripada penghasilannya saat kerja jadi pramugari. Buktinya saking dia tidak tau apa yang harus dilakukan dengan uangnya yang numpuk itu, Bu Naancy berhasil jadi pengusaha. Nggak kalah sukses sama suaminya.

Usaha salon Bu Nancy cukup maju. Salonnya besar meski belum ada cabang. Tapi Bu nancy terus harus menambah karyawan untuk salonnya. Artinya, usaha itu berkembang kan? Saya salah satu yang terpilih untuk magang di sana. Waktu pertama kali datang membawa surat lamaran dan penunjukkan dari tempat kursus, saya sempat deg degan. Maklum, belum pernah kerja kan? Ini pengalaman kerja saya yang pertama. Umur saya baru 2o tahunan pula. Masih jelas dalam ingatan saya, reaksi Bu Nancy waktu pertama kali berkenalan dengan saya.

Bu Nancy menatap saya dari ujung rambut sampai ujung kaki berulang kali. Lama sekali rasanya. Saya sampai grogi sendiri. Seolah ada yang salah dalam diri saya , sampai dipelototoin seperti itu. Padahal saya sudah mengulurkan tangan mau memperkenalkan diri.

“Nama saya Grace , Bu.”
“Grace? Orang manado ya?” tanya Bu Nancy. Mungkin karena dia orang Manado dan memang wajah saya bisa dibilang mirip dengan wajah kebanyakan orang Manado. Pasti karena saya punya darah tionghoa dari pihak mama. Kulit saya putih bersih. Nama saya juga mirip nama kebanyakan gadis Manado. Ke Barat-baratan.

“Bukan Bu. Saya bukan orang manado”
“Ah masa sih?”
“Saya peramakan cina Jawa. Grace Suryono. “
“O. Cina Jawa. Pantesan… cantik.”

Glek. Lega rasanya waktu dibilang cantik. Tadinya saya sudah kuatir waktu di pelototin. Saya pikir Bu Nancy kurang berkenan sama saya. Ternyata sebaliknya.

“Jim! Jimmy!!!” Bu nancu teriak memanggil seseorang. Tak lama orang yang namanya Jimmy itu muncul. Orangnya ganteng. Laki-laki tentunya. Badannya kekar meski tidak terlalu tinggi, tapi gagah. Kayaknya dia rajin olah raga. Otot-ototnya menonjol. Wajahnya juga ganteng. Mirip dengan actor Ari Wibowo sih kalau menurut penilaian mata saya. Saya fans berat Ari Wibowo soalnya. Kelihatannya Jimmy ini juga ada darah indo (campuran asing) nya deh.

Ternyata dugaan saya salah. Jimmy sama sekali tidak punya darah bule dalam dirinya. Mungkin dari nenek kakek buyutnya sih ada. Kalau tidak darimana dong matanya bisa kecoklatan begitu ? Rambutnya juga tidak hitam seperti orang asia. Agak kemerahan.

“Oh, mata saya ini pakai contact lens!” kata Jimmy kemudian. Setelah kami kenalan dan cukup akrab. Jimmy manajer di salon Bu Nancy. Masih famiy jauh sama Bu Nancy rupanya. “dan rambut saya ini, aduh…kamu gimana sih masa orang salon nggak tahu kalau ini dicat merah?” Jimmy tertawa dengan keluguan saya.

Ya walaupun saya sudah ikut kursus kecantikan, pengalaman saya kan masih nol besar. Jimmy lah yang banyak mengajari saya. Tentang segalanya. Termasuk cara-cara menghadapi tamu-tamu salon tertentu. Misalnya, ada seorang ibu konglomerat yang cerewet. Kita harus tau kebiasaan-kebiasaannya supaya dia tidak bawel sama kita. Juga ada lagi langganan yang cukup aneh. Bapak-bapak tapi rajin ke salon. Mulai dari facial sampai manicure pedicure. Kalau datang suka pake safari seperti pejabat. Tapi kata jimmy si bapak ini sebenarnya “gay”. Jadi keberadaannya di salon ini harus dirahasiakan. Dan dia paling tidak suka kalau diajak bicara soal keluarganya. Pokoknya banyak deh ternyata trik-trik untuk menyenangkan hati pelanggan. Banyak yang saya pelajari dari Jimmy, dari pengalaman kerja di salon yang sebenarnya tidak lama ini. Pelajaran yang ternyata harus saya bayar cukup mahal. Karena suatu malam, Jimmy yang saya anggap sahabat dekat itu mendadak menagih bayaran pada saya. Bukan dalam bentuk uang, tapi…. Harga diri saya sebagai seorang gadis…..

BERSAMBUNG ke BAB 2


Hotel Room

Monday, December 12, 2011

Layar Lebay ANTV HANTU PANGGILAN - Senin 26 Desember - jam 20:00 WIB

FTV Comedy Paling Lebay SeIndonesia
LAYAR LEBAY
Tiap Senin jam 20:00 WIB di ANTV

SAKSIKAN LAYAR LEBAY - MENANGKAN HADIAHNYA
Tonton Layar Lebay dan follow @zarazettirazr - @cicierobags - @layarlebayantv di Twitter untuk mengikuti KWIS BERHADIAH TAS CANTIK.



HANTU PANGGILAN
Piranti Selaras Indonesia
Pemain: Azis Gagap, Chandra Sundawa, Jules Bornedo, Camel Petir, Gahara, Shezy Idris dkk.


Tiga orang pria melakukan penipuan untuk mencari uang dengan mudah. Caranya dengan mendatangkan "hantu panggilan" untuk menakut nakuti orang. Kali ini korban mereka ternyata cukup cerdas dan tak mudah di tipu. Geng cewek cantik sexy yang merasa pinter itu ternyata juga ketipu. Bukan oleh hantu panggilan tapi hantu beneran. Apa jadinya kalau hantu jatuh cinta sama hantu panggilan? Saksikan Senin 19 Desember jam 20:00 WIB hanya di ANTV. FTV Layar Lebay membawa warna baru dalam dunia FTV Indonesia. Super kocak!!!

Hotel Room

LAYAR LEBAY ANTV asal bapak senang Senin jam 20:00 WIB

Layar Lebay ANTV
FTV comedy super lebay dan kocak
tiap SENIN jam 20:00 WIB hanya di ANTV

Malam ini : episode ASAL BAPAK SENANG
pemain: Riky Harun, Izur Muchtar, Putty Noor, Garnetta





Nasib Sulis sama seperti kebanyakan karyawan lain. Rajin, ulet tapi tak juga naik jabatan apalagi naik gaji. Yang didapat hanya piagam penghargaan tiap tahun sebagai pegawai teladan. Istri Sulis, Susan sudah lama bete. Sudah suaminya sering lembur, jarang dirumah, rumah tetap masih ngontrak.




Emosi Sulis tergugah saat ada pegawai baru cantik bernama Sandra . Sexy pula! dengan memanfaatkan pesona sensualnya, Sandra yang baru masuk dan malas itu langsung dapat segala fasilitas ! Sulispun akhirnya nekad, untuk meniru Sandra. Tapi bagaimana caranya? Sulis kan lelaki, dan boss mereka Pak Gerry bukan gay....
Saksikan cara Sulis meng KO Sandra di Asal Bapak Senang !

Hotel Room

Saturday, December 10, 2011

Pengakuan Sang Pramugari - Pengantar UPDATE

Pengakuan SANG Pramugari
Opening - UPDATED!


UPDATE dari Zara dan Grace

setelah berhasil mengatur waktu untuk bertemu, beberapa kali (karna jadwal Grace padat demikian halnya jadwal saya) Akhirnya ada kata sepakat. Seperti biasa, dalam setiap karya saya selalu berusaha menyelipkan "sedikit" amal ibadah. Loe Gue End! bekerja sma dengan Darul Aytam (yayasan yatim piatu) dan sekarang Pengakuan sang Pramugari juga akan diamalkan langsung pada yang punya kisah (dan ingin remain anoonimus) yaitu Grace. Grace punya alasan kuat untuk menjadi anonimus , sebab ini menyakut nama baik keluarga (yang sangat ia hormati) dan juga anak-anaknya. Kisah Grace juga punya nilai "jual" tinggi untuk kalangan "news" alias bisa jadi bahan gossip laris apabila nanti masuk ke tahap Pengadilan. Kasus perebutan hak asuh antar negara - kira2 begitu. Dan untuk ini, butuh biaya yang tidak sedikit. Karenanya, insyallah Vinza Inc (penerbitan saya) akan membagi 30% nett penjualan dari harga retail buku, untuk membantu biaya pengacara Grace. Mudah2 an anak2nya bisa kembali ke pangkuan ibu yang melahirkan.

Dec. 17, 2011


CLICK HERE TO START PART 1


Judul ini bukan judul untuk mencari sensasi, tapi saya gunakan untuk menghargai seseorang yang sudah menghadiahi saya sebuah cerita nyata yang begitu indah dan mengahrukan. Yang telah mengetuk hati saya untuk membaca, merenungi, membayangkan secara lebih dalam lagi profesi sebagai Pramugari. Sebuah profesi yang selalu keliatan “wah” .Bahkan waktu kecil, pertama kali naik pesawat, saya pernah berangan-angan untuk menjadi pramugari. Saat kita di bandara, melihat serombongan pramugari yang rapih, cantik cantik dan berwibawa. Berjalan seiring dengan para pilot dan co pilot yang juga gagah, ganteng berwibawa. Apalagi saat di dalam pesawat, dilayani dengan begitu rendah hati oleh wanita-wanita berparas molek dan ramah ini. Hebat, ada orang cantik yang sebenarnya bisa jado model atau artis, malah memilih untuk “menjadi pelayan di udara”
Bayangan saya tentang Pramugari bukan Cuma cantik berhati mulia, tapi juga tabah dan serba bisa. Walau tubuh mereka langsing-langsing, tenaga mereka cukup luar biasa untuk ukuran badan seperti itu. Bisa membantu mengangkat koper ke lemari cabin, menutup pintu lemari cabin yang kadang macet karena kepenuhan isinya. Bisa menuangkan kopi panas saat pesawat berguncang-guncang menembus awan tebal. Bisa membersihkan (maaf) muntahan penumpang yang kena “mabuk udara”. Belum lagi kalau meladeni penumpang cerewet yang banyak maunya dan selalu tidak puas.
Waktu kecil, saya ingin jadi pramugari karena membayangkan bisa keliling dunia dengan Cuma-Cuma. Saya yakin banyak orang yang juga mengkhayalkan hal yang sama. Tapi kenyataannya, setelah saya sering travelling jauh (dan rutin) menempuh 25 jam lebih di udara antara Jakarta – Toronto (Canada), saya mulai sadar bahwa pekerjaan itu bukan hal yang menyenangkan. Jet Lag yang dialami pasti luar biasa! Saya biasanya butuh 4-5 hari untuk mengembalikan jam normal tiap kali pergi ke tempat-tempat yang memiliki perbedaan waktu dengan Jakarta. Sedangkan para pramugari kadang hanya punya waktu recovery satu-dua hari saja sebelum harus kembali bertugas. Dan mereka bukan jadi penumpang. Penumpang sih enak, tinggal naik, duduk dilayani dan bisa tidur sepanjang perjalanan. Penumpang saja jet lag dan stress saat bepergian apalagi para pramugari! Mereka bukan plesiran tapi justru harus kerja dalam keadaan mungkin masih jet lag!
Singkat kata, saya sangat menghargai profesi itu dan juga masih tetap menganggap rata-rata pramugari itu “cantik jelita” dan “cerdas”. Minimal kan menguasai dua bahasa. Luwes pula. Sampai muncul sebuah email dari salah satu pembaca novel terakhir saya Loe Gue End!. Bagi yang belum tahu, singkatnya, novel itu bercerita tentang buruk busuk boobrok kelam nistanya kehidupan remaja socialite ibukota. Dan merupakan karya saya yang ter “gamblang” dari segi cara penuturannya. Bahasanya blak blakan apa adanya bahkan terkadang sadis dan kasar. Cerita itu juga berasal dari email-emaill fans yang awalnya marah marah. Marah pada kehidupannya, marah juga pada saya yang tidak sempat membalas sampai sati setengah tahun lebih.
Anyway, si pembaca Loe Gue End! ini menuliskan komentarnya mengenai novel itu. Berikut kutipannya:

“saya menikmati sekali Loe Gue End! walau tebalnya 350 halaman, saya selesaikan dalam satu hari. Emang sih mbak hari hari saya suka membosankan kalau sedang transit stay over di negri orang. Biasanya saya suka jalan-jalan cari hiburan, tapi berhubung saya baru menikah, saya jadi males jalan jalan. Untung ada bacaan Loe Gue End!. Saya nggak beli mba, dikasih sama teman saya. Dia wartawa yang datang ke acara launching novel Mbak. Saya salut sama Alana yang menceritakan semua kebusukan dari kehidupan nyatanya. Dan saya jadi terpanggil untuk mengeluarkan juga uneg uneg yang saya rasakan dalam kehidupan saya selama ini sebagai seorang pramugari.
Kalau orang tahu, kayak apa sebenarnya kehidupan seorang pramugari, pasti cerita novel Loe Gue End! itu dianggap biasa saja mbak. Maaf, bukan berarti novel mbak itu jelek. Tapi kehidupan kami jauh lebih menyedihkan dan hitam dibanding kehidupan Alana di novel itu. Memang tidak semuanya mbak. Sekarang saya termasuk salah satu yang berusaha untuk memperbaiki hidup saya setelah menikah…
Mbak, saya juga membaca tweetingan mbak tentang “writing for healing”. Mungkin nggak mbak, kalau saya keluarkan semua uneg-uneg dari bathin saya ini, saya bisa tenang dan lepas dari rasa bersalah? Selama ini saya banyak merahasiakan segala sesuatunya pada orang tua dan suami saya. Mereka nggak tahu masa lalu saya sehubungan dengan profesi saya sebagai pramugari. Mereka juga seperti orang kebanyakan yang menganggap pramugari itu profesi yang keren dan patut dibanggakan. Apalagi saya sudah mandiri sejak usia 24 tahun mbak. Bisa punya rumah sendiri walau nyicil, mobil sendiri juga. Kalau mereka tau, sebenarnya semua itu bukan dari hasil keringat saya sebagai pramugari….
Sebelum saya meneruskan, saya ingin mbak membalas dulu. Apakah mbak bersedia jadi tong sampah? Seperti sama Alana dulu itu? Apa mbak bersedia membantu saya untuk jadi pembaca catatan sedih saya ini?
Wass.
Grace


Saya sering diminta orang untuk menuliskan kisah hidup mereka. Dan setiap kali saya jawab : maaf bukan tidak mau tapi sekarang saja sudah banyak sekali kisah-kisah yang saya dengar dan alami tapi belum sempat saya tuangkan dalam tulisan. Lalu saya sarankan mereka untuk menulis sendiri kisahnya itu, jika sudah 200 halaman lebih baru saya akan membaca. Kenapa? Karena itu menunjukkan kadar keseriusan seeorang dalam menulis. Kalau sudah menulis sampai 200 halaman itu berarti memang sudah niat dan berusaha. Maka saya akan hargai usaha itu dengan meluangkan waktu membacanya.
Email seperti email Alana atau Grace ini adalah salah satu sumber insipirasi saya. Yang secara “ajaib” bisa menarik perhatian dan saya baca. Diantara puluhan email yang masuk setiap hari, yang jujur tidak bisa langsung saya baca apalagi balas langsung satu persatu. Semua email saya pindahkan ke kategori “Fans Email” . Tidak langsung saya hapus. Jika ada waktu senggang yang banyak (misalnya saat transit ganti pesawat berjam jam di lounge) maka saya akan baca-baca. Balas-balas jika ada yang penting. Delete. Membersihkan file dari mail box hotmail saya.
Saya segera membalas email Grace itu. Dengan senang hati saya akan membaca dan menanggapi kisah hidupnya dengan catatan : Grace beredia kisahnya di share ke banyak orang. Bukan untuk mencari publisitas – toh Grace akan memilih jadi anonimus. Kalau tidak bisa dimusuhin semua rekan sejawatnya dong. Juga bukan publisitas buat saya sebagai penulis. Tapi lebih pada prinsip saya sebagai penulis.
Saya ingin menggunakan talenta yang diberikan Tuhan ini untuk BERBAGI. Sebuah kisah yang bisa menyentuh hati saya, pasti bisa menyentuh hati-hati pembaca yang lain. Dan seburuk apapun kisah hidup seseorang, pasti ada hikmah dibalik semuanya. Itu adalah prinsip yang saya yakini sejak lama dan saya yakini karena saya sudah membuktikannya selama 20 tahun lebih. Berbagi adalah pekerjaan mulia tanpa pamrih. Sekecil apapun pasti bisa berarti bagi sebagian orang. Mungkin tidak untuk 10 ribu orang tapi kalau bisa menyentuh 1 hati saja sudah lebih baik daripada tidak berguna sama sekali pengalaman itu, ya kan?
Setelah bertukar email tiga kali dengan Grace (dalam waktu hanya satu hari) saya yakin kalau Grace serius untuk membagi ceritanya. Dan makin lama cerita-ceritanya makin menegangkan, menghanyutkan, mengharukan sekaligus juga membuat saya terkaget-kaget.
Singkat cerita, persepsi saya tentang pramugari jadi berubah. Setelah mendegar kelamnya lika liku kehidupan dan pergaulan mereka, sayapun terhenyak. Bukan untuk kecewa atau menghakimi profesi itu tapi justru sebaliknya, semakin menghargai! Profesi yang sarat dengan godaan yang sangat sulit untuk di hindari. Yang sangat penuh dengan tuntutan baik tunutan moral dan materil. Sangat penuh dengan cobaan yang mengintai sejak melangkah masuk ke bandara, di udara, sampai di perhentian terakhir mereka.
Mungkin juga sudah banyak yang tahu, seperti apa kisah kisah biru kehidupan seorang pramugari. Mungkin juga sudah pernah ada buku yang menulis tentang profesi ini. Tapi jalan hidup tiap manusia itu kan tidak ada yang persis sama. Apalagi cerita Grace. Buat saya saja, yang seorang penulis yang sudah banyak membaca buku dan nonton film sbagai referensi tulisan, kisah Grace masih unik dan penuh tanda tanya.
Mengapa Grace masih mau melakukan pekerjaannya? Mengapa masih meneruskan profesinya? Jika dia sudah menyadari begitu banyak kesalahan, dosa dan kebohongan yang harus dia lakukan selama ini? Mengapa tidak berhenti dan memulai lembaran baru yang lebih baik setelah mengikat diri dalam bahtera perkawinan?
Jawabannya ada dalam email email Grace. Beda dengan Alana, email Grace lebih runtut dan gaya bahasanya lebih teratur mudah dipahami  Mungkin karena Grace memang penyuka buku dan katanya pembaca setia tulisan-tulisan saya sejak lama.
Selamat menikmati kisah pengakuan seorang pramugari bernama Grace, tinggi 168 cm berat 55 kg, usia 24 tahun, kulit kuning langsat, rambut hitam lurus, status: menikah.

WARNING : dibaca dengan dewasa tanpa prasangka dan asumsi – ini sebuah kisah nyata untuk berbagi bukan untuk didebat apalagi dicaci – tidak semua Pramugari mengalami hal yang sama karena pada hakekatnya semua manusia itu berbeda.



Hotel Room

Friday, December 9, 2011

Coming Up Soon! PENGAKUAN SANG PRAMUGARI

Meskipun saya tidak pernah menyatakan bersedia atau membuka diri untuk menuliskan kisah kehidupan orang, selalu saja banyak email yang masuk. Mulai dari pemula yang ingin naskahnya dibaca, penulis skenarion mengirimkan sinopsis bahkan skenario, dan sebagainya dan sebagainya.
Tanpa maksud "mengabaikan" semuanya, saya harus mengakui (bukan alasan) bahwa waktu menjadi keterbatasan utama yang membuat saya tidak bisa membaca satu persatu apalagi memberi advise, saran dan mengoreksi tulisan tulisan yang dipercayakan pada saya itu.

Namun, sering tangan Tuhan bekerja secara ajaib.Hal mana sangat sering terjadi pada saya sejak saya memutuskan "semi semedi" mempelajari pasrah diri agar bisa selalu dituntun dan mendengar tanda-tanda dariNya. Sebuah email terbaca, bukan karena judulnya tapi "tidak sengaja". Kemudian (aneh bin ajaib) ada lagi BBM dari seorang teman mengenai seorang Pramugari yang ingin sekali bertemu dengan saya untuk sharing. Ndilalah, mungkinkah mereka orang yang sama?

Email dari Sang Pramugari ini sangat menyentuh, terbuka, jujur apa adanya dan tentu saja menarik bagi kita yang hidup diluar dunia mereka. Segera saya membuat janji bertemu dengan sahabat yang akan mengenalkan saya dengan teman pramugarinya itu. Kebetulan bagi manusia adalah kesengajaan dan rencanaNya.

Nantikan - Pengakuan Sang Pramugari - segera!




Zara Zettira ZR



Hotel Room

CATATAN RINGAN

Cerita ini sudah lama saya tulis. Karena saya memang suka nulis, walau tanpa maksud mau dijadikan apa tulisannya, setiap ada pemikirian saya langsung nulis. Pokoknya tiada hari tanpa menulis. Setiap perjalanan hidup, momen, dan kejadian yang menyentuh pasti saya tulis dengar harapan sederhana, suatu hari PASTI ada yang baca. Satu orang saja nggak perlu di publikasi itu sudah kepuasan bagi saya.

Karena hari ini bicara hari anti korupsi, saya teringat dengan tulisan singkat saya yang berkaitan dengan soal Korupsi. Ini catatan singkat saja tapi semoga menginsiprasi kita semua atau paling tidak menghibur ditengah rasa frustrasi dan muak kita semua pada kondisi negri tercinta gara-gara ulah segelintir oknum yang merugikan sebagian besar rakyat Indonesia.

Ini sebenarnya surat saya, yang saya tulis sebagai permintaan maaf pada seorang ibu pejabat yang pernah minta saya menuliskan biografinya. Jujur saya menolak dengan halus. Semua kan ada tata cara dan sopan santun dan etikanya. Alhamdulilah karena penolakannya halus saya tidak bermasalah. Padahal waktu mau nolak itu, jujur, takutnya setengah mati. Karena sudah banyak dengar bahkan ngalamin sendiri keluarga besar saya dulu di"CEKAL" karena urusan politik dan bikin pejabat tersinggung:) Ya sudahlah ya itu masa lalu. Kalau mau maju ngga boleh terus terusan fokus dan dendam sama apapun yang telah terjadi. Kalau hati kita nggak ikhlas mana bisa kita membuat niat yang tulus, benar kan? Jangan sampai ada sedikitpun niat "balas dendam" mengotori niat baik kita (disadari ataupun tidak disadari)

Sebelum kepanjangan (yah maklumlah namanya juga penulis ya....) ini surat saya. Nama saya ganti agar tidak mengundang intrink2 yang berkepanjangan. Karena toh semua ini sudah lewat, sudah selesai. Last but nor least (tidak semua nih ya..) buat yang merasa jurnalis, sebelum copy paste dan menggal2 tulisan ini (agar sesuai sama sensasi yang akan kalian buat LOL) tolong ijin saya dulu. Hargai tulisan dan opini orang. Karena tanpa menghargai itu, sampai kapanpun kalian tidak akan dihargai sesuai profesi kalian dan berita sensaional yang tidak sesuai kode etik hanya akan sementara sifatnya. Sip? :)


MAAFKAN SAYA BU IIN :)

Ibu Iin yang baik, pertama tama saya mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya untuk kehormatan yang sudah diberikan pada saya sebagai penulis biografi ibu. Namun dengan berat hati (dan tetap berterimakasih) zara harus mengatakan: tidak bisa membantu ibu mewujudkan keinginan ibu. Tapi zara akan dengan senang hati memberi bantuan saat editing nanti jika masih dibutuhkan, seperti mengatur alur cerita, penggunaan bahasa dan sebagainya. Zara juga akan merekomendasikan beberapa nama yang lebih tepat (dan sudah pernah) untuk menulis auto biografi.

Mungkin ibu mengenal Zara sebagai penulis yang sudah 25 tahun lebih pengalamannya. Tapi jika ibu mengikuti tulisan-tulisan Zara, Ibu tentu tau kalau Zara ini penulis fiksi. Karena hanya melalui fiksi Zara bisa menulis untuk mencapai tujuan-tujuan (atau bahasa kerennya: misi Bu, :)) Zara. tujuan Zara selalu untuk menyebar kebaikan dan mengingatkan kita semua untuk mendengarkan suara hati. Suara hati yang adalah bisikan kebenaran dari Nya. Dan melalui fiksi juga Zara bebas menciptakan situasi yang terburuk untuk mengantar pembaca meyakini kalau kita alpa pada suara hati maka akibatnya bisa fatal.

Alangkah indahnya jika biografi Ibu bukan ditulis atas permintaan Ibu sendiri, melainkan oleh orang2 yang mencintai ibu dan meneladani ibu. sekedar ide loh bu. Karena dengan begitu, isi tulisan tentang Ibu bisa menjadi masukan berharga bagi Ibu. pemikiran dan pandangan2 orang orang disekitar Ibu. jelek bagus pendapat mereka, tetap itu merupakan bukti bahwa mereka memperhatikan (care) pada Ibu. Dan menurut Zara, bentuk tulisan seperti ini justru bagus untuk pencitraan ibu, agar beda dengan cara2 pencintraan para pejabat lainnya. Jujur, zara yakin ibu juga sudah tau ini bukan rahasia lagi, bahwa orang orang yang menulis biografi umumnya untuk pencitraan positif bahkan pembelaan diri. Jarang ada yang mau membongkar semua ke akar yang membusuk. Mohon maaf jika Zara salah kata, tapi itulah yang membuat Zara bukan orang yang tepat untuk menulis "pencitraan diri". Bahkan menulis auto biografi sendiripun Zara nggak mau Bu. Karena citra diri kita itu bukan kita sendiri yang membuat statement melainkan pendapat orang tentang kita/perbuatan kita.

Ibu Iin yang baik, Zara harap surat dan keputusan Zara ini tidak menggoyahkan silaturahmi kita. Jika masih ada yang bisa Zara bantu, dengan senang hati. Tapi untuk menuliskan biografi, Zara merasa tidak berani mengemban tugas itu.

Salam hormat

Zara Zettira ZR
21/04.2010







Hotel Room

Monday, December 5, 2011

Layar Lebay ANTV ALI TOMPEL

LAYAR LEBAY
FTV super comedy
Setiap SENIN jam 8.00 malam hanya di ANTV


SENIN 5 Desember 2011
20:00 WIB

ALI TOMPEL (jadi anak gedongan)
Ali Zainal, Vanessa Angel, Anna Shirley, Eko P Prject, Grace, Raja Djoni





Tersebutlah sebuah kisah anak yang malang, dibuang oleh ibu tirinya duapuluh lima tahun yang lalu. Ditemukan penghuni pesantren bertompel. maka dinamakanlah dia Ali Tompel oleh Pak Haji pemimpin pesantren itu.
Ali Tompel tumbuh menjadi anak yang soleh tapi sangat naif. Selalu jadi bulanan teman temannya terutama Zaki.

Karena naif, iapun tak malu malu menjatuhkan pilihannya pada Inah, gadis manis tapi matre pemilik warung dekat pesantren. Jelas Inah tak sudi. Sampai suatu hari muncullah seorang wanita bersama ajudannya mencari Ali Tompel.

Ali diminta datang ke Jakarta untuk menerima warisan ayah kandungnya yang telah meninggal dunia dan mewariskan semua harta pada Ali Tompel. Sang ayah ternyata belum sempat merubah surat warisannya untuk istri kedua nya dan anakk tirinya Roberto. Bu Rita terpaksa mencari Ali lantaran hanya Ali yang bisa mencairkan warisan itu.

Mengetahui Ali akan punya warisan, Inah langsung minta kawin! Ingin ikut ke Jakarta mengejar impiannya jadi artis idamannya, Luna. Impian Inah jadi kenyataan ketika bertemu Luna yang ternyata pacar Robrto. Alipun ingat perjumpaannya dengan Luna beberapa saat lalu saat memeriksakan diri ke klinik atas gangguan di perutnya.

Ternyata Ali divonis mengidap kanker dan umurnya tinggal 6 bulan lagi. Inah gembira karena akan jadi janda kaya. Roberto yang tahu kalau Inah akan jadi janda kaya segera memacari Inah. Luna patah hati sama seperti Ali yang tau istrinya selingkuh.

Apa yang terjadi kemudian? Apakah Luna menerima Ali yang umurnya tinggal 6 bulan lagi?




Hotel Room

Tuesday, November 29, 2011

catatan Dari Launching LOE GUE END! the novel

28 November, Senin, 2011

Terimakasih kepada : LIQUID EXCHANGE epicentrum Bar & Lounge Great food Great Place Great Service! BNI banking made easier CARING COLOURS by Martha Tilaar jawara buat kulit wanita madya tropikal! ESPRIT jam elite yg ngga bikin kantongku jebol :)


Puncak peluncuran novel LOE GUE END! sudah terlaksana alhamdulilah. Effort untuk menerbitkan novel ini aku dapat dari pembaca2 blog setiaku yang akhirnya membuat aku super semangat bersama Nara Nadia (sahabat yg sudah belasan tahun di dunia penerbitan buku) dan Ivanna (sahabat baru yg super handy!) menyiapkan semua ini hanya BERTIGA!

Believe it or not KITA BISA! mulai dari lay out, membuat pdf siap cetak, bolak balik ke percetakan (plus tragedi salah order kertas hikss ) yang akhirnya membuat novel ini agak tertunda skedul releasenya. Mundur dari tanggal 21 ke tanggal 28 November seminggu karena masalah teknis. Semua aku kerjakan berdua saja dengan NARA NADIA (dibantu pak Hasan tentunya driver setiaku yang setianya ngalahin Rexona). Percetakan di daerah rawamangun, desain cover di kawasan Kemang oleh LeBoYe, kami tempuh dari kantor masing masing dan kami cari waktu diantara kesibukan kerja utama kami masing masing.

Dari lokasi shooting layar lebay ANTV ku yang bisa di depok bisa di cibubur, jari jari sampai pegel karna terus berkomunikas via email dan BBM dengan Nara dan Ivanna. Alhamdulilah seribu kali alhamdulillah, sampai acara lauching mengurus sponsors , membuat banner dan semuanya akhirnya SELESAI dengan 6 pasang tangan kami ini. Tangan wanita, mahluk yg katanya lebih lemah dari pria (tidak lagi! hahaha)

Tidak terhingga trimakasih saya untuk sahabat2 yang LAST MINUTE di mintai partisipasinya. Ian dari Jakarta Cellluar ITC fatmawati menyumbangkan goodie bags serta surprise hadiah 5 handphones!!! Mba Diah dari qimos parfum bawain bolu bantuin aku ngisi goodie bags semalam sebelum acara. Mba Pinkan dari Martha Tilaar nyiapin make up artist top SLAM yang baru menang kompetisi di Hongkong Internasional! Ciciero bags juga. Smua yg ngga bisa disebutkan satu persatu deh pokoknya. Sampai ANTV dengan bannernya, Bali property villas dengan voucher2 nya dan grup band D'Rayu serta mba Rita Priatna hingga my VIP guest Irwansya dan istri Zaskiyah, Dennis Adhiswara, Log Zhelebor semua hadir menyelamati aku ditengah kesibukan mereka. Thanks guys thats what friends are for.


Yang paling membahagiakan saya sebenarnya adalah Doa dan Tumpengan bersama 5 adik2 dari darul Aytam yang dikenalkan Allah pada saya melalui Erlandho Saputra. Karena saya anak yatim sejak 1994 maka diam diam saya nangis saat baca doa. Ngga kelihatan aja karna menunduk. Hati saya bergetar walau doa adik adik itu lembut hanya bisikan - tapi bisa menggetarkan hati saya. Insyallah menggetarkan hati kita semua.

Alhamduilah karena Loe Gue end! adalah project buku PRIBADI saya tidak perlu ribet dengan pihak penerbit (kan nerbitin sendiri) soal royalty. Saya bisa leluasa menentukan jumlah yang bisa saya alokasikan untuk AMAL. Di usia yang sudah 42, dengan posisi sebagai ibu dua orang anak, mungkin dalam setiap karya yang pertama dibenak saya adalah :Ber-BAGI. agar bukan hanya pembaca, bukan hanya orang yang kenal siapa saya saja yang menikmati karya saya - tapi juga mereka yang sama sekali nggak tahu dan kenal saya sebagai penulis. Bahkan mereka yang begitu muda sampai belum bisa membaca. mereka yang ngga tau apa itu internet , apa itu twitter bahkan jarang jalan jalan keluar daerah tinggalnya.


Mereka itu tetap bagian dari kita. Walau jarang kita berpapasan karena ruang lingkup pergaulan kita yang berbea, tapi jangan dilupakan. faktanya mereka ada. Mereka yang terisolasi jarang disorot. Lihat perbandingan sorotan media pada selebrity , dibandingkan sorotan pada anak yatim /miskin. padahal sebenarnya mereka yg kekurangan ini yg lebih perlu disorot di sosialisasikan sebagai realita kehidupan.

Karenanya sebagai bagian dari yang suka di sorot (public figure) saya mencoba mengalihkan sorotan itu pada mereka yang terisolasi. Sosialisasikan mereka adik adik kita ini. Semakin banyak yang tau semakin banyak juga yang akan terpanggil untuk membantu. melakukan sesuatu. apa yang saya lakukan ngga ada apa-apanya. Dari satu buku Loe Gue End yang terjual, 1000 rupiah akan disumbangkan ke Yayasan Darul Aytam. Dari 1000 pre order telah teralokasi dana yang juga bukan apa-apa, hanya 1 juta rupiah, tapi mudah mudahan bisa membantu melengkapi materi pendidikan dan permainan edukatif bagi adik adik kita disana.

Buku Loe Gue End juga untuk sementara hanya akan dijual secara ONLINE untuk menghindari biaya komisi distribusi. karena kuatir dana untuk adik adikku terpangkas biaya distribusi ke toko2 buku besar.


Untuk membantu , beramal dan berbagi, partisipasi kalian di undang bahkan diharapkan.

UNTUK PEMBELIAN minimal 50 buku disc. 25% diantar untuk kawasan JAKARTA gratis

Harga Buku Rp. 90,000 (sudah termasuk Ongkos Kirim TIKI dejabotabek/ depok jakarta, bekasi, tanggerang) TEBAL BUKU : 350 an halaman (makanya agak mahal yaaaaaaa)

- untuk PULAU JAWA tambahan ongkos kirim Rp 10,000 (total menjadi Rp. 100,000)
- untuk LUAR JAWA tambah ongkos kirim Rp. 15,000 (total menjadi Rp. 105,000)

SEMUA ORDER LANGSUNG akan di TANDATANGANI oleh Zara :)

UNTUK SEMENTARA agar tertib admin LoeGueEnd! belum akan di distribusikan ke toko2 buku hanya bisa pesan ONLINE, agar maksimal DANA yg bisa disumbangkan ke yayasan yatim Darul Aytam @erlandhosaputra

ikuti step step dibawah ini

1. Transfer ke acc BCA no. 8310014185 atas nama zara zettira
2. CATAT nomer referensi transaksi atau copy paste atau foto bukti transfernya sertakan/attached di email
3. email nomer referensi transfer, nama LENGKAP, alamat LENGKAP, no HP, ke : vinzainc@hotmail.com

4. Judul email/subject : BUKTI TRANSFER loe Gue End!
5. Buku akan dikirim setelah tanggal 21 November (insyallah tidak ada keterlambatan dan hambatan di percetakannya ya....)

Persediaan SANGAT TERBATAS. Semoga bermanfaat...

1000 Rupiah dari setiap Novel akan disumbangkan ke Yayasan Darul Aytam - membaca sambil BERBAGI

Salam Hangat dan terimakasih atas kesabaran dan dukungannya selamai ini buat aku...,
Zara Zettira ZR dan suami, David si Mister Lapar nya ANTV :)










Hotel Room

Friday, November 25, 2011

LOE GUE END! book launch 28 November 2011


LOE GUE END! dari Astafirullah, Bismillah, Insyallah hingga Alhamdulilah

Mengulang sekilas awal cerita Loe Gue End!ini, saya dulu mengucap "astafirulahalazim" berkali kali saat membaca email email dari Alana. Isinya mulai dari cerita curhat yang sangat open sekaligus menyeramkan sampai pada kemarahannya pada saya (karena tidak pernah dibalas)

Kemudian saya mengucap "Bismillah" dua kali. Pertama saat membalas email Alana. Minta maaf minta ijin menuliskannya untuk publik karena saya menganggap cerita ini menarik gaya bahasanya, real dan bisa memberi hikmah. Bismillah kedua saat saya mulai mempersiapan edisi cetak dari Loe Gue End! yang tadinya hanyalah tulisan di BLOG dari chapter 1 hingga 31 tanpa ada niat untuk di bukukan sama sekali.

Blog Loe Gue End! kemudian jadi fenomenal setelah meng hits 200 ribu lebih dalam waktu kurang dari sebulan. Bahkan yang sudah membaca malah mendesak saya membuat edisi cetak/bukunya. Pada semua saya ucapkan "Insyallah" bukunya akan keluar.

Pada saat yang sama, sahabat saya Nara Nadia sedang ada waktu luang. Lalu kami wujudkan niatan yang lama tertunda karena kesibukan masing2 , untuk mencoba menerbitkan buku sendiri. Maka dengan 4 tangan (tangan saya sepasang dan tangan Nara sepasang lagi) kami mati matian menyiapkan semua dari awal, lay out, cari sponsor, cari percetakan dll berdua saja! ASLI! bayangkan penerbitan lain yang karyawannya puluhan bahkan ratusan hehe. Penerbit kecilpun minimal punya karyawan tetap. Ini aku dan Nara malah punya kerjaan tetap jadi pengerjaan bukunya disela sela waktu kerja.

Sekarang setelah buku siap tercetak dan siap di LAUNCH kami mengucap "alhamdulilah". Juga mengulang ucapan ucapan lainnya. Bismillah, semoga launch dan penjualannya lancar (Karena akan disumbangkan 1000 rupiah kepada Yayasan Pecinta Anak Yatim Piatu dan Yayasan Darul Aytam) dan Insyallah bermanfaat bagi semua....

selamat menikmati Loe Gue END!
UNTUK PEMESANAN KLIK LINK :Cara pemesanan di blog ini yaaaa




Hotel Room

Thursday, November 24, 2011

LAYAR LEBAY FTV ANTV Pacarku Alien

LAYAR LEBAY
FTV super comedy
Setiap SENIN jam 8.30 malam hanya di ANTV


Senin 28 November 2011
PACARKU ALIEN
Jessica Iskandar, Ence Bagus, Dorman Borisman, Inggrid Widjarnako



JUKI (Ence Bagus) cowok pengangguran banyak mimpi. Khayalannya sering dicela bahkan bikin kesel nyak sama babehnya (Inggrid Widjarnako dan Dorman Borisman). Tiap kali disuruh cari bini, Juki nolak kecuali kalo bisa ngedapetin artis cantik top ibukota bernama ALIEN (Jessica Iskandar). Suatu hari ngga disengaja Juki berjumpa artis idolanya. Setelah foto foto si alien malah ngikutin Juki kerumah! Bagai kesamber geledek dan ketiban duren, cintapun bersemi. Nyak Babeh rada heran karena Alien rada aneh. Ngomongnya bahasa cimi cimi dudu dada. Piring sendok dimakan. Kalo panas ngadem dikulkas. Dan yang paling hebat, Alien bisa nyembuhin luka hanya dengan mencium! Nyak sempet bete sama babeh yang mata keranjang.


Setelah dapat kerja di bengkel, Juki ketemu kembaran Alien! Ternyata Alien ada dua? Yang mana Alien Juki yang asli?

Follow twitter Layar Lebay @Layarlebarantv JANGAN LEWATKAN!



Hotel Room

Sunday, November 20, 2011

LAYAR LEBAY FTV ANTV Gara Gara Bulu

LAYAR LEBAY
FTV super comedy
Setiap SENIN jam 8.00 malam hanya di ANTV


Senin 21 November 2011
GARA GARA BULU
Irwansyah, Erwin Moron, Julian Kunto, Tyas Mirasih, Mayang Naomi, eko Srimulat DJ




Rama sudah lama naksir teman satu kos nya, Shinta. Tapi ngga pernah kesampaian karena Rama tidak bisa menebak isi hati Shinta yang jinak jinak merpati itu. "seandainya, aku bisa membaca isi hati dan pikiran orang, pasti aku tau cara mendapatkan Shinta" begitu doa Rama tiap hari.
Ndilalah, doanya terkabul. Tapi Rama bukan cuma bisa mendengar isi hati Shinta, melainkan juga isi hati semua orang! Termasuk bossnya yang nyeleweng dengan artis karbitan dan semua masalah orang-orang yang ada didekatnya. Sampai akhirnya Rama kewalahan dan ingin menghilangkan "kesaktiannya" itu.
Ini parodi kisah sifat manusia yang tidak pernah puas. Nggak punya "kesaktian" ingin jadi sakti. Setelah jadi sakti malah ingin "melenyapkan keaktian" itu.

Jangan Lewatkan saksikan di ANTV tiap Senin jam 8.30 malam WIB follow @layarlebarantv untuk info2 menarik seputar shooting dan lokasi off air Layar Lebay!

Hotel Room

VINZA Inc. Independent Publishing

Pepatah Jawa bilang, alon alon asal kelakon.
Bukannya sengaja lelet karena malas, tapi karena saya dan sahabat saya dua-duanya sama sama wanita pekerja, ibu rumah tangga yang sangat sibuk. Tapi passion menyatukan kita, sehingga kalau ada waktu yang tersisa (bahkan kalau sebenernya ngga ada waktupun di sempet sempetin dengan sesekali terpaksa mengorbankan waktu /kepentingan pribadi) - kami tetap meneruskan cita-cita kami untuk MEMBUKA RUMAH PENERBITAN INDIPENDEN.

Banyak orang bertanya pada saya, ngapain cape cape nyetak, nerbitin dan distribusi sendiri? Toh ibaratnya, penerbit mana yang akan menolak karya Zara?
jawabannya : Saya suka tantangan :) Jujur, saya berterimakasih pada penerbit2 yang telah membantu saya memasuki dunia buku. Dan saya yakin para penerbit itu juga bangga melihat saya, anak didikan mereka, kini bisa mandiri. Bahkan mencoba membantu penulis-penulis lain.

Bagaimana cara VINZA inc. membantu penulis lain?

1. Penerbit2 besar umumnya menerima banyak naskah sehingga naskah harus antri dibaca dan disortirnya. - VINZA Inc. adalah penerbit kecil yang membuka kesempatan secara BERKALA pada penulis2. Vinza.inc juga membuat tema-tema spesifik dengan deadline pengriman naskah. Sehingga naskah yang masuk tidak akan BERTUMPUK antri berbulan bulan.

2. penerbit2 selfpublishing/print on demand umumnya hanya menyalurkan penjualan secara online. Dan maaf, harga cetakpun JAUH LebIH TINGGI karena mereka mencetak secara on demand (sesuai pesanan) - VINZA Inc. mencetak dengan harga Percetakan Biasa (bahkan bersaing) dengan jumlah minimal cetak 1000 buku.

3. Penerbit2 besar umumnya punya puluhan buku terbit sekaligus setiap bulan sehingga strategi promosi tidak efektif/tidak tertangani dengan baik dan fokus. - VINZA Inc hanya akan menerbitkan 1-3 buku setiap bulannya sehingga setiap buku akan mendapat perhatian penuh dan dibantu full dalam distribusi, marketing dan promosinya.

4. Penerbit2 besar umumnya dikelola oleh mereka (staff) yang bukan penulis - VINZA Inc. dikelola oleh penulis dan juga staff yang berpengalaman bekerja belasan tahun di penerbitan besar.

5. Penerbit2 besar ingin terus menjadi besar dan memperluas bidang usahanya sebagai PERUSAHAAN - VINZA Inc. akan setia pada prinsip "small is beautiful" karena kami tidak mau menjadi besar melainkan lebih mau MEMBESARKAN penulis2 Vinza inc.

Di VINZA Inc. posisi penulis dan penerbit adalah sejajar dengan pembagian keuntungan yang 50-50, bukan sistim royalty 10% seperti umumnya dilakukan oleh penerbit besar. Dan karena tetap akan melakukan SKALA KECIL / Boutique Publishing, VINZA Inc. selalu punya waktu untuk mengakomodasi ide-ide promodi dari penulis2 nya.

Saat ini VINZA inc. akan menerbitkan beberapa Project NOVEL FIKSI REMAJA/ DEWASA MUDA dalam dua series yaitu:

1. SERI : Imaginasi Selebriti

Akan dibuka dengan novel tulisan Shenny Andrea ( Twitter: @shennyandrea) artis kawakan yang telah membintangi sinetron DIA dengan Lulu Tobing dan Ari Wibowo lalu dan tetap eksis hingga sekarang.
Disusul dengann tulisan selebriti lainnya. Bukan autobiographi melainkan imaginasi dan kreatifitas mereka sendiri!

2. SERI : FRESH FICTION

Dari namanya, jelas bahwa novel ini adalah tulisan penulis baru dengan gaya yang juga FReSH dan cerita yang mencerminkan jamannya.

Ingin tahu lebih banyak tentang VINZA Inc. ?
kirim email beserta data seperti Nama, Alamat, Pekerjaan ke email kami: vinzainc@hotmail.com







Hotel Room

Tuesday, November 15, 2011

Loe,Gue,End! UPDATE the novel

LOE GUE END!
Zara Zettira ZR
based on true email story


Nama gue ALANA, I’m an alcoholic and sometimes I do drugs for fun. Gue pikir hidup gue ngga ada kurangnya. Bokap gue orang berada, bahkan cukup top dikalangan artis dan pejabat sebagai dokter bedah plastic. Mau sekolah setinggi apapun gue bisa, mau bisnis apapun pasti disokong bokap. On top of that gue punya geng sahabat setia sehidup semati D’Ngocols.
Yang paling dekat sama gue dig eng itu TIMO dan FIFI. Yang lain pelengkap pembantu aja. Misalnya si LINA, yang masuk geng gara gara sudaraan sama Timo. Padahal dia bukan levelan kita. Bokapnya penjudi dipenjara. Nyokapnya penyany dangdut kampungan yang ngga ngurusin dia. Lina sendiri mandiri jadi Bandar narkoba. Dia Cuma pemasok kita aja dan dia perlu backingan Timo kalo kena razia polisi.
Timo anak mantan jaksa. Rumahnya segede jambrong di menteng. Dia punya perusahan arsitektur yang sukses karena klien nya rekomendasi temen temen bokapnya. Biarpun ngantornya cuman dari kamar tidur dan sambil teler (high) yang penting dia punya kerjaan dang a ikut ikutan pilkada masuk politik kaya bokapnya.
Fifi anak pelukis cewek terkenal. Bokapnya pengusaha. Darah seni dari nyokpaknya mengalir dalam diri Fifi. Doi jadi desainer. Biarpun ngga top tapi butiknya banyak dimana-mana. Gue sebenernya kesel sama Fifi yang selalu aja ngeluh kurang kasih sayang. Intinya sih doi naksir RADIT anak geng kita yang paling ganteng. Nyokpanya Radit punya panti rehab narkoba karena anak pertamanya (kakaknya radit) meninggal karena narkoba. Radit juga suka make tapi ga banyak, trauma kali takut mati over dosis kaya kakaknya. Radit naksir gue tapi gue ga naksir Radit. Sisanya ada ada Vira ama Yosi. Tapi mereka berdua ga penting. Yosi keluarga berpendidikan semua jadi guru. Serius banget orangnya meski suka mabora dan party juga doi guru TK. Vira shopacholic. Jet set banget. Ambisinya masuk majalah tattler dan prestige.

Gue sendiri ga pernah tau siapa nyokap gue. Bokap ga pernah jawab. Lama lama gue malas juga nanyanya. Sampai akhirnya mulai terjadi thriller thriller dalam hidup gue. Selama ini, karna gue suka mabok dan nge drugs gue pikir itu Cuma mimpu ato halusinasi. Ga taunya semua itu beneran terjadi. Mulanya email misterius ancaman dari seseorang bernama SANTIKA. Tadinya kita cuekin tapi lama lama bikin PARNO karena satu satu sohib gue kena sial bahkan meninggal. Diawali dengan Fifi yang mati pver dosis di depan mat ague. Trauma banget gue. Terus Timo ketabrak juga di depan halaman rumah gue! Sampe dia pake kursi roda sementara. Akhirnya gue juga masuk rumah sakit dan akhirnya bokap nyuruh gue masuk rehabnya Tante Intan (mamahnya Radit). Disana gue bukannya sembuh, malahan gue liat orang bunuh diri (penghuni rehab disana) lompat dari teras rehab ke jurang gara gara high. Gila, dipanti tehab aja masi bisa diselundupin tuh drugs ama alcohol. Apa gunanya?

Akhirnya gue ditarik lagi ama Bokap. Dan kejadian kejadian aneh makin sering muncul. Mobil gue tiba tiba di hancurin ama seseorang diparkiran apartemen Lina pas gue lagi nge drug sama Lina. Pesaway Vira kecelakaan meskipun Viranya selamat. Dan YOSI mulau menyadari kebiasaan gue “ngelamun”. Dengan sok taunya itu diapun mulai ngoceh soal “astral body experience”. Katanya gue mungkin bisa keluar dari badan gue, berkelana kemana mana bajkan ke lapisan dunia lain.

Langit ini kataya ada 7 lapis. Langit ke 7 adalah surha ato neraka. Langit ditengah2nya itu jugaada kehidupan. Kesanalah gue (menurut yosi) suka berkelana. Gue ga percaya tapi stress juga. Tiba tiba aja gue mutusin buat nenangin diri ke Bali sendirian. Padahal gue ga pernah pergi ke Bali tanpa geng gue. Disana tau tau ada cewek bernama Adrianna naik mobil ferari ngejemput gue yang diturunin tukang taksi dipinggir jalan (gara gara dia ga tahan ama kejutekan gue)

Perempuan bernama ADRIANA yg cantik bagai bidadari itu ngaku nyokap gue. Shock lah gue kaya kesengat listrik! Tapi gue ga mau percaya. Apalagi doi bilang kalo gue punya sudara kembar berama Santi (santika). Terus doi menceritakan semua masa lalunya. Katanya doi dulu anak desa yang cantik dan mimpi jadi seleb. Ikut ikut party di Jakarta, one night stand tidur sama bokap gue. Hamil. Doi minta pertanggung jawaban tapi bokap ga mau. Sampe akhirnya doi ditolong ama pejabat yang sampe sekarang “melihara” dia sebagai simpenan. Dua anak kembar itu terpisah. Bokap ngambil gue (setelah ngecek DNA gue pastinya) dan Santika dibiarin ama Adriana. Soalnya Santika rada rada cacat fisiknya . Cebol, pendek, mukanya aneh kaya orang retard (terkebelakang mental)

Akhirnya guepun ketemu sama Santika. Lebih aneh lagi dia ngaku sayang sama gue dan selalu ngawasin gue selama ini. Ngelindungin gue. Caranya : ngajak gue ke dunia astral. Gue ga percaya tapi dia ngebuktiin. Gue diajak jalan jalan ke dunia lain itu. Tapi sampe disana kita terpisah. Gue ketinggalan ga tau jalan pulang balik ke dunia nyata. Bahkan gue ketemu FIFI disana yang nitipin “amanat’ buat disampaikan ke Radit, cinta matinya. Gue akhirnya ketemu ADRIANNA di sana juga. Adrianna nunjukin jalan pulang tapi dia sendiri ga mau ikut pulang.

Pas balik ke dunia nyata, gue liat mayat gue bersebelahan sama Adrianna lagi di doain. Bokap juga datang dan nangis. Gue pingin pulang, pingin idup lagi. Gue ga may gentayangan jadi hantu penasaran. Sampai akhirnya gue sebut nama TUHAN. Dan gue janji kalau gue dikasi hidup lagi gue akan jadi anak baik baik. Do ague dikabulkan Tuhan. Seiring doa khusuk bokap, gue hidup lagi setelah di vonis mati 3 jam 33 menit.

Walaupun gue udah janji akan berubah hidup baik baik gue tetep ga bisa nerima Adrianna dan Santika dalam hidup gue. Gue marah kecewa merasa ga diingkan. Toh selama ini ga ada mereka jua idup gue oke oke aja. Gue ga mau buka lembaran baru. Jadi gue lupain mereka berdua. Gue ga ladenin si Santika. Padahal dia mau ngajarin gue melatih kemampuan astral gue. Amit amit gue ga mau jadi dukun!

Hidup gue gue isi dengan nyelesaikan amanat Fifi. Tapi Radit ga terima malah maksa gue buat nerima cintanya yang dari dulu gue cuekin. Sampai akhirnya Radit mencoba memperkosa gue. Pas gue ngelawan, doi luka eh doi bukan minta maaf malah memfitnah gue dan nuntut gue kepengadilan. Kerauan banget aslinya doi.

Timo sama Lina juga mati over dosis secara misterius ga lama sesudah itu. Santika masih suka muncul membayang bayangi gue saat gue lagi mabora . Gue anggap aja Cuma mimpi walau gue sekarang tau kalo itu bukan halusinasi ato mimpi. Santika Cuma bisa nemuin gue di “dunia lain” karena di dunia nyata gue selalu jaga dia jauh jauh dari hidup gue.

Tiba tiba Radit narik tuntutannya dan mati juga karena kecelakaan mobil. Nyokapnya ngamuk ngamuk sama gue. Histeris. Nuduh gue ngebunuh anaknya! Dan gue saat itu udah buka usaha cafĂ© minjem duit bokap. Tau tau ada kiriman bunga dari…SANTIKA! Katanya : selama ini ddia anggap gue rusak karena geng dan sahabat2 gue. Makanya dia bunuhin mereka satu satu untuk melindungi gue. Sekarang gue sendiri dan aman, Santika merasa tenang. Jadi selama ini dia yang bunuh sahabat2 gue? Orang yang gue anggap keluarga gue (karena gue ga pernah punya keluarga Cuma punya bokap) Kampret!

Dendam gue sama Santika makin tebel aja. Gue ga perduli dia sudara kembar gue. Gue ga takut dia punya kemampuan astral yang terlatih sejak kecil! Gue akan hadapin dia dan dia harus ngebayar semua perbuatan psikonya!

THE NOVEL IN PROGRESS

Sebelumnya mohon maaf untuk 1000 lebih pemesan Pre Order LOE GUE END! yang sudah mengemail sejak AGUSTUS 2011. Karena kesibukan bekerja (sekarang di ANTV) maka realisasi Penerbitan novel LOE GUE END! ini baru terlaksana sekarang. Saat ini sudah NAIK CETAK di sponsori oleh BNI, MARTHA TILAAR CARING COLOURS, WATCH WORLD ESPRIT, LIQUID EXCHANGE EPICENTRUM dan didukung oleh My Pourvous serta Aleica Fashion.

Harga Buku Rp. 90,000 (sudah termasuk Ongkos Kirim TIKI dejabotabek/ depok jakarta, bekasi, tanggerang) TEBAL BUKU : 350 an halaman (makanya agak mahal yaaaaaaa)
- untuk PULAU JAWA tambahan ongkos kirim Rp 10,000 (total menjadi Rp. 100,000)
- untuk LUAR JAWA tambah ongkos kirim Rp. 15,000 (total menjadi Rp. 105,000)

Pembelian min 50 buku dic 25%
Free delivery JAKARTA ONLY

SEMUA ORDER LANGSUNG akan di TANDATANGANI oleh Zara :)

UNTUK SEMENTARA agar tertib admin LoeGueEnd! belum akan di distribusikan ke toko2 buku hanya bisa pesan ONLINE, agar maksimal DANA yg bisa disumbangkan ke yayasan yatim Darul Aytam @erlandhosaputra

ikuti step step dibawah ini

1. Transfer ke acc BCA no. 8310014185 atas nama zara zettira
2. CATAT nomer referensi transaksi atau copy paste atau foto bukti transfernya sertakan/attached di email
3. email nomer referensi transfer, nama LENGKAP, alamat LENGKAP, no HP, ke : vinzainc@hotmail.com
4. Judul email/subject : BUKTI TRANSFER loe Gue End!
5. Buku akan dikirim setelah tanggal 21 November (insyallah tidak ada keterlambatan dan hambatan di percetakannya ya....)

Persediaan SANGAT TERBATAS. Semoga bermanfaat...

1000 Rupiah dari setiap Novel akan disumbangkan ke Yayasan Darul Aytam - membaca sambil BERBAGI

Salam Hangat dan terimakasih atas kesabaran dan dukungannya selamai ini buat aku...,
Zara Zettira ZR



Hotel Room

Tuesday, November 1, 2011

Monday, October 24, 2011

Pemotretan COVER novel LOE GUE END!

Dear All...pembaca setia Loe Gue End!
Hari minggu kemarin Oktober 23 2011, Alhamdulilah akhirnya pemotretan cover novel LOE GUE END! selesai juga. Dengan sedikit "drama" dihari H. What else is new...my life is full of drama... :) mungkin ini memang takdir aku ya, makanya jadi penulis - hidupnya selalu penuh dinamika dan problema - tapi juga penuh hikmah yang patut disyukuri banget.
Hikmahnya, aku banyak dibantu oleh sahabat sahabat. ERWIN AD MORON (ex group musik DR.PM) yang beberapa hari sebelumnya ketemu di lokasi shooting FTV Layar Lebay ANTV. Erwin dengan ikhlas bersedia menjadi model cover. Karena gaya dan penamiplan/karakternya pas banget, aku ga malu malu menanyakan kesediaannya. Alhamdulilah Erwin mau meluangkan waktu seharian motret di weekendnya. Malah dateng on time paling pagi jam 10!!! WOW. profesional banget!
Lalu juga ada TRIYUDHA ICHWAN dari Studio 35mm. Ini sahabat aku sejak dari masih SMP !!! Fotografer profesional yang ngga kalah dan seangkatan dengan darwis Triadi, Firman Ichsan ini sangan down to earth. Beliau juga dibanti SIGIT asistennya bersedia meluangkan weeken untu aku. Thanks bro!
Juga ada CANTIE model dari studio 35mm dan ALANA PRAMANDA. Putri pemusik jazz Dian Pramana Putra. Kenapa Alana? karena selain namanya sama, aku juga menganggap Alana ini inspiring new comer di dunia film selain juga penyanyi.
Aku juga seneng banget kenal sama Alexa yang menyediakan koleksi fashionya ALEICA untuk pemotretan. Baju bajuny desain ALEICA ini cocok banget dengan imaginasi aku tentang dunia "astral". Bahannya transparant, ringan dan desain yang dramatis :)
Terakhir tentu aja suami aku dong...yang mau bangun pagi disaaw weekend yang berharga untuk nyupirin aku (karena supir ku libur kalo weekend). Padahal David (suamiku) itu dosen yang tiap hari bangun jam 5 pagi karena harus berangkat ngajar jam 6 pagi. Weekend satu satunya waktu dia untuk menikmati tidur sampai agak siangan.

Itu semua adalah hikmah nya, Now, the drama... eng ing eng....

Sehari sebelum pemotretan, Make up Artisku mendadak meng cancel karena alasan keluarga. kemudian aku minta batuan Alexa. Tapi paginya Alexa ikut panik karena make up artisnya pun mendadak ngga bisa. Ditengah kepanikan mau berangkat , ngga tau kenapa tiba tiba aku nge BB temenku dari RED HEAD production house, Jane. Sebetulnya, rencananya, sekelar pemotretan cover aku mau meeting sama si Jane ini. Jadi pas Jane nge BB aku sekitar jam 11 an untuk konfirmasi meeting, aku langsung jawab : Duh Jane gue lagi pusing nih make up artis cancel!
Curcol ku membawa berkah. Jane ternyata malah punya solusi dan memberikan Make up Aryis Filmnya JULIA !!! Subhanallah! Puji Tuhan banget! JULIA ini make up artis handal yang udah banyak sekali menangani make up sinetron dan film. Malah diantaranya sinetronku juga MAWAR MELATI! Kebetulankah? atau it was meant to be?

The Drama mulai teratasi. Tapi puncak drama adalah belum ada khabar dari Alana Pramanda. Sejak sehari sebelumnya aku coba BB dan SMS dia, tapi dia ngga balas balas. Hati aku antara kesel dan prihatin. Takut ada apa-apa sama dia. Sampai jam 2 siang belum juga ada khabar dari Alana, maka kita yang udah siap segera ambil "back up plan" . CANTIE akhirnya di dandanin untuk 2 karakter. Karakter manis dan karakter serem.

Yang di foto duluan tentu aja sesuai "first come first serve" yaitu ERWIN. Gampang banget , dan cepet banget. Karena memang karakter Erwin udah 'dapet" banget deh istilahnya. Erwin seneng juga kata Erwin "wah enak ya ngga kaya shooting..." Hehehe. artis artis film dan sinetron memang udah terbiasa dengan waktu "nunggu" yang lama. Bahkann bisa seharian. Jadi pemotretan 3 jam ini ngga ada apa-apa nya lah buat Erwin. Cumma aku aja yang ngga enak karena mengganggu weekend dia.

waktu giliran CANTIE, mendadak ada balasan dari ALANA! Alhamdulilahhhhh katanya BB nya hang "card rejected" sejak kemarin. Alana panik banget hihihi dan segera lompat dari tempat tidur ngebut ke lokasi foto di Pulo Raya itu. Jam 3 an Alana tiba , langsung di make up and the DRAMA IS OVER!!!

Akhirnya semua selesai sekitar jam 6 an. Jane mampir untuk nengokin. Thanks sis! Suamiku 'istirahat' antara jam 1-4 nonton pertandingan RUGBY di pub di kemang sama temen temennya. Kita semua makan Soto Kudus untuk ganjel perut saat pemotretan. Pacarnya Alexa juga menyempatkan diri mampir ehem...romantisnya...pantesan desain desainnya romance banget nih Alexa! :)

Setelah semua selesai, aku dan Jane dan suami mampir ke warungnya mas KATON BAGASKARA di kemang untuk dinner sambil melepas lelah namanya SHELTERSKY posisinya di Kemang Plaza 89. Keren dan cozy tempatnya. masih sepi karena masih sore. Jadi pas banget buat ngerumpi santai belum berisik hehehe. ARI WIBOWO ikut mampir sebentar, karena kebetulan lagi free ngga ada shooting di weekend. Terus aku juga ketemuan sama teman lama NOVA DIEN. Nova mau launch bukunya berjudul Ms. Complaint. Dan ternyata aku sama Nova ini kenal udah lamaaaaaa sejak aku di canada via facebook. Teman teman Nova adalah teman teman aku juga. Dan yang lebih "kebetulan lagi" suaminya, WILLIAM, ternyata teman suamiku!!! dan aku udah lama kenal sama WILL, malahan WILL pernah dinner dirumahku segala!!! Ya ampun...

Sekitar jam 10 an kita siap siap pulang. Tau tau Katon nge BB aku katanya mau nyusul ke SHELTERSKY . Wahhh maaf bro... kita udah di parkiran hihihi soalnya Senin kan harus kerja jadi ngga bisa kemalaman. Padahal tempatnya mulai ramai,. band mulai ngisi panggung but we have to go. On the way home aku dan suami mampiir di warung martabak di Gunawarman membeli martabak telor dan martabak manis keju sebagai cemilan menjelang tidur hihihi. Soalnya masih lanjut nonton bola dirumah.

Last but not least, aku bersyukur sekali dengan teman teman yang aku miliki. Yang semua aku anggap "BERKAH" dari Tuhan. Dan aku selalu yakin kalau setiap pertemuan dan connection itu sudah diatur oleh Nya. Semua sudah ada "waktu" or timingnya. Dan aku berharap semoga aku bisa menjaga "pemberian" Tuhan ini - menjaga persahabatan ini - memberikan yang terbaik disedikitnya waktu yang aku punya.

Terakhir.... aku masih akan dibantu oleh HERMAWAN TANSIL. Pemilik rumah desain eksklusif Le Bo ye dan cage DIA LOE GUE (dialouge) di kemang ini akan mendesain covernya.

So guys and gals...semua pembaca setia Loe Gue End! stay in touch for the update. aku bocorin dikit ya hasil pemotretan kemarin? tapi selebihnya harus di rahasiakan dulu supaya SURPRISE! Setuju...???


Have a great weekdays!!! Selalu bersyukur!!!

Zara












Hotel Room